Advertisements

FATHER TOUCH

FATHER TOUCH. Sentuhan sosok ayah. Tulisan ini sengaja saya angkat karena melihat beberapa fenomena yang sudah menjadi hal yang lumrah akhir-akhir ini. Ya, jarangnya sentuhan ayah di berbagai kondisi. Di lembaga bernama institusi pendidikan, begitu minimnya ayah mengantar dan mendampingi anak-anaknya menuju ke sekolahnya. Hal ini juga terlihat di institusi bernama rumah sakit. Waktu itu saya melihat di area tunggu sudut poli anak ada ibu-ibu yang mengantar anaknya ke poli anak kala itu dan tidak ada sosok ayah yang ikut menemani si anak dan ibunya ketika menunggu antrian. Hebatnya para ibu yang bisa menghadapi kondisi anak-anak nya sakit tanpa ada pendampingan ayah waktu itu.

Fenomena yang membuat hati ini semakin miris sebagai seorang pendidik adalah begitu jarangnya para ayah turut hadir di undangan sekolah anaknya. Buktinya adalah dominasi para ibu selalu terlihat di setiap acara-acara sekolah. Nah, bagaimana sekolah dan orangtua bisa bersinergi dalam pembentukan karakter anak sebagai bekal di kehidupannya kelak? Kalau kondisinya para ayah tidak hadir di acara-acara sekolah. Sekolah adalah mitra orangtua. Banyaknya permasalahan yang terjadi pada anak sesungguhnya adalah bukan menjadi PR sekolah murni.

FATHER TOUCH. Sentuhan sosok ayahMenyadarkan para orangtua khususnya para ayah untuk terlibat aktif dalam penanaman karakter anak menjadi program serius yang harus digencarkan oleh sekolah. Beragam permasalahan yang terjadi pada anak sebenarnya bisa dilihat sejauh mana kedekatan anak dengan ayahnya. Peran ayah di negeri ini semakin hari semakin jauh dari harapan keluarga. Di dalam Al-Quran peran ayah disebutkan tak kurang dari empat belas tempat. Harusnya kita bisa mentadaburi peran ayah di dalam pesan surat-surat cintaNYA kepada kita sebagai orangtua.

Makna father ‘s touch adalah saat ayah memeluk, menyentuh sesungguhnya ia sedang mentransfer kemampuan dan kemandirian pada diri anak. Selain itu aspek yang sifatnya berani berinteraksi dengan figur otoritas yang dimiliki ayah. Cukup dalam makna father’s touch ini. Mari kita lihat bagaimana saat anak perempuan yang dekat dengan ayahnya akan tumbuh sebagai pribadi yang tangguh. Dan tak heran apabila para gadis kemudian berusaha mencari dan menikahi laki-laki pujaannya kelak memiliki sifat dan sikap seperti ayah yang dikaguminya.

Berbeda dengan pelukan dari ibu, pelukan dari ibu akan mentransfer sifat penuh kasih atau empati pada anak. Ibu adalah figur afeksi yang ketika anak sakit, ia akan memeluk anak maupun mengambilkan obat untuk anak. Anak yang sering mendapat pelukan ibu akan menjadi pribadi yang mudah memberikan kasih sayang atau rasa simpati kepada orang lain.

Realitasnya di kehidupan nyata, ayah memang tak selalu intens dalam memberikan pelukan kepada anak. Bisa jadi, ayah yang sulit memeluk dulunya juga mungkin jarang dipeluk. Karena si ayah tumbuh dan berkembang jarang dipeluk, ia akan melakukan hal yang sama kepada anaknya. Lain hal nya ketika ia biasa dipeluk, maka si ayah akan memeluk anaknya. Dalam penelitian yang dirilis dalam buku The Miracle of Hug, mengungkap bahwa pelukan ornagtua kepada anaknya dapat membangun konsep diri positif, mengurangi emosi negatif seperti kesepian, cemas atau frustasi, serta meningkatkan kecerdasan otak, merangsang keluarnya hormon oksitosin yang memberikan perasaan tenang pada anak.

Melalui pelukan pula, anak akan merasa dicintai dan dihargai. Anak yang sering mendapat pelukan dari orangtuanya akan lebih efektif sembuh dari depresi, dan akan timbul rasa percaya dirinya untuk menyelesaikan berbagai permasalahan. Bahkan, pelukan saat inisiasi dini, sesaat setelah bayi terlahir di dunia akan mentransfer sejenis mikroorganisme yang membuat daya tahan tubuh bayi semakin kuat. Tak perlu khawatir dengan mitos bahwa dengan anak sering dipeluk anak akan menjadi mudah cengeng. Lupakan paradigma kalau anak saya laki-laki harus bermental kuat, kalau dipeluk-peluk nanti melempem. Atau punya pikiran bahwa kalau anak saya cuman permepuan satu-satunya , dengan didikan “kenceng” supaya dia mandiri tidak manja. Tegas dan mandiri tidak harus dibentuk dengan kekerasan (verbal atau fisik sekalipun).

Banyak pakar yang sudah ber-quotion bahwa sentuhan dan pelukan orangtua kepada anaknya sungguh memiliki kehebatan luar biasa yang tidak dimiliki obat-obat buatan dokter di dunia. Sahabat Rasulullah saja sangat ingin mendapat pelukan dari Rasulullah kala Rasulullah menyampaikan “adakah diantara kalian yang pernah aku sakiti?”, sekarang saatnya kalian boleh membalasnya. Lalu salah seorang sahabat menjawab, “aku ya Rasulullah”. Hingga di akhir kisah sahabat tersebut berhasil mendapat pelukan langsung dari Rasulullah.

Wahai para ayah mulai sekarang siapkan sentuhan dan pelukan terbaik untuk anak-anak tersayang. Jangan malu untuk meminta maaf kepada anak-anak dan perbanyak istighfar apabila sudah sering berlaku “kasar” kepada anak-anak. (NRA)

Maturnuwun

baca juga :

Advertisements

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 14 October 2018, in anakkita, keluargaharmonis and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: