Advertisements

Blog Archives

Berjuang Closing Kebaikan

Berjuang Closing Kebaikan. Saat ada penjual ingin dagangannya segera laku, pasti dia gigih menjajakan produk jualannya. Tentunya harus jujur. Sampaikan apa adanya tentang produknya. Berdagang sesuai tuntunan Rasulullah. Read the rest of this entry

Advertisements

Belajar Mendidik Anak yang Seharusnya

Belajar Mendidik Anak yang Seharusnya. Anda sudah berkeluarga?masih berdua saja bersama istri atau sudah riuh ramai bersama kesemua buah hatinya? Betapa bahagianya kebersamaan orangtua dan anak-anaknya. Bersyukurlah sudah diberikan gelar dengan panggilan ayah serta ibu. Karena tak semua laki-laki akan dipanggil ayah begitupun tak semua perempuan akan disebut sebagai ibu. Dikarunai anak alhamdulillah itu rizki luar biasa dari-Nya. Anak adalah investasi sepanjang masa. Mendidik anak adalah sebuah keniscayaan untuk para orangtua. Namun bagaimanakah seharusnya kita mendidik mereka. Berikut ini ada tulisan apik dari ayah Aldy. Seorang ayah praktisi parenting serta founder ayah hebat. Simak ya. Read the rest of this entry

Memikat Hati Keluarga dengan Masakan

Memikat Hati Keluarga dengan Masakan. Beragam cara bisa kita lakukan untuk membuat anggota keluarga semakin sayang dengan bundanya. Mulai dengan cara yang sederhana hingga cara yang tak biasa. Merekat dan memikat mereka. Ayahnya dan anak-anak. Tak melulu dengan pemberian hadiah. Karena memikat mereka bisa dengan hal terdekat. Ya, memikat lewat masakan dahsyat. Eh, jadi malu. Meski saya seorang bunda biasa. Bukan super cheff handal. Read the rest of this entry

FITRAH YANG TERTUKAR & FENOMENA “BURNED OUT” PADA SEORANG ISTRI (BUNDA)

FITRAH YANG TERTUKAR & FENOMENA “BURNED OUT” PADA SEORANG ISTRI (BUNDA). “Eh..kok bunda ketus, galak, sumbu pendek atau juga uring-uringan ga jelas”.
Atau muncul keluhan suami : “..istri saya di rumah cemberut, kerjaannya marah-maraaaah terus, bentak-bentak anak pula”.

Mengalami hal ini? Read the rest of this entry

FATHER TOUCH

FATHER TOUCH. Sentuhan sosok ayah. Tulisan ini sengaja saya angkat karena melihat beberapa fenomena yang sudah menjadi hal yang lumrah akhir-akhir ini. Ya, jarangnya sentuhan ayah di berbagai kondisi. Di lembaga bernama institusi pendidikan, begitu minimnya ayah mengantar dan mendampingi anak-anaknya menuju ke sekolahnya. Hal ini juga terlihat di institusi bernama rumah sakit. Waktu itu saya melihat di area tunggu sudut poli anak ada ibu-ibu yang mengantar anaknya ke poli anak kala itu dan tidak ada sosok ayah yang ikut menemani si anak dan ibunya ketika menunggu antrian. Hebatnya para ibu yang bisa menghadapi kondisi anak-anak nya sakit tanpa ada pendampingan ayah waktu itu. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: