Category Archives: asalnulis

Tugas Cuci Piring

Tugas Cuci Piring

Sudah tiga hari ini si sulung membantu cuci piring. Awalnya dilatar belakangi oleh tugas sekolah. Kebaikan memang kadang harus dipaksa untuk dilakukan. Niat awalnya kini pelan-pelan berubah. Si sulung mau bantu cuci piring setiap selesai makan. Adem mendengar pernyataan dari si sulung yang kini masuk kelas enam.

Read the rest of this entry

Merawat Blog

Merawat Blog. Tulisan yang disajikan setiap hari, atau dua hari, tiga hari, atau seminggu sekali di ruang menulismu bukanlah hal yang sulit. Dengan syarat niat dan mau untuk disiplin. Salah satunya adalah menulis di ruang kesukaan kita blog misalnya. Perlu tekad, komitmen serta mau untuk menjaga keteraturan kapan untuk memosting tulisan di blog. Read the rest of this entry

Tangki Kesabaran

Tangki Kesabaran. “Kapan ndang mrene ndhok?”, tanya mbah dhok kepada cucunya.

“Dua puluh hari lagi mugo korona e lungo yo dhok, ndang iso mrono”. Jawab anak perempuan saya. Read the rest of this entry

Dapur Istimewa

Dapur Istimewa. Setiap kaum hawa suatu saat pasti ingin pergi ke dapur. Meski dia tak sehandal koki hebat dari restoran ataupun hotel berbintang. Perempuan, ataupun dia berstatus sebagai istri bahkan menjadi ibu, beralasan tak bisa memasak tapi suatu saat dalam kondisi “terpaksa” pasti akan ke dapur.

Read the rest of this entry

Menulis Sebagai Kebutuhan

Menulis Sebagai Kebutuhan. “Jadikanlah menulis sebagai sebuah kebutuhan. Sebagaimana kita merasa lapar karena butuh asupan makan, maka menulis juga demikian. Ada metabolisme dalam intelektualitas sehingga merasa dinamis, ada kalanya kenyang dan ada kalanya lapar. Seringkali orang enggan untuk makan hanya karena yang bersangkutan tidak punya selera makan. Dalam konteks penulisan lebih banyak hal demikian terjadi. Banyak orang pandai enggan menulis karena tidak punya selera menulis. Selera butuh rangsangan untuk menumbuhkannya.” (Redi Panuju)

%d bloggers like this: