KHSblog.net- Bukan Sekadar Rutinitas: Rahasia di Balik Antar Jemput Anak.
“Pagi ini aku mau diantar abi,” celetuk si bungsu tadi pagi.
Dua atau tiga hari dalam sepekan jadwal (jatah) mengantar sekolah untuk si bungsu diupayakan ditunaikan oleh ayahnya.
“Besok ya, Anin diantar lagi ke sekolah, sekarang giliran mas,” jawab abinya sambil mengulurkan tangan dan berpamitan dengan si bungsu.
“Anin seneng banget diantar abi, mau dianterin terus setiap pagi ke sekolah,” sambung Anindya si bungsu yang kini masuk sekolah di jenjang TK A

Momen mengantar dan menjemput anak sekolah sering kali dianggap sebagai rutinitas harian yang biasa. Padahal, di balik kemacetan jalan dan singkatnya waktu di perjalanan, terselip ruang berharga untuk membangun kedekatan emosional yang mendalam.
Suasana santai di dalam kendaraan atau di atas motor menjadi kesempatan emas bagi orang tua untuk mendengarkan cerita anak tanpa gangguan, yang pada akhirnya menjadi booster semangat luar biasa bagi keduanya sebelum memulai dan sesudah mengakhiri aktivitas.
Pagi yang sibuk sering kali membuat kita terjebak dalam perlombaan melawan waktu. Namun, pernahkah kita menyadari bahwa setiap putaran roda saat mengantar anak sekolah adalah investasi perasaan yang tak ternilai? Di ruang sempit kendaraan itulah, percakapan-percakapan jujur mengalir. Tawa kecil saat membahas bekal atau sekadar genggaman tangan sebelum ia turun di gerbang sekolah, menjadi “bahan bakar” jiwa yang membuatnya merasa didukung sepenuhnya.
Begitu pula saat menjemput, melihat wajah lelahnya berubah ceria saat melihat sosok kita di antara kerumunan, adalah obat penawar letih yang paling mujarab bagi orang tua.

Membangun bonding melalui aktivitas sederhana ini bukan sekadar tren pengasuhan modern, melainkan bagian dari amanah besar dalam menjaga fitrah anak. Islam sangat menekankan pentingnya kehadiran dan kasih sayang orang tua dalam membentuk karakter anak.
Membangun hubungan yang kuat (bonding) dengan anak memiliki kedudukan yang mulia dalam agama kita. Termasuk salah satunya adalah aktivitas rutin antar jemput anak. Berikut ini yang bisa kita ambil sebagai pelajaran dan diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.
- Al-Qur’an Mengajarkan untuk Lemah Lembut dan Komunikasi yang Baik
Allah SWT berfirman tentang pentingnya sikap kasih sayang dalam berinteraksi, yang menjadi pondasi utama bonding:
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu…” (QS. Ali ‘Imran: 159)
Ayat ini mengingatkan kita bahwa jika kita ingin anak dekat dan terbuka kepada kita, maka pintu masuk utamanya adalah kelembutan dan kehadiran hati, termasuk saat menemani mereka di perjalanan sekolah.
- Memberikan Rasa Aman dan Kegembiraan
Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam menunjukkan kasih sayang secara fisik dan emosional kepada anak-anak. Beliau bersabda:
“Cintailah anak-anak kecil dan sayangilah mereka…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dalam riwayat lain, diceritakan bahwa Rasulullah SAW sering kali membonceng anak-anak di atas tunggangannya (seperti Ibnu Abbas RA), yang menunjukkan bahwa momen perjalanan bersama adalah waktu yang efektif untuk memberikan nasihat dan kasih sayang secara langsung.

- Menjaga Amanah (Fitrah)
Anak adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya. Membangun kedekatan melalui antar-jemput adalah ikhtiar untuk menjaga amanah tersebut agar tetap terjaga hatinya. Rasulullah SAW bersabda:
“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya. Seorang pria adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka…” (HR. Bukhari)
Dengan menghadirkan niat ibadah dalam setiap perjalanan antar-jemput, rutinitas ini tidak lagi terasa melelahkan. Ia berubah menjadi momen sakral untuk menyuntikkan semangat, mendengar detak jantung harapan mereka, dan memastikan bahwa di dunia yang luas ini, mereka selalu memiliki tempat untuk pulang yaitu pelukan hangat orang tuanya.
Bagaimana ayah bunda pekan ini apakah sudah memiliki jadwal mengantar dan menjemput anak-anak sesuai kesepakatan di rumah bersama anggota keluarganya? Yuk pastikan kita mengisi tangki-tangki cinta untuk anak-anak biologis kita dari ruang bernama keluarga.***
baca juga :
- 8 Cara Menjaga Keutuhan Keluarga
- May Day dan Episode Keluarga
- Waktu Terbaik untuk Keluarga
- Mengapa Bercengkrama itu Penting?
- Calon istri atau istri tidak bisa masak, apakah salah?
- Tak Lelah Sedekah di Saat Wabah
- Pandemi? Tak Perlu Baper, Ini Ada Tips Ala Emak Super
- HIKMAH CORONAVIRUS
- 6 Ciri Keluarga Tangguh
- Guyup Rukun Ibu-Ibu PKK dengan Nglencer