Skip to main content

Lima Pilar Ketahanan Keluarga dari Kisah Nabi Ibrahim ’alaihissalam

KHSblog.net- Lima Pilar Ketahanan Keluarga dari Kisah Nabi Ibrahim ’alaihissalam. Di tengah gempuran yang menghantam keluarga hari ini, ada keluarga yang Allah abadikan sebagai inspirasi. Lima pilar Ketahanan Keluarga dari kisah Nabi Ibrahim’ alaihissalam. Tulisan ini bersumber dari laman akun instagram @aha.faruqi. Berikut isi tulisannya yang bisa dijadikan muhasabah bagi setiap keluarga.

Hari ini banyak rumah tampak baik-baik saja dari luar. Tapi diam-diam komunikasinya dingin, emosinya lelah, hatinya saling jauh, jiawanya kehilangan tempat pulang.

Kita hidup di zaman predator seksual semakin dekat, pornografi semakin mudah, KDRT semakin banyak, anak-anak kehilangan rasaa aman, keluarga makin rapuh secara emosi. Kadang yang melelahkan bukan dari dunia luar. Tapi perjuangan menjaga rumah tetap hangat.

Ada anak yang lebih nyaman diam di kamar. Lebih percaya internet daripada orang tuanya. Lebih takut pulang daripada sendirian. Padahal rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi jiwa. Ironisnya, hari ini banyak keluarga terkoneksi internet, tapi tidak terkoneksi hati. Ada wifi, tapi tidak ada ruang untuk saling mendengar. Ada gadget, tapi tidak ada pelukan. Ada rumah, tapi tidak terasa “pulang”. Dan mungkin yang sedang hilang dari banyak keluarga hari ini bukan hanya waktu bersama, tapi iman, keteladanan, komunikasi, syukur dan doa. Makanya keluarga hebat tidak dibangun secara asal. Karena keluarga yang kuat bukan kebetulan. Ia dibangun dengan kesadaran, perjuangan, cinta dan pertolongan Allah.

Menariknya di tengah rusaknya banyak keluarga hari ini, Allah menghadirkan satu keluarga untuk ditadabburi. Keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Padahal keluarga Nabi Ibrahim bukan keluarga tanpa ujian. Mereka diuji dengan penantian panjang, pengorbanan, rasa kehilangan, perpisahan, bahkan ujian yang membuat hati manusia bergetar. Namun jsutru karena itu Allah menjadikan mereka keluarga pilihan.

Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah telah memilih keluarga Ibrahim..”(QS. Ali Imran ayat 33)

Masyallah ternyata keluarga hebat bukan keluarga tanpa ujian. Tapi keluarga yang tetap berjalan menuju Allah di tengah ujian. Lalu apa yang membuat keluarga Nabi Ibrahim begitu kuat? Ternyata bukan kekayaan. Bukan kemudahan hidup. Tapi ada 5 Pilar yang menjaga rumah mereka tetap hidup.

  1. KEIMANAN

Nabi Ibrahim membangun keluarganya di atas iman. Karena iman membuat hati tetap punya arah, tetap punya harapan, dan tetap tenang meski dunia berubah. Keluarga tanpa iman seperti kapal bear tanpa kompas.

  1. KETELADANAN

Anak-anak tidak hanya mendengar kehidupan orang tuanya, mereka sedang merekamnya. Cara kita marah. Cara kita bicara. Cara kita memperlakukan pasangan. Diam-diam sedang membentuk jiwa anak.

  1. KOMUNIKASI

Ketika berbicara kepada Ismail, Nabi Ibrahim berkata: “Yaa bunayya” (wahai anakku). Lembut. Tidak membentak. Tidak merendahkan. Karena hati manusia lebih mudah dibuka dengan cinta daripada tekanan.

  1. SYUKUR

Tentang Nabi Ibrahim Allah berkata:

“Ibrahim adalah hamba yang bersyukur atas nikmat-nikmat Allah” (QS. An-Nahl ayat 121)

Kadang rumah terasa sempit bukan karena kurang nikmat. Tapi karena terlalu sibuk melihat yang belum ada.

  1. DOA

Nabi Ibrahim bukan hanya membangun keluarganya dengan usaha. Beliau juga membangun dengan air mata doa.

“Ya Rabbku, jadikan aku dan keturunanku orang-orang yang mendirikan shalat”

Karena ada hati yang tidak bisa disentuh oleh ceramah. Tapi bisa dilembutkan oleh doa.

Mungkin anak-anak kita tidak membutuhkan orang tua yang sempurna. Tpi mereka membutuhkan rumah yang tenang, cinta yang terasa, hati yang hadir, dan orang tua yang terus belajar berjalan menuju Allah.

Karena keluarga yang kuat bukan keluarga yang bebas masalah, tapi keluarga yang tetap saling menggenggam meski dunia di luar sedang tidak baik-baik saja.***

baca juga :

Tinggalkan Balasan