KHSblog.net – Pengalaman mendebarkan menjadi Paskibra Upacara 17 Agustus di Sekolah. Latihan dimulai hari Senin 11 Agustus sampai hari Jumat 15 Agustus 2025 . Kami berlatih didampingi oleh Pak Aji– pelatih paskibra SMA Al-mizan Surabaya. Kami dihimbau untuk berkumpul di lapangan voli setelah istirahat makan siang atau tepatnya pukul 12.30.
Hari pertama, kami dilatih jalan ditempat, hadap kanan-kiri, balik kanan, dan langkah tegap. Dari semuanya, aku kesulitan di Langkah tegap. Aku merasa jika langkah tegapku tidak lurus dan melenceng dari barisan, ayunan tanganku tidak selaras dengan langkahku, aku juga kesulitan menyesuaikan kecepatanku dengan teman lainnya. Alhamdulillah setelah beberapa kali–10 set mengulang, aku merasa sedikit lebih bisa.
Selasa 12 Agustus, hari kedua. Kami mulai berlatih membawa dan menaikkan bendera Merah Putih. Di hari kedua ini, kami dibagi menjadi dua kelompok. Dari total 9 orang, 3 orang (termasuk aku) berlatih membawa dan memasang bendera, sisanya berlatih menyatukan hati agar langkah tegap majunya lebih seirama. Setelah dirasa cukup, kami kembali berlatih bersama mulai dari baris hingga menaikkan bendera. Aku merasa lebih santai di hari kedua, mungkin karena lebih sedikit berlatih langkah tegap.
Hari ketiga, Senin part 2. Di hari ketiga ini, menurutku sama (better Senin sih) dengan hari Senin. Yang membedakan hanya format latihannya. Jika hari Senin berlatih langkah tegap bersama 1 barisan, hari Rabu tidak. Mulai dari berlatih langkah tegap 1 banjar sekaligus, 3 anak, 2 anak, dan terakhir per anak. Total keseluruhan 20 kali bolak-balik kurasa. Mulai pukul 12.30, selesai jam 14.50. Hasilnya cukup memuaskan sih, langkah tegapku lebih seirama dari sebelumnya. Not bad, pikirku.
Hari Kamis 14 Agustus, gladi kotor. H-3 Upacara ini, kami latihan bersama seluruh petugas. Mulai dari pembawa upacara, pembawa teks Pancasila dan Proklamasi, pembaca doa, hingga pemimpin barisan dan pemimpin upacara semuanya berlatih bersama. Hari itu sedikit berbeda rasanya, mungkin karena tidak terbiasa berlatih ramai-ramai. Hari itu kami latihan 1 kali saja, karena masalah waktu mendekati waktu Shalat Ashar.

Hari terakhir latihan, Jum’at 15 Agustus. Secara keseluruhan, hari Jum’at sama dengan hari Kamis, hanya saja lebih lancar hari ini. Usai latihan, kami (petugas paskibra) bersepakat berlatih lagi (sendiri) di hari Sabtu. Berharap agar lebih lancar dan lebih siap lagi.
Upacara memperingati Hari ulang tahun Republik Indonesia ke 80, 17 Agustus 2025. Saat gladi bersih, aku sangat gugup, takut membuat kesalahan atau langkah tegapku berantakan. Tapi aku berusaha meyakinkan diri kalau aku bisa. Aku membuat kesalahan ketika hendak memasang bendera. Yang semestinya maju tanpa gerakan tangan, aku malah seperti melakukan langkah tegap.
Namun setelah itu, aku berucap dalam hati. “Jangan membuat kesalahan lainnya kawan”. Ternyata kali ini bukan aku yang salah, saat bendera direntangkan, benderanya terlipat tidak beraturan. Temanku yang memegang benderanya saat itu juga berputar badan agar benderanya terentang dengan sempurna. Alhamdulillah setelah bendera berhasil dikibarkan, tidak ada kesalahan lainnya.
Usai upacara, temanku pemegang bendera tadi langsung menangis. Mungkin saat itu merasa mengecewakan karena benderanya terlipat. Padahal, saat latihan tidak pernah ada kejadian bendera terlipat. Aku merasa kurang puas dengan performa ku tadi.
Tapi aku mendapat pelajaran agar lebih fokus lagi di Upacara selanjutnya (jika terpilih). Sekian terimakasih telah membaca.
Maturnuwun
baca juga :
- Dampak demo 29 Agustus 2025 di Surabaya bagi sekolahku
- Pengalaman baruku di kelas 6 SDIT Permata Surabaya
- Tips Mempersiapkan Hari Pertama Anak Sekolah
- Berbagi Resume Sharing Pendidikan: Menjadi Sekolah Adaptif
- Sekolah Vs Orangtua = “Klik”
- Omah Sinau Annur Toko Buku Online Berkualitas dan Bermutu
- Mempersiapkan Kematangan Sosial Emosional dan Kognitif Anak (Untuk Mempersiapkan Anak Masuk SD)
- Cara gambar kucing bila tak ada bakat ngegambar…sungguh tak terduga…xixixxi
- Gokil, topeng anak ujian sekolah ini kayak mau perang….hahahaha
- Pengorbanan sang Ayah untuk anaknya yang ngambek gak sekolah karena gadget android
One thought to “Pengalaman mendebarkan menjadi Paskibra Upacara 17 Agustus di Sekolah”