KHSblog.net- Ketika “Ibu Guru” Mengetuk Pintu Rumah: Hangatnya Cerita Home Visit Si Kecil. Pernahkah Anda melihat binar mata anak usia dini yang mendadak sangat cerah hanya karena mendengar nama gurunya disebut? Bagi anak-anak di usia emas ini, sosok guru di sekolah adalah pahlawan tanpa jubah setelah orang tua mereka. Maka, bisa dibayangkan betapa heboh dan bahagianya dunia mereka ketika sang pahlawan itu tiba-tiba datang dan mengetuk pintu rumah sendiri. Itulah kebahagiaan luar biasa yang mampir ke rumah kami akhir pekan ini.

Alhamdulillah, Sabtu siang ini (6 Juni 2026) sekitar pukul 13.00 WIB, putri ketiga kami, si kecil Anindya yang saat ini masih menikmati masa-masa indahnya di jenjang taman kanak-kanak (TK)—mendapatkan kejutan besar. Program home visit dari sekolah akhirnya tiba pada gilirannya.
Bagi saya, home visit adalah program keren yang mampu mensinergikan pengasuhan orang tua di rumah dengan aktualisasi anak di sekolah. Melalui program ini, guru kelas akan meluangkan waktu untuk mengunjungi setiap anak didik secara bergiliran. Jadi, setiap anak memiliki satu kali jatah kunjungan yang spesial.
Selama ini, mungkin masih ada anggapan bahwa anak yang dikunjungi gurunya ke rumah adalah anak yang sedang bermasalah atau memiliki segudang catatan di sekolah. Secara teoretis, WS. Winkel (1995:76) memang menyatakan bahwa bagi kebanyakan sekolah, home visit adalah salah satu teknik pengumpulan data dengan jalan mengunjungi rumah anak didik untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi, serta melengkapi data yang sudah ada.
Namun, cerita di jenjang taman kanak-kanak sungguh berbeda. Di sini, home visit bertujuan untuk saling menguatkan, mensinergikan, serta memotivasi kecakapan apa saja yang sudah baik dan mana yang masih perlu diasah. Melalui kunjungan ini, pihak sekolah juga bisa menyelaraskan data tertulis tentang pola asuh yang disampaikan orang tua saat mendaftarkan anak dengan realita di lapangan. Pertanyaannya: apakah sudah sesuai dengan komitmen yang tertulis atau belum?

Bagi anak usia dini, kunjungan guru adalah hadiah dan kejutan spesial yang membuat mereka riang bahagia. Bagaimana tidak? Anak-anak di usia ini memiliki kecenderungan untuk sangat dekat dengan guru mereka, yang menjadi role model kedua setelah orang tua. Apapun perilaku, ucapan, dan tingkah laku guru akan diserap oleh anak layaknya spons. Terkadang kita tersenyum sendiri saat mendengar celetukan mereka, “Lho, kata Bu Guru harus begini…” atau “Bu Guru biasanya melakukan ini…” Segala hal selalu merujuk pada kata gurunya.
Ikatan atau klik antara orang tua dan sekolah akan sangat tampak dalam momen kunjungan ini. Ruang dialog terbuka lebar. Kami bisa saling berbagi cerita tentang perkembangan anak di sekolah dan perilakunya di rumah. Masukan, saran, serta motivasi dari guru sangat kami butuhkan agar target perkembangan anak bisa ditunaikan sesuai dengan tahapan usianya. Percayalah, obrolan seru terkait tumbuh kembang anak seperti ini rasanya tidak akan pernah cukup jika hanya dibatasi waktu dua atau tiga jam saja!
Home visit bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan jembatan hati untuk membangun hubungan yang kian erat. Bagi kami, kedatangan guru ke rumah sangatlah membantu, mengingat ilmu pengasuhan yang kami miliki sebagai orang tua masih begitu sedikit dan perlu terus di-upgrade.
Terima kasih banyak atas kunjungannya ke rumah kami siang ini, Ibu Guru. Semoga setiap langkah kaki dan rasa lelahmu dalam mendidik tunas-tunas bangsa dicatat sebagai amal jariyah yang mengalirkan pahala tanpa putus. Selamat melanjutkan petualangan home visit yang membahagiakan!
baca juga :
- Ketika “Ibu Guru” Mengetuk Pintu Rumah: Hangatnya Cerita Home Visit Si Kecil
- Mendidik, Bukan Sekadar Mengajar
- Penghujung Tahun Dharma Wanita Persatuan Dispendik Kota Surabaya Berikan Apresiasi Siswa dan Guru Berprestasi, Begini Keseruannya
- Berbagi Resume Sharing Pendidikan: Menjadi Sekolah Adaptif
- Guru Kunci Peradaban
- Sekolah Baru di Hari Pertama Sekolah
- FLP Gresik Menyapa Guru PAUD
- Siswa asal Madura ini aniaya guru hingga tewas, enaknya diapain ini?
- Apa itu Skip challenge / pass out challenge ? Yuuk kenali bahayanya mantemasn
- Pertanyaan soal jumlah sendok di pelajaran matematika anak SD ini bikin mumet ahli bahasa saja….. hahahaha.