Category Archives: inspiring

Anak Kreatif dengan Coret-coret Tembok (#2)

Anak Kreatif dengan Coret-coret Tembok. Anak dengan segala keunikannya , akan mendorong kita untuk selalu belajar. Belajar memahami karakter anak secara utuh. Bahwa setiap anak memiliki potensi unik serta kreativitasnya masing-masing. Termasuk salah satunya adalah kreativitasnya mencoret-coret tembok. Tak perlu marah, yang bisa mematikan daya imajinasi anak lewat coret-coret tembok.

Read the rest of this entry

Anak Kreatif dengan Coret-coret Tembok

Anak Kreatif dengan Coret-coret  Tembok. Masa pandemi ini beruntunglah bagi mereka yang mengisinya dengan aktivitas produktif. Salah satunya adalah membaca dan menulis. Menulis dan membaca ibarat dua sisi mata uang. Tak bisa dipisahkan. Sahabat warganet sudah baca buku apa saja selama pandemi? Read the rest of this entry

Wakaf Istimewa

Wakaf Istimewa

“Apabila seorang muslim meninggal, maka amalannya terputus kecuali dari tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholih yang mendoakannya,” (hadist yang diceritakan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah)

Belajar ilmu pengetahuan apapun haruslah. Tapi belajar imu agama adalah utama. Kali ini saya berbagi tentang wakaf. Kebayang ga sih kalo wakaf itu sangat membantu kondisi ummat. Apalagi saat situasi dan kondisi pandemi kayak gini. Manfaat wakaf begitu dahsyat apabila dioptimalkan pengelolaannya.
Read the rest of this entry

Tangki Kesabaran

Tangki Kesabaran. “Kapan ndang mrene ndhok?”, tanya mbah dhok kepada cucunya.

“Dua puluh hari lagi mugo korona e lungo yo dhok, ndang iso mrono”. Jawab anak perempuan saya. Read the rest of this entry

Menulis Sebagai Kebutuhan

Menulis Sebagai Kebutuhan. “Jadikanlah menulis sebagai sebuah kebutuhan. Sebagaimana kita merasa lapar karena butuh asupan makan, maka menulis juga demikian. Ada metabolisme dalam intelektualitas sehingga merasa dinamis, ada kalanya kenyang dan ada kalanya lapar. Seringkali orang enggan untuk makan hanya karena yang bersangkutan tidak punya selera makan. Dalam konteks penulisan lebih banyak hal demikian terjadi. Banyak orang pandai enggan menulis karena tidak punya selera menulis. Selera butuh rangsangan untuk menumbuhkannya.” (Redi Panuju)

%d bloggers like this: