Skip to main content

Delapan “Tidak” yang Membuat Keluarga Retak

KHSblog.net- Delapan “Tidak” yang Membuat Keluarga Retak. Pernikahan bahagia adalah dambaan semua manusia. Realitasnya, ada pernikahan yang sehat sejahtera, mereka mendapatkan kebahagiaan sempurna. Ada pula pernikahan yang tidak sehat dan tidak sejahtera, mereka merasakan penderitaan tak terkira. Kita menyebutnya toxic marriage.

Berikut ini cuplikan dari sebagian tulisan Cahyadi Takariawan berjudul Toxic Marriage Mewaspadai Racun Pernikahan. Di antara tanda-tanda pernikahan yang toksik adalah delapan “tidak” yang membuat retak sebuah pernikahan, yaitu :

  1. Tidak Mau Berubah

Pasangan suami istri semestinya berproses bersama, melakukan adaptasi untuk mencapai titik kesesuaian dan kenyamanan hubungan. Keduanya harus bersedia berubah menyesuaikan diri dengan harapan pasangan. Adaptasi adalah sebuah keharusan di sepanjang perjalanan kehidupan berumah tangga.

  1. Tidak Mau Menerima Kondisi Pasangan

Menikah itu artinya siap menerima kondisi pasangan yang belum diketahui ketika sebelum menikah. Jangan menyesal menikah dengannya karena mengetahui ada sifat, karakter, atau kondisi yang sebelumnya tidak diketahui. Terimalah kondisi pasangan Anda, untuk bersama-sama berubah menuju kondisi yang lebih baik.

  1. Tidak Peduli Kondisi Pasangan

Ketika suami sudah mulai mengabaikan istri dan istri mulai mengabaikan suami, kehidupan pernikahan mereka sudah mulai terancam. Suami tidak peduli perasaan istri, pun istri tidak peduli perasaan suami. Ketika tengah di rumah, suami dan istri asyik berkegiatan sendiri-sendiri, tidak saling memedulikan, saling mengabaikan, ini adalah ciri pernikahan yang tidak sehat.

  1. Tidak Pernah Merasa Bersalah

Salah satu tanda pernikahan yang tidak sehat adalah adanya suasana saling menyalahkan antara suami dan istri. Keduanya mudah menuduh dan menuding, saling melempar kesalahan dan sulit untuk berdamai. Suami dan istri tidak pernah merasa bersalah atas apa yang terjadi dalam rumah tangga mereka. Tidak mau introspeksi diri, seakan kesalahan selalu ada pada pasangan.

  1. Tidak Bersabar Melalui Proses

Kadang istri terlalu cepat merasa putus asa terhadapa suami, dan suami terlalu cepat merasa putus asa terhadap istri.Ketika harapan pasangan tidak didapatkan, suami dan istri merasa mentok dan berputus asa, seakan tak ada harapan perbaikan.

  1. Tidak Bisa Terbuka terhadap Pasangan

Suami dan istri semestinya saling sharing, mengungkapkan harapan dan keinginan secara leluasa. Ketika mereka berdua lebih banyak diam dan memendam harapan dan keinginan, padahal sangat banyak hal yang ingin didapatkan dalam kehidupan pernikahan.

  1. Tidak Mau Menjadi Pendengar

Komunikasi yang lancar adalah salah satu tanda kesehatan pernikahan. Ketika suami dan istri tak ada yang mau menjadi pendengar, pertanda pernikahan mereka tidak sehat. Keduanya tidak betah mendengarkan pembicaraan pasangan. Maunya bicara dan harus didengarkan, tetapi dirinya tidak mau mendengarkan. Sikap ini tentu sangat menjengkelkan bagi pasangan.

  1. Tidak Bisa Menghargai Pasangan

Semua manusia akan merasa bahagia apabila dihargai.  Hendaknya istri mampu menghargai suami, bagaimanapun kapasitas dirinya, ia adalah suami Anda. Hendaknya suami mampu menghargai istri, bagaimanapun kondisi dirinya, ia adalah istri Anda. Hargai pendapatnya, hargai posisinya, hargai keadaannya, hargai pengorbanannya, hargai kesetiaannya, hargai pelayanannya.

 

Inilah di antara tanda kehidupan pernikahan yang toksik. Delapan “tidak” tersebut, bisa membuat keluarga retak. Waspadalah!

baca juga :

Tinggalkan Balasan