KHSblog.net- Membersihkan Racun Pernikahan #2. Masih melanjutkan pembahasan tentang bagaimana membersihkan racun pernikahan nasihat dari ustad Cahyadi Takariawan dari tulisan sebelumnya. Yuk kita tuntaskan baca resumenya berikut ini.

4. Lakukan Refreshing Cinta
Segarkan cinta Anda, baik secara spiritual, emosional, intelektual maupun rekreasional. Hendaknya suami dan isteri menyempatkan waktu untuk selalu memperbarui niat dan visi berumah tangga. Ada hal-hal spiritual yang menjadi pengikat hubungan suami dan isteri, bukan semata-mata ikatan formal berupa surat nikah dan ikatan keinginan nafsu.
Pernikahan adalah ikatan sakral atas nama Tuhan, yang dimaksudkan untuk menguatkan mata spiritual dalam kehidupan suami dan isteri. Menunaikan ibadah berdua adalah sebuah contoh refreshing cinta yang bercorak spiritual. Ini memberikan ruang-ruang yang memadai bagi suami dan isteri untuk melakukan kontemplasi, evaluasi, introspeksi dan retrospeksi (refleksi diri)
Kedua belah pihak berusaha untuk menyegarkan ikatan motivasi, ikatan visi, ikatan spirit yang membuat mereka bersepakat untuk membentuk sebuah keluarga.
Refreshing secara emosional, dilakukan dengan menyegarkan kembali ikatan batin yang saat awal pernikahan terjadi sedemikian kuat. Ada suasana batin yang tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata, terjadi sedemikian erat dan kuat, tidak terpisahkan, dan saling tergantung satu dengan lainnya. Janji yang terucap saat akad nikah bukan semata-mata mengikuti tuntutan formalitas petugas pernikahan dari KUA dan tokoh agama, namun janji itu muncul dari kedalaman jiwa, dari suasana emosi yang sangat kuat dalam dada, dan dari suara batin yang paling dalam.
Ingat kembali masa-masa indah pada saat menjelang pernikahan, saat-saat bersejarah saat melaksanakan akad nikah, dan hari-hari pertama dalam kehidupan rumah tangga. Bawa kembali suasana itu ke dalam kehidupan sekarang, setelah berjalan menempuh perjalanan panjang dalam keluarga.
5. Sabar Melewati Kerumitan Proses
Saat berada dalam kubangan racun pernikahan, suasana terasa menjadi rumit. Suami dan istri berada dalam suasana yang kaku dan saling asing, ada suasana tidak nyaman menyelinap di antara mereka. Hendaknya segera menempuh prosedur detoksifikasi, dan bersedia bersabar dalam melewati proses untuk pembersihan racun tersebut, walau seperti apa pun rumitnya.
Jika pasangan suami istri bersedia melewati proses dan prosedur pembersihan racun, maka sesungguhnya tidak ada racun yang tidak bisa dibersihkan. Tidak ada masalah yang rumit, jika kedua belah pihak bersedia mengurai secara bijak, dan berusaha merajut kembali cinta yang mulai terkoyak karena adanya masalah. Racun akan dinetralkan, masalah menjadi selesai, konflik bahkan berubah menjadi cinta, jika bersedia melewati proses dan prosedurnya.
6. Release dan Forgiveness
Ayat-ayat dalam Al Qur’an memerintahkan agar memaafkan kesalahan orang lain:
- “Jadilah kamu pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf” (QS. Al A’raf : 199).
- “Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima). Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun” (QS. Al Baqarah : 263).
- “Jika kamu melahirkan sesuatu kebaikan atau menyembunyikan atau memaafkan sesuatu kesalahan (orang lain), maka sesungguhnya Allah Maha Pema’af lagi Maha Kuasa” (QS. An Nisa : 149).
- “Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan” (QS. Asy-Syura : 43).
- “Barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim” (Asy Syura: 40).
- “Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang” (At Taghabun : 14).

Dalam berbagai hadits, Nabi Saw mengarahkan kita agar memberi maaf kepada orang lain:
- “Sayangilah makhluk maka kamu akan disayangi Allah, dan berilah ampunan niscaya Allah mengampunimu” (Shahih Al Adab Al Mufrad no. 293).
- “Tidaklah shadaqah mengurangi harta, dan tidaklah Allah menambah seorang hamba karena memaafkan kecuali kemuliaan, dan tiada seorang yang rendah hati karena Allah melainkan diangkat oleh Allah” (HR. Muslim dari Abu Hurairah).
- “Barangsiapa menahan amarahnya padahal dia mampu untuk melakukan pembalasan, maka Allah akan memanggilnya di hari kiamat di hadapan para makhluk sehingga memberikan pilihan kepadanya, bidadari mana yang ia inginkan” (Hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah no. 3394).
-selesai-
baca juga :
- Membersihkan Racun Pernikahan #1
- Bagaimana Menciptakan Percakapan yang Tidak Membosankan di Sepanjang Kehidupan Pernikahan?
- Lima Racun Pernikahan
- Rumah Tangga Butuh Ruang Bercerita
- Renungan Pernikahan
- Menuliskan 1 Hari 1 Kebaikan Pasangan
- Menikah Ibadah Sepanjang Masa
- Dosa yang merusak Pernikahan
- Nyesekkkk…menjalin hubungan pacaran 10 tahun tak berakhir di pelaminan…aduh dekkk
- Kutunggu Dudamu, nenek asal Lombok ini akhirnya berlabuh cintanya