KHSblog.net- Bukan Sekadar 6.209 Hari Bersama: Catatan Syukur 17 Tahun Pernikahan. Alhamdulillah wa syukurillah bini’matillah….
Hari ini, tepat 17 tahun sudah Allah menyatukan kami dalam ikatan pernikahan yang suci. Ini bukan sekadar soal angka, bukan pula hanya tentang bagaimana kami telah melalui 6.209 hari bersama di bawah satu atap yang sama.
Bagi kami, perjalanan ini adalah tentang proses tanpa henti untuk terus saling mengenal, memahami, meringankan beban, membantu, bahkan saling berkorban. Sebuah perjalanan panjang yang kami tempuh demi satu tujuan: mengharapkan cinta dan rida-Nya.

Sebagai orang tua, kami menyadari bahwa rumah tangga ini adalah madrasah tempat kami mengumpulkan bekal untuk pulang ke kampung halaman yang sesungguhnya, yaitu akhirat. Karena itu, kami yang kini berstatus sebagai ayah dan ibu, harus terus saling mengingatkan untuk selalu taat kepada Allah Yang Mahadekat.
Pernikahan adalah Ibadah dan Pengorbanan
Menikah itu berarti bersatu dalam ketaatan, mengalah dalam ego, serta melangkah bersama dalam amal kesalehan. Pernikahan adalah ibadah, bukan semata-mata untuk mengejar kesenangan duniawi, melainkan sebuah pengorbanan demi meraih rida Allah SWT.
Tujuan pernikahan tentu saja untuk mencapai sakinah, mawadah, dan rahmah. Namun, seiring berjalannya waktu, kami belajar memaknai ketiga kata indah tersebut dengan lebih nyata:
- Sakinah adalah ketika kita melihat kekurangan pasangan, namun kita mampu menjaga lidah untuk tidak mencelanya.
- Mawadah adalah ketika kita mengetahui kekurangan pasangan, namun memilih untuk menutup sebelah mata atas kekurangan tersebut, lalu membuka mata yang lain untuk berfokus pada kelebihannya.
- Rahmah adalah ketika kita mampu menjadikan kekurangan pasangan sebagai ladang amal kebaikan untuk diri kita sendiri.
Saling mencintai pasangan halal harus berlandaskan iman. Saling menjaga karena bernilai ibadah di hadapan-Nya. Saling mengingatkan dan menguatkan untuk terus taat kepada Allah SWT. Maka, tak ada alasan apa pun di dunia ini yang dapat meretakkan sebuah rumah tangga, kecuali jika pasangan itu durhaka kepada Allah. Dan tidak ada alasan apa pun di dunia ini untuk berpisah, kecuali karena telah berpulang ke Rahmatullah.

Untaian Terima Kasih kepada Pemilik Hati
Di titik 17 tahun ini, dada kami bergemuruh oleh rasa syukur atas nikmat ibadah bernama rumah tangga.
Ya Allah, terima kasih telah menjaga pernikahan kami sejauh ini. Terima kasih telah menguatkan kami dalam bingkai ketaatan kepada-Mu. Terima kasih atas semua kemudahan yang Engkau berikan dalam menyelesaikan konflik keluarga serta ujian yang hadir selama kami mengarungi bahtera rumah tangga.
Terima kasih ya Allah, karena Engkau telah meluapkan kesabaran di dalam hati ini untuk membersamai suami yang tentu tak luput dari kesalahan dan kekhilafan. Sesungguhnya, kami bukan apa-apa tanpa campur tangan-Mu di setiap detik perjalanan yang tentu saja tidak mudah ini.
Terima kasih karena Engkau telah melapangkan dada kami agar terus setia pada janji ikatan pernikahan, untuk saling memaafkan dan menerima segala kekurangan pasangan. Terima kasih atas segala karunia dan nikmat ibadah berumah tangga ini.

Tiga Kunci Menjaga Layar Tetap Terkembang
Setiap rumah tangga pasti memiliki rangkaian alur cerita uniknya sendiri. Setiap keluarga pasti memiliki permasalahan, namun kami percaya Allah telah menyiapkan solusinya. Berdasarkan perjalanan sejauh ini, kami menemukan tiga kunci utama:
- Komitmen Ibadah: Pasangan yang tidak pernah melalaikan salat lima waktunya.
- Semangat Belajar: Suami istri yang terus belajar dan saling mengajak untuk hadir di majelis ilmu.
- Keteladanan: Ayah dan ibu yang berusaha memiliki akhlak mulia agar bisa menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya.
Berapa pun usia pernikahan kita saat ini baik yang baru berjalan, belasan tahun, 20 tahun, atau bahkan sudah di atas 25 tahun jagalah ikatan itu dengan iman. Luruskan kembali niat saat arah mulai tersesat, dan saling menasihati agar tidak tergelincir dalam maksiat.
Semoga Allah SWT terus menjaga kami menjadi pasangan suami istri yang selalu terbingkai dalam kebaikan dan ketaatan. Izinkan kami menjadi pasangan suami istri di dunia hingga ke surga-Mu kelak.
Aamiin ya Rabbal ‘aalamiin.

baca juga :
- Bukan Sekadar 6.209 Hari Bersama: Catatan Syukur 17 Tahun Pernikahan
- 7 Kebiasaan Yang Menyelamatkan Pernikahan
- Membersihkan Racun Pernikahan #1
- Bagaimana Menciptakan Percakapan yang Tidak Membosankan di Sepanjang Kehidupan Pernikahan?
- Lima Racun Pernikahan
- Rumah Tangga Butuh Ruang Bercerita
- Renungan Pernikahan
- Menuliskan 1 Hari 1 Kebaikan Pasangan
- Menikah Ibadah Sepanjang Masa
- Dosa yang merusak Pernikahan