Skip to main content

Musim Hujan, Yuk Waspada DBD Rek

Khsblog.net- Musim Hujan, Yuk Waspada DBD Rek.  Sejak akhir tahun 2023 tepatnya bulan November-Desember sebagian besar wilayah Indonesia telah mulai memasuki awal musim hujan.

Memasuki Januari 2024, cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah Indonesia. Curah hujan yang meningkat secara signifikan yang disertai angin kencang dan petir, memicu banjir di sejumlah tempat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis analisis iklim terkait prakiraan puncak musim hujan 2024 di Indonesia. Informasi ini disampaikan melalui data “Prakiraan Musim Hujan 2023/2024 di Indonesia” yang dilansir situs resmi BMKG.

Menurut BMKG, puncak musim hujan 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2024. Untuk persebarannya yaitu sebanyak 385 Zona Musim (ZOM) atau sebesar 55,08 persen wilayah yang mengalaminya.

Memasuki musim hujan waspada penyakit demam berdarah. Demam berdarah adalah penyakit infeksi akibat virus yang menular melalui gigitan nyamuk. Penyakit ini menimbulkan gejala demam tinggi, sakit kepala, serta nyeri tulang dan otot. Jika tidak ditangani dengan tepat, demam berdarah berisiko mengancam nyawa.

 

Demam berdarah atau DBD dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa. Penyakit ini menular ketika nyamuk pembawa virus Dengue menggigit penderita demam berdarah, kemudian menggigit orang yang sehat. Penyakit ini banyak ditemukan di daerah beriklim tropis, termasuk Indonesia, dan angka kejadian penyakit ini biasanya meningkat ketika musim hujan. (alodokter.com)

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Desember 2023 mengeluarkan peringatan resiko Demam Berdarah Dengue (DBD) secara global.

Nah, berikut ini tips memberantas faktor penular penyakit DBS dengan melaksanakan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk Demam Berdarah dengan 3M PLUS. Apa saja sih, yuk simak sampai habis ya.

3M:

  1. Menguras dan menyikat bersih bak mandi/kolam air minimal 2 minggu sekali
  2. Menutup rapat tempat penampungan air
  3. Memanfaatkan/mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air

PLUS:

  1. Mengganti air vas bunga, tempat minum burung, atau tempat lain yang sejenis setiap satu minggu sekali
  2. Memperbaiki saluran dan talang yang tidak lancar/rusak
  3. Menutup lubang-lubang pada potongan bambu/pohon
  4. Menaburkan bubuk pembunuh jentik (larvasida)
  5. Memelihara ikan pemakan jentik (ikan cupang, ikan kepala timah,dsb) di kolam/bak penampungan air
  6. Memasang kawwat kasa di jendela dan pintu rumah
  7. Membiasakan pengaturan barang dengan rapi agar tidak jadi sarang nyamuk
  8. Menghindari kebiasaan menggantung pakaian dalam kamar
  9. Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi ruang yang memadai
  10. Menggunakan kelambu saat tidur
  11. Memakai lotion atau obat semprot nyamuk
  12. Menanam tanaman yang tidak disukai nyamuk (levender atau serai)
  13. Membersihkan lingkungan dari sarang nyamuk

 

Segera ke puskesmas/fasilitas kesehatan apabila menemui gejala DBD sebagai berikut:

  1. Demam tinggi tanpa sebab 2-7 hari
  2. Ruam/bintik merah pada kulit
  3. Nyeri pada otot dan sendi
  4. Pusing, mual, muntah, nafsu makan menurun, nyeri ulu hati
  5. Mimisan atau pendarahan ringan pada gusi
  6. Hasil laboratorium: trombosit 100.000/mm3, hematokrit meningkat 20%, pemeriksaan serologis positif (IgG, IgM, ns1) (sumber: surat edaran Walikota Surabaya Nomor 400.7.9/3135/436.7.2/2024)

Demikian tips 3M PLUS semoga bermanfaat. Yuk Waspada DBD, jaga keluarga kita.***

 

Tinggalkan Balasan