Skip to main content

Ketika Layar Ponsel Dipenuhi Jejak Kebaikan: Tanda Allah Sedang “ Memakai” Kita

KHSblog.net- Ketika Layar Ponsel Dipenuhi Jejak Kebaikan: Tanda Allah Sedang “ Memakai” Kita. Di era digital saat ini, gawai (smartphone) telah menjadi bagian tak terpisahkan dari riak kehidupan kita sehari-hari. Setiap kali layar ponsel menyala, puluhan hingga ratusan notifikasi datang silih berganti. Mulai dari urusan pekerjaan, obrolan santai, hingga kabar berita. Namun, pernahkah kita sejenak berhenti dan memperhatikan: pesan dan proyek apa yang paling sering memenuhi layar gawai kita?


Saat ponsel dipenuhi ajakan-ajakan kebaikan, proyek-proyek kebaikan yang lagi digarap, serta rencana-rencana baik yang mau dieksekusi, bersyukurlah.

Semuanya kelak akan menjadi jejak-jejak kebaikan yang memberatkan timbangan kebaikan di hari penghitungan (yaumul hisab). Kehadiran riuh rendah notifikasi koordinasi kegiatan sosial, penggalangan infak, hingga ajakan majelis ilmu di dalam genggaman kita bukanlah sebuah kebetulan, melainkan bentuk nikmat kesibukan yang sangat mahal harganya.

Sebagaimana ungkapan bijak dari Imam Syafi’i rahimahullah:

“Jika kamu tidak disibukkan dengan kebaikan, maka syaitan akan mengajakmu untuk sibuk pada keburukan.”

Hati dan waktu manusia pada dasarnya tidak pernah benar-benar kosong. Jika ruang waktu kita tidak dipadati dengan ketaatan dan kebermanfaatan, maka secara otomatis hawa nafsu dan bisikan setan akan mengambil alih untuk mengisinya dengan kesia-siaan atau bahkan kemaksiatan. Oleh karena itu, terlibatnya kita dalam berbagai proyek kebaikan merupakan benteng perlindungan Allah atas diri kita.

Allah SWT juga menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada sekecil apa pun amal kebaikan yang akan luput dari perhitungan-Nya:

“Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Az-Zalzalah: 7)

Apabila Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, Allah akan memakainya. Lalu para sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud Allah memakainya?”

Rasulullah SAW menjawab:

“Dibukakan untuknya amalan shalih sebelum meninggalnya sehingga orang-orang yang berada di sekitarnya ridha kepadanya.”(HR. Imam Ahmad)

Hadits ini menjadi bahan perenungan yang sangat mendalam. Saat Allah inginkan kebaikan pada kita, Dia akan menggerakkan fisik, pikiran, dan gawai kita untuk terus terlibat dalam amal shalih.

Kita tidak pernah tahu umur kita sampai kapan. Setiap waktu yang kita jalani berpotensi menjadi detik-detik terakhir kita di dunia. Oleh karena itu, mengupayakan sepanjang waktu diisi dengan kebaikan sama artinya dengan kita memohon dan bersiap agar “dipakai” oleh Allah dalam kebaikan hingga akhir hayat.

Allah SWT pun mengingatkan kita untuk terus berganti dari satu kebaikan ke kebaikan lainnya:

“Maka apabila engkau telah selesai (dari sesuatu urusan), tetaplah bekerja keras (untuk urusan yang lain), dan hanya kepada Tuhanmulah engkau berharap.” (QS. Al-Inshirah: 7-8)

Jadikanlah gawai dan waktu yang kita miliki bukan sekadar alat pemuas nafsu atau pelampiasan rasa bosan, melainkan sarana untuk menanam benih-benih pahala. Kiranya setiap jemari yang mengusap layar ponsel kita berbuah menjadi catatan amal jariyah yang tak terputus. Semoga Allah senantiasa membimbing langkah kita, membukakan pintu-pintu amalan shalih, dan mematikan kita dalam keadaan khusnul khatimah—keadaan di mana Allah ridha dan sedang “memakai” kita dalam kebaikan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Inspirasi dari Laman Instagram Teh @dara_dharmayanti

baca juga :

Tinggalkan Balasan