Renungan Pernikahan

Ibadah terlama adalah menikah. Menikah bukan hanya untuk mengganti status jomblo. Ikatan pernikahan tidak hanya disaksikan oleh para hadirin saat ijab qabul, namun disaksikan oleh Sang Pemilik Cinta. Ijab qabul yang menjadi janji kepada-Nya, untuk membina rumah tangga. Sejak ijab qabul diucapkan maka status istri dan suami sudah disandang.

Bersyukur bagi yang sudah menikah, dipertemukan-Nya dengan jodoh di waktu dan kondisi terbaik. Banyak para jomblo yang mendamba untuk segera bertemu pasangan halalnya. Menikah tak hanya berbekal saling mencintai, tak hanya bermodal materi, tak hanya karena wajah pasangan yang rupawan. Ada bekal yang jauh lebih utama dari itu semuanya.

Setiap pasangan suami istri memiliki suka dan duka dalam mengarungi bahtera rumah tangganya. Ada yang usia pernikahannya baru seumur jagung, ada yang sudah melalui tahapan romantic love, ada yang sudah belasan tahun, hingga ada yang sudah di atas 20 tahun. Lamanya usia pernikahan bukan berarti tanpa tantangan.

Setiap suami dan istri pasti memiliki cara untuk terus meneguhkan ikatan pernikahan. Menemukan seribu satu cara untuk menjaga keharmonisan keluarga. Sejenak mari kita renungkan pernikahan yang sudah berjalan hingga di titik ini.

Jika landasan pernikahan adalah seks, maka bersiap-siaplah engkau akan kerap bertengkar jika layanan di kamar tidur tidak memuaskan.

Jika landasan pernikahan adalah harta, maka bersiap-siaplah engkau akan bercerai jika jatuh miskin.

Jika landasan pernikahan adalah tubuh (fisik), maka bersiap-siaplah berpisah saat tiba-tiba rambut berubah, muka berkerut, tampak tua atau badan sudah menjadi gendut.

Jika landasan pernikahan adalah anak, maka bersiap-siaplah, pasangan akan mencari alasan untuk pergi jika buah hati (anak) tidak kunjung hadir.

Jika landasan pernikahan adalah cinta, hati manusia itu tidak tetap dan mudah terpikat pada hal-hal yang lebih, lagi pula manusia yang dicintai pasti masti.

Namun, jika landasan pernikahan adalah karena IMAN. Menikah dalam rangka beribadah kepada Allah. Maka tak ada alasan apapun di dunia yang dapat meretakkan rumah tangga, kecuali jika pasangan itu durhaka pada Allah. Tidak ada alasan apapun di dunia ini untuk berpisah kecuali karena berpulang ke Rahmatullah.

Saling mencintai pasangan halal karena iman. Saling menjaga pasangan halal karena untuk ibadah kepada-Nya. Saling mengingatkan dan menguatkan pasangan halal untuk terus taat pada Allah Yang Mahadekat.  (nra)

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 18 July 2022, in keluargaharmonis and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: