Warung hancur karena ulah bon….ahihihi. Bagi brosis yang punya warung langganan didekat kost atau kontrakan pahamilah peringatan yang begitu cetar membahana ini. “Tidak melayani Bon. Hiroshima (jepang) hancur karena Bom, Warung hancur karena Bon“. Mungkin brosis pernah membaca tulisan tersebut yang menggambarkan begitu dashyatnya bon dalam urun rembug membangkrutkan warung makan tersebut…hehehe.
Bon dalam KBBI diartikan sebagai surat kecil berisi keterangan pengambilan barang, peminjaman uang, dan sebagainya. Atau dalam keseharian salah satu arti nge-bon ini adalah hutang. Biasanya mereka akan bilang bon dan akan dibayar beberapa waktu kemudian. Entah ketika gajian atau pas dapat uang. Parahnya tidak sedikit yang lupa atau sengaja lupa dengan catatan bon di warung sebelah tersebut…hehehe.
Tahu sendirikan bagaimana susah dan perjuangan dalam menagih hutang. Bisa dibayangkan bila kredit macet semacam ini terjadi maka bisa dipastikan lambat laun warung akan kekurangan modal dan berakhir dengan mengenaskan yakni TUTUP. Kalau tutup sebenarnya yang rugi juga sampeyan yang seringkali lupa bayar bon, kemana lagi harus cari warung yang bisa ngebon lagi…xixixi.
Munculnya tulisan peringatan keras diatas mungkin berangkat dari pengalaman penjaga warung. Dengan keberadaan tulisan tersebut beliau ingin menegaskan bahwa antara BOM dan BON itu ternyata dampak dan efeknya juga sama. Bila BOM meledak dengan cepat efeknya maka BON akan lambat laut mencekik dan akhirnya mendelik mati.
Bagi yang suka ngebon jangan lupa dibayar ya..karena hutang itu akan dibawa sampai mati lho ya…hehehe
Maturnuwun
baca juga :
- Menjemput Hikmah di Ruang Kelas Kehidupan
- Dari Kata-Kata, Menjadi Amal Nyata
- Menavigasi Badai dengan Kompas Al-Fatihah
- Bukan Sekadar 6.209 Hari Bersama: Catatan Syukur 17 Tahun Pernikahan
- “Pemaksaan” yang Menyelamatkan: Rahasia Menemukan Sahabat Karib di Alam Kubur
- Mengetuk Pintu Langit: 13 ‘Jalur Langit’ Agar Rezeki Mengejar Kita
- Ketika “Ibu Guru” Mengetuk Pintu Rumah: Hangatnya Cerita Home Visit Si Kecil
- Saat Dunia Bising, Hatimu Punya Ruang Hening (8 Langkah Praktis Menemukan Keberkahan Hidup di Tengah Beratnya Amanah)
- Saat Allah Jadi yang Utama, Rezeki Tak Lagi Mengejar, tapi Mengalir Deras
- Lima Pilar Ketahanan Keluarga dari Kisah Nabi Ibrahim ’alaihissalam
***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0
