Advertisements

Category Archives: biarsehat

Sudut Hijau di Rumah

 

Sudut Hijau di Rumah. Akhir-akhir ini lagi gandrung (baca: tergila-gila) dengan menanam. Tanaman bunga hias menjadi pilihan untuk menghijaukan sekitar rumah. Sudut hijau di rumah adalah sarana cuci mata setiap pagi. Menyegarkan pandangan. Me-refresh penglihatan dari polusi kendaraan dan bisingnya suara knalpot. Adem saat menikmati terus bertumbuhnya berbagai macam bunga hias. Bergantian mekar. Mengoptimalkan sudut-sudut rumah untuk ditanami. Kebahagiaan tersendiri kala mereka tumbuh subur. Tunas-tunas baru bermunculan. Menggantikan tangkai kering yang mulai berwarna kecoklatan. Bagaimana dengan rumahmu kawan? Yuk hijaukan dengan tanaman kesukaanmu. Read the rest of this entry

Advertisements

Biar Ga Mager (Malas Gerak)

Biar Ga Mager (Malas Gerak). Bagaimana kawan saat lagi dalam kondisi  mager (malas gerak)? Lagi tidak ingin mengerjakan apapun, atau hanya ingin rebahan di rumah seharian. Tanpa memikirkan apapun. Relaksasi sebentar. Sejenak berhenti sesaat dari aktivitas harian. Pernah kawan mengalami hal demikian? Read the rest of this entry

Nasi Goreng Semangat

Nasi Goreng Semangat. Mruput sebelum adzan subuh sudah sibuk di dapur. Program rutin si kakak di sekolah barunya membuat semua para bunda harus menyiapkan bekal sarapan menarik. Saya pun baru teringat dengan program rutin yang dilaksanakan setiap akhir bulan ini ba’da maghrib. Karena diingatkan oleh wali kelas. Program ini bernama sarapan bersama. Read the rest of this entry

Agar Hidup Lebih Bahagia

Agar Hidup Lebih Bahagia. Kawan apakah hidup kita sudah bahagia? Mari sejenak kita merenung apa sesungguhnya makna kebahagiaan bagi diri kita. Ukuran bahagia apa saja menurut versi anda. Pasti kita memandangnya dari sudut yang berbeda-beda. Read the rest of this entry

Sehat dengan Berpikir Positif

Sehat dengan Berpikir Positif. Sudah usia berapa kita sekarang? Pembaca blog yang berbahagia, mari kita syukuri nikmat usia kita yang sekarang. Hari ini saya sudah berusia 35 tahun. Alhamdulillah sudah berkeluarga. Dititipi dua amanah anak. Sulung laki-laki. Dan nomer dua perempuan. Di usia ini saya merasa masih banyak hal yang belum optimal pada diri sendiri. Ya, merasa belum optimal menata pribadi yang masih compang-camping ibadahnya. Masih belum memberikan yang allout untuk Sang Maha Suci. Allah SWT. Menata hati, menjaga lisan, memperbaiki amalan maih terus saya upayakan. Agar menjadi istri sekaligus bundanya anak-anak yang oke tak hanya di mata keluarga, namun utamanya dihadapan Sang Khalik. Menata hati bagian dari yang cukup sulit untuk dijaga. Mengapa? Read the rest of this entry

%d bloggers like this: