KHSblog.net – Pengalaman Ikut Rupiah Java Run 2026 Kategori 5K, Lari Santai Sambil Menyusuri Kota Tua Surabaya. Halo masbro dan mbaksis… apa kabar? Semoga selalu sehat dan tetap semangat. Kali ini KHS mau sedikit cerita pengalaman mengikuti event lari Rupiah Java Run 2026 yang digelar di Kota Surabaya. Hal ini sedikit berbeda dengan Mangrove Eco Run dengan kategori 3k dimana KHS mencoba naik kelas menjadi 5k. xixixi. Monggo disimak gans…
Biasanya kalau jalan-jalan di kawasan Kota Tua Surabaya, ya naik motor atau mobil sambil sesekali berhenti untuk foto. Nah, kali ini ceritanya agak berbeda. KHS justru lari 5 kilometer menyusuri kawasan heritage Kota Tua Surabaya bersama ribuan peserta lainnya.
Jaraknya memang “cuma” 5K, tetapi sensasinya lumayan lengkap. Ada keringat, ada ngos-ngosan, ada foto-foto, ada ketemu bangunan bersejarah, sampai akhirnya pulang membawa medali finisher. Hehehe…
Buat KHS yang lebih sering mengulik dunia otomotif dan pengalaman sehari-hari, ikut Rupiah Java Run 2026 pada tanggal 30 Agustus 2026 ini menjadi pengalaman menarik. Apalagi rute yang dipilih bukan sekadar jalan raya biasa, tetapi melewati sejumlah kawasan ikonik di Kota Tua Surabaya.
Lantas seperti apa pengalaman KHS mengikuti Rupiah Java Run 2026 kategori 5K? Monggo disimak cerita berikut ini.
Rupiah Java Run 2026, Lari Sekaligus Menikmati Kota Tua Surabaya
Hal pertama yang cukup menarik perhatian KHS adalah pilihan rutenya.
Start dan Finish di Tugu Pahlawan kemudian peserta mengelilingi bangunan bersejarah di Kota Surabaya dengan kategori 5k dan 10k.
Rupiah Java Run 2026 yang digeber oleh Bank Indonesia ini membawa peserta berlari melewati kawasan heritage Surabaya. Jadi sepanjang perjalanan bukan hanya melihat aspal dan peserta lain di depan, tetapi juga bisa menikmati suasana bangunan-bangunan tua yang menjadi bagian dari sejarah Kota Pahlawan.
Buat yang suka fotografi atau sekadar mencari spot foto, rute seperti ini tentu menjadi bonus tersendiri.
Beberapa kawasan yang dilewati antara lain Gedung Cerutu dan Jalan Rajawali, kemudian menuju kawasan Taman Jayengrono dan Museum Bank Indonesia.
Dari sini suasana Kota Tua Surabaya semakin terasa. Bangunan lama dengan arsitektur kolonial menjadi latar yang cukup menarik ketika dilihat sambil berlari.
Yang paling menarik perhatian KHS tentu saja ketika melintas di Gerbang Kembang Jepun.
Gerbang merah kawasan Pecinan tersebut menjadi salah satu titik yang cukup memorable. Tidak heran kalau banyak peserta yang kemudian memperlambat langkah atau berhenti sebentar untuk mengabadikan momen.
Maklum, kapan lagi bisa lari bareng ribuan orang sambil menikmati kawasan heritage Surabaya? 😁
Setelah melewati kawasan Kembang Jepun, Jembatan Merah, rute berlanjut menuju Jalan Karet dan kawasan sekitar bantaran Kalimas.
Secara umum rutenya cukup bersahabat karena karakter jalannya relatif datar. Jadi buat pelari kategori 5K yang ingin menikmati suasana tanpa terlalu mengejar catatan waktu, menurut KHS rute ini cukup menyenangkan.
Catatan Lari KHS: 5,43 Km dengan Waktu 46 Menit
Nah, sekarang masuk bagian yang biasanya bikin penasaran: berapa catatan waktu KHS?
Berdasarkan rekaman Strava, total aktivitas yang tercatat sedikit lebih panjang dibanding angka kategori lombanya.
Berikut catatan KHS saat mengikuti Rupiah Java Run 2026 kategori 5K:
- Kategori: 5K
- BIB: 6749
- Jarak tercatat: 5,43 km
- Waktu: 46 menit 12 detik
- Elevasi: 4 meter
- Karakter rute: relatif datar
Jadi jangan berharap melihat pace ala pelari profesional di sini ya masbro. 😁
KHS mengikuti event ini dengan gaya lari santai sambil menikmati suasana. Beberapa kali juga harus mengurangi kecepatan karena ingin mengambil foto atau menikmati suasana di beberapa titik rute.
Apalagi ketika sampai di kawasan Kembang Jepun. Rasanya sayang kalau cuma lewat begitu saja tanpa mengabadikan momen.
Kalau dihitung dari jarak 5,43 km dengan waktu 46 menit 12 detik, rata-rata kecepatannya memang bukan untuk mengejar podium. Tetapi bagi KHS, target utamanya adalah finish dengan selamat, menikmati event, dan membawa pulang cerita.
Namanya juga fun run, bukan MotoGP… eh salah, bukan lomba sprint. 😂
Water Station Cukup Membantu, Meski Ada Catatan Antrean
Salah satu hal yang cukup penting dalam event lari adalah urusan hidrasi.
Sepanjang rute, panitia menyediakan water station untuk peserta. Keberadaan titik air minum ini cukup membantu, terutama ketika tenaga mulai berkurang dan tenggorokan mulai terasa kering.
Namun ada sedikit catatan dari pengalaman KHS.
Pada salah satu water station awal, antrean peserta sempat cukup rapat karena banyak pelari berhenti dalam waktu hampir bersamaan.
Menurut KHS, area pengambilan air bisa dibuat sedikit lebih panjang atau diperlebar sehingga arus peserta tetap mengalir.
Hal kecil seperti ini memang terlihat sepele, tetapi cukup berpengaruh terhadap kenyamanan pelari ketika ribuan peserta berada di jalur yang sama.
Sterilisasi Jalan Cukup Oke, Pelari Bisa Lebih Tenang
Dari sisi keamanan rute, pengalaman KHS cukup positif.
Di sejumlah persimpangan yang dilewati, terlihat adanya marshal serta petugas keamanan/kepolisian/dishub yang membantu mengatur lalu lintas dan menjaga jalur pelari.
Beberapa titik seperti kawasan Jalan Rajawali, Gatot Subianto hingga Kembang Jepun mendapat pengamanan sehingga peserta bisa lebih fokus berlari.
Buat KHS, ini menjadi salah satu bagian penting dalam event lari dengan jumlah peserta yang cukup banyak.
Sebab percuma event lari dibuat keren kalau peserta masih harus waswas berhadapan dengan kendaraan yang melintas.
Suasana Event: Bukan Cuma Lari, Ada Hiburan Juga
Namanya event lari, tentu tidak hanya berisi orang-orang yang berlari dari garis start menuju finish.
Sepanjang kegiatan, atmosfer event terasa cukup hidup. Ada cheering zone, panggung hiburan, hingga spot foto yang membuat suasana semakin ramai.
Peserta juga tidak melulu berlari dengan wajah serius.
Ada yang benar-benar mengejar waktu, ada yang lari bersama komunitas, ada yang sekadar olahraga, dan tidak sedikit pula yang memanfaatkan event sebagai ajang jalan-jalan sambil mencari konten.
KHS masuk kategori yang mana?
Ya jelas… lari sambil cari bahan blog! 🤣
Ada Race Photography, Jadi Tidak Cuma Foto dari HP Sendiri
Salah satu fasilitas yang menurut KHS cukup menarik adalah keberadaan race photography.
Fotografer yang disedikan oleh panitia ini ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk kawasan start, beberapa bagian rute dan area finish.
Ini cukup membantu peserta karena tidak perlu sepanjang waktu meminta teman untuk memotret.
Tinggal lari dengan gaya masing-masing, siapa tahu dapat foto bagus dari fotografer event. Tinggal nanti berburu fotonya setelah acara. Hehehe…
Bagi blogger seperti KHS, keberadaan dokumentasi seperti ini tentu menjadi nilai tambah karena bisa sekaligus menjadi arsip pengalaman mengikuti event.
Medali Finisher Rupiah Java Run 2026
Nah, bagian yang biasanya paling ditunggu setelah menyelesaikan lomba: medali finisher.
Setelah menyelesaikan rute dan melewati garis finish, peserta mendapatkan medali sebagai tanda telah menuntaskan tantangan.
Medali Rupiah Java Run 2026 menurut KHS punya desain yang cukup menarik.
Finishing-nya bernuansa silver dengan bagian relief/ukiran timbul yang menampilkan elemen arsitektur heritage. Bentuknya terasa solid ketika dipegang.
Bagian talinya juga tidak kalah menarik dengan kombinasi warna hijau dan aksen emas serta tulisan QRIS dan Rupiah Java Run.
Jadi setelah 5 kilometer lebih kaki diajak kerja keras, ada “oleh-oleh” yang bisa dipajang di rumah. 😁
Kelebihan Rupiah Java Run 2026 Menurut Pengalaman KHS
Setelah mengikuti langsung, ada beberapa hal yang menurut KHS menjadi nilai plus event ini.
1. Rute Tidak Membosankan
Ini mungkin menjadi kelebihan paling terasa.
Lari melewati kawasan heritage membuat perjalanan 5K terasa lebih menarik. Mata tidak hanya melihat jalan, tetapi juga bangunan-bangunan bersejarah Kota Surabaya.
2. Rute Relatif Datar
Catatan elevasi Strava KHS hanya sekitar 4 meter.
Artinya, karakter rute relatif datar sehingga cukup ramah untuk peserta yang ingin mengikuti kategori 5K dengan santai.
3. Pengamanan Rute Cukup Baik
Kehadiran marshal dan petugas di persimpangan membantu membuat peserta lebih nyaman ketika melintas.
4. Banyak Spot Menarik
Kawasan Kota Tua Surabaya memang punya banyak sudut menarik untuk dokumentasi.
Gerbang Kembang Jepun menjadi salah satu spot yang paling mudah dikenali. Jembatan Merah yang dilintasi sebelum masuk pecinan tersebut juga jangan dilupakan ya gans…
5. Atmosfer Event Meriah
Cheering zone, hiburan dan keramaian peserta membuat suasana event terasa hidup sejak start hingga finish. Apalagi disana ada promo pakai QRIS dengan bayar Rp.81 kita bisa dapat voucher setara Rp.10.000 dan Rp.20.000 yang dapat digunakan untuk belanja di UKM di sekitar even.
Catatan KHS untuk Penyelenggaraan Berikutnya
Tentu saja tidak ada event yang benar-benar sempurna.
Dari pengalaman pribadi KHS, salah satu catatan kecil adalah penataan antrean di water station awal.
Ketika peserta datang bersamaan, area pengambilan air terasa cukup padat. Mungkin ke depan bisa dibuat area yang lebih panjang atau beberapa titik pengambilan sehingga peserta tidak menumpuk di satu lokasi.
Namun secara keseluruhan, catatan tersebut tidak sampai mengurangi keseruan KHS mengikuti event ini.
Kesimpulan: 5K yang Bukan Sekadar Lari
Bagi KHS, mengikuti Rupiah Java Run 2026 kategori 5K di Surabaya bukan sekadar mengejar angka di aplikasi Strava.
Ada pengalaman berbeda ketika bisa menikmati Kota Tua Surabaya dengan cara berlari.
Biasanya kita melewati Jalan Rajawali, Kembang Jepun, Jalan Karet atau kawasan Kalimas menggunakan kendaraan. Kali ini semuanya dinikmati dengan langkah kaki. Lebih pelan memang, tetapi justru lebih banyak hal yang bisa dilihat.
Dengan catatan 5,43 km dalam 46 menit 12 detik, KHS memang belum menjadi pelari tercepat. Namun setidaknya misi utama berhasil: finish, sehat, dapat medali, dapat foto, dan tentu saja dapat bahan tulisan untuk KHSblog.net. 😁
Buat masbro dan mbaksis yang selama ini ingin mencoba ikut event lari tetapi masih ragu, kategori 5K bisa menjadi pilihan awal. Tidak harus mengejar podium. Yang penting bergerak sesuai kemampuan, menikmati suasana dan tetap memperhatikan kondisi tubuh.
Karena pada akhirnya, olahraga itu bukan selalu tentang siapa yang paling cepat.
Kadang yang penting adalah mau mulai melangkah.
Terima kasih Bank Indonesia atas undangannya. Semoga tahun depan tetap bisa berpartisipasi….hehehe.
Salam satu aspal dan satu langkah!
Maturnuwun
baca juga :
- Speedrun Gowes Surabaya-Gresik
- Bekal Masuk Pesantren dan Makna Istilah Titip dari KH Hasan Abdullah Sahal
- 8 Hari yang Istimewa (4)
- 8 Hari yang Istimewa (3)
- Guyup Rukun Ibu-Ibu PKK dengan Nglencer
- Pesan Unik
- Ceritaku di Akhir Pekan
- Nobar film 22 Menit bersama Honda Community Jawa Timur
- Daftar penghargaan Internasional yang diterima Kota Surabaya tahun 2017-2018
- Jomblo : #2018 Ganti Status