Alhamdulillah bersyukur anak-anak dekat dengan buku. Sengaja mengepung dan mengkondisikan di rumah dengan banyak buku. Membiasakan mereka membuat jadwal membaca buku sesuai kesepakatan masing-masing. Boleh bermain gadget apabila sudah baca buku.
Kategori: inspiring
Sampai Kapankah Kita Mau Pertahankan Ego?
Beberapa hari yang lalu saat berselancar di kanal media sosial, saya menemukan tulisan yang makjleb. Tulisan yang tak hanya sekedar menasehati, namun menampar diri agar segera tersadar untuk berbenah menjadi orang tua. Berikut ini tulisan salah satu inspiratif dari Bunda Dara Dharmayanti. Yuk , kita simak.
Tugas Cuci Piring
Tugas Cuci Piring Sudah tiga hari ini si sulung membantu cuci piring. Awalnya dilatar belakangi oleh tugas sekolah. Kebaikan memang kadang harus dipaksa untuk dilakukan. Niat awalnya kini pelan-pelan berubah. Si sulung mau bantu cuci piring setiap selesai makan. Adem mendengar pernyataan dari si sulung yang kini masuk kelas enam.
Berbagi Resume Sharing Pendidikan: Menjadi Sekolah Adaptif
Berbagi Resume Sharing Pendidikan: Menjadi Sekolah Adaptif
Room Zoom. Alhamdulillah hari Sabtu, 31 Juli 2021, diberikan kesempatan untuk mengikuti sharing pendidikan tentang bagaimana menjadi sekolah adaptif. Bersama pakar di bidang pendidikan DR. Sri Susanti Tjahja Dini, M.Pd, Bang Rizqi Tajuddin Edu-Pro serta coach Rio Purboyo Inlead sebagai moderatornya. Menarik tentunya dengan tema yang diangkat, dan dibahas gayeng oleh pakarnya. Dihadiri lebih dari seratus partisipan di kelas zoom. Bagaimana isi sharingnya yukkk…kita simak.
Teruslah Menulis Sesibuk Apapun Anda
Teruslah Menulis Sesibuk Apapun Anda
Menulis menasehati diri. Menulis menginspirasi. Menulis sebagai me time istimewa. Menulis menyalurkan aliran rasa. Menulis menjadi jembatan kebaikan untuk orang lain. Menulis adalah ladang amal. Dengan menulis kebaikan maka akan menjadi penyeimbang tulisan-tulisan negatif. Tulisan kita adalah cara untuk mengajak orang lain berubah. Berubah dari kondisi yang belum begitu baik berbalik menjadikan seseorang itu memiliki semangat berbenah diri.
Sahabat Hebat di Masa Berat
Sahabat Hebat di Masa Berat
“Saat wabah begini, yang penting jangan stres,” pesan dari
salah satu teman. Ada benarnya memang. Selain menjaga asupan
makanan secara kualitas dan kuantitas, pikiran sebaiknya tak dalam
kondisi panas. Tak banyak melihat berita yang memicu ketakutan.
Sang Mahadahsyat sudah memberikan kelengkapan atas semua
ciptaan.
Kisah 10 Sahabat Nabi yang Dijamin Masuk Surga : Abdurrahman bin Auf
Sepuluh tahun sudah berlalu sejak terjadinya peristiwa penyerangan ka’bah, disebuah rumah salah seorang keluarga bani Zuhrah. Tampak seorang laki laki sedang gelisah, dia tengah menanti kelahiran puteranya. Tidak lama kemudian bayi itu lahir, bayi itulah yang kemudian dikenal dengan nama Abdurrahman bin Auf.
Berbenah Menyenangkan
Berbenah Menyenangkan
Berbenah? Ah tidak….! Pasti capek, tidak asyik, malas, menyebalkan. Itu tanggapan sebagian besar orang. Berbenah rumah terutama. Rumah tempat kita tinggal. Rumah tempat kita melepas lelah dan kerinduan pada keluarga. Dari rumahlah kita menemukan semangat. Semangat menjalani aktivitas sehari-hari. Namun tak semua orang begitu perhatian dengan rumahnya. Rumah yang ditinggalinya kerap kali hanya menjadi tempat istirahat untuk melepas penat. Penat dari bekerja di luar rumah.
Padahal rumah yang rapi, bersih, nyaman adalah idaman setiap pasangan. Pasangan suami istri yang bahagia itu juga terlihat dari bagaimana dia memperlakukan rumahnya. Rumah idaman bukan hanya angan. Rumah idaman bukan hanya impian. Tetapi rumah idaman akan bisa diwujudkan dengan berbenah yang asyik tanpa bosan namun justru menyenangkan.
Bagaimana Setan Merusak Keluarga
Ibu adalah kunci keluarga. ibu adalah madrasah anak pertama dan utama. Ibu adalah peran mulia sepanjang waktu. 24 jam sehari ada peran ibu di sana. Bersyukurlah atas peran mulia ibu. Eits, tapi berhati-hatilah wahai ibu ada musuh yang akan ikut di semua peranmu. Berikut ada tulisan keren pengingat diri untuk para ibu.
8 Hari yang Istimewa (4)
“Kelas berapa dek?” Tanyaku pada seorang anak perempuan yang duduk di depan lobi hotel.
“Lima…”, jawabnya singkat.
Sambil saya lihat lagi sekelilingnya. Rupanya dia isoman ke Hotel Asrama Haji sendirian. Hati semakin pilu. Kelas lima usia anak pertama saya. Yang hari ini berangkat swab ke Puskesmas beserta uyut, bapak dan ibu.