Advertisements

Pengaruh miras, tersinggung…anak tikam pisau ibunya hingga meninggal dunia

Akibat tersinggung karena diomeli oleh sang ibu membuat Sigit (35) gelap mata hingga menikamnya dengan pisau dapur. Akibat perbuatannya ini  Suciati Ningsih, 54, warga Jalan Sememi gang VI No 15, Surabaya ini meninggal dunia setelah dirawat di Rumah Sakit Bhakti Darma Husada (RS BDH) dan dirujuk ke RSU dr Soetomo, Surabaya. Padahal belum genap 40 hari meninggalnya sang Ayah….Duh Gusti ….bener-bener Anak durhaka dan durjana nian si Sigit ini.

anak tusuk ibu kandung hingga tewas di surabaya januari 2016

Kronologis sekilas mengutip Radar Surabaya (19/1), aksi penusukan tersebut bermula saat Suciati mendatangi warung kopinya yang berada tidak jauh dari rumahnya pada Minggu (17/1) sekitar pukul 08.00. Saat itu, Suciati melihat anaknya, Sigit, sedang tidur di warung. Sigit yang bersama anak dan istrinya masih menumpang hidup bersama di rumah ibunya itu tertidur setelah berjaga di warung tersebut pada Sabtu malam (16/1). Selama ini, warung kopi tersebut memang dijaga bergantian oleh Suciati dan Sigit. Suciati menjaga warung dari pagi hingga sore hari. Sementara Sigit mendapat giliran jaga pada malam hari.

Saat itu, Suciati membangunkan Sigit yang bekerja sebagai sopir truk ini untuk meminta uang hasil penjualan warung semalam. Sebab setelah diperiksa di laci penyimpanan uang, Suciati tidak menemukan sepeser pun uang hasil penjualan warung yang dijaga Sigit. Suciati membangunkan Sigit untuk menanyakan uang tersebut. Setelah dibangunkan berulangkali, akhirnya anak ketiga Suciati ini terbangun.

Saat itulah, Suciati langsung menanyakan uang hasil penjualan warung. Namun setelah mendengar jawaban anaknya, Suciati terkejut karena uang hasil penjualan warung sebesar Rp 350 ribu sudah dihabiskan oleh Sigit. Padahal, rencananya uang tersebut akan digunakan untuk kulakan warung. Suciati semakin marah lantaran Sigit mengaku kalau uang tersebut dihabiskan untuk membeli miras.

Saat itulah, Suciati langsung memarahi Sigit habis-habisan. Sebab, perbuatan anaknya itu bukanlah kali pertama dilakukan. Bahkan, bapak tiga anak tersebut sebelumnya juga menghabiskan uang warung Rp 300 ribu. Berbagai omelan pun dilontarkan oleh Suciati. Namun bukannya menyadari kesalahannya, Sigit malah ganti naik pitam dan memarahi ibunya. Dia langsung menuju ke dapur dan mengambil pisau. Ia pun kembeli menemui Suciati dan menusukkan pisau dapur tersebut sebanyak 5 (lima) kali ke bagian punggung dan pinggang ibunya. Karena tikaman tersebut, Suciati langsung terkapar bersimbah darah dan dilarikan ke Rumah Sakit. Dan akhirnya meninggal dunia pada hari Senin, 18 Januari 2016 kemarin.

Bacaan : Radar Surabaya (19/1)

————————-

Contact KHS :
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : setia1heri
Whatsapp : 085608174959
PIN BBM : 584929B8

Advertisements

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 19 January 2016, in soerabaia and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 10 Comments.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: