KHSblog.net – Dampak demo 29 Agustus 2025 di Surabaya bagi sekolahku. Sejak 25 Agustus hingga 29 Agustus 2025, terjadi sejumlah demonstrasi besar-besaran di beberapa daerah. Salah satu daerah itu adalah kota Surabaya. Hari Minggu (31/9) sore, aku mendapat kabar bahwa sekolah akan dilaksanakan daring mulai tanggal 1 September sampai batas waktu yang tidak ditentukan (sampai suasana telah benar-benar kondusif).
Pertama kali mendengar hal itu, aku langsung teringat tentang sekolah di masa covid-19. Saat semua aktivitas harus dilakukan di rumah, sekolah secara daring menggunakan zoom, memotret tugas di buku tulis, dan semacamnya. “waduh, harus siap kuota ini” Pikirku.
Malamnya, aku mendapat amanah untuk mendampingi anak tetanggaku yang satu sekolah dengan saya. Namanya Devano, kelas 1 SD Islam Al-mizan Surabaya. Jadi saat hari senin, aku memiliki 2 tugas. Mengerjakan tugas sekolah, dan mendampingi Devano. So, pukul 6.30 aku bersiap ke rumah Devano bersama bundaku. Di rumah Devano, pertama tama aku meminta nomor mama Devano. Agar jika ada tugas atau semacamnya bisa langsung terhubung. Setelah menerima tugas Devano, aku juga bersiap memasuki link google meet grup mengaji karena waktu menunjukkan pukul 7.15.
Pukul 7.55 sesi mengaji telah selesai. Berganti dengan sesi pembelajaran. Sebelum pelajaran dimulai, aku menyempatkan diri pulang ke rumah (tak lupa izin ke Oma–nenek Devano) untuk mengambil keperluan. Setelah mengambil beberapa lauk dan botol air minum, aku kembali ke rumah Devano membawa tas berisi buku pelajaran dan botol air minum. Tanganku memegang piring yang ku bawa dari rumah. Tepat aku duduk, notifikasi link google meet telah dikirim. Aku izin mengikuti pelajaran sembari sarapan (alhamdulillah diizinkan;v), tidak untuk ditiru ya.
Tugas Devano hari itu hanya 4 mata pelajaran, mengirim voice note murajaah, dan mengirim video hafalan. Untuk voice note murajaah, Devano sudah didampingi ayahnya sebelum berangkat kerja. Lalu 4 mata pelajaran itu diantaranya Qurdist–mengerjakan di buku tulis, Aqidah–mengerjakan di buku tulis, matematika–mengerjakan file soal di buku tulis, dan seni rupa–praktik pencampuran warna. Sembari mengikuti pembelajaran, aku juga menemani Devano mengerjakan bersama neneknya.
Sekitar pukul 10.30, tugas Devano tersisa seni rupa dan merekam video hafalan surah al Lail. “Devano minta sama Oma mas, kata Devano kasihan mas Bima capek nungguin aku hafal” ucap Oma. Aku juga mendapat pesan dari mama Devano bahwa tugas seni rupa tidak perlu didampingi aku, karena ribet mencampur warna di buku gambar. Lantas aku berpamitan ke Oma dan berterimakasih karena di beri susu frisian flag 250ml rasa strawberry dan cokelat 4 kotak.
Di rumah, aku melanjutkan mengerjakan tugas-tugas dan google meet lainnya hingga pukul 13.40. Secara keseluruhan, demo ini membawa dampak negatif untuk aku. Karena menurutku, kurang lengkap rasanya jika sekolah tidak bertatap muka dan bertemu langsung. Kayak beda aja gitu vibesnya. Sekian curhatan singkatku.
Terimakasih telah membaca.
Baca juga :
- Dampak demo 29 Agustus 2025 di Surabaya bagi sekolahku
- Pengalaman baruku di kelas 6 SDIT Permata Surabaya
- Tips Mempersiapkan Hari Pertama Anak Sekolah
- Berbagi Resume Sharing Pendidikan: Menjadi Sekolah Adaptif
- Sekolah Vs Orangtua = “Klik”
- Omah Sinau Annur Toko Buku Online Berkualitas dan Bermutu
- Mempersiapkan Kematangan Sosial Emosional dan Kognitif Anak (Untuk Mempersiapkan Anak Masuk SD)
- Cara gambar kucing bila tak ada bakat ngegambar…sungguh tak terduga…xixixxi
- Gokil, topeng anak ujian sekolah ini kayak mau perang….hahahaha
- Pengorbanan sang Ayah untuk anaknya yang ngambek gak sekolah karena gadget android
One thought to “Dampak demo 29 Agustus 2025 di Surabaya bagi sekolahku”