Skip to main content

Saat Hidup Tak Selalu Sparkling: Menemukan Makna di Fase Biasa Saja

KHSblog.net- Saat Hidup Tak Selalu Sparkling: Menemukan Makna di Fase Biasa Saja. Ada momen dalam perjalanan hidup ketika semua hal terasa berjalan begitu datar. Tidak ada prestasi spektakuler yang bisa dipamerkan, tidak ada lonjakan karier yang signifikan, dan hari-hari berlalu secara repetitif. Di tengah kepungan media sosial yang riuh dengan pencapaian orang lain, fase hidup yang “biasa saja” ini sering kali menghadirkan rasa cemas yang tidak perlu.

Sebenarnya, hidup memang tidak selamanya sparkling. Sebuah refleksi saat hidup terasa biasa-biasa saja mengingatkan kita bahwa semua ada masanya. Ada masa di mana kita berhasil mencapai banyak hal dan semuanya berjalan lancar. Namun, ada pula masa ketika pencapaian terasa biasa saja, usaha belum menunjukkan hasil, dan hidup berjalan begitu-begitu saja. Dan itu sama sekali tidak apa-apa.

Hidup memang tidak selamanya dipenuhi keberhasilan, kelancaran, dan kemudahan. Ada fase up, ada fase down.

Yang sering membuat kita merasa down sebenarnya bukan karena kondisi hidup yang sedang biasa saja, melainkan karena dorongan untuk selalu terlihat berhasil di mata publik. Padahal, pencapaian hakikinya bukan dibuat untuk memamerkan kehebatan di hadapan orang lain.

Ketika hidup sedang tidak banyak gemintang, jangan terburu-buru merasa kita sedang kehilangan nilai. Kita tetap sedang bertumbuh, hanya saja fase ini mungkin tidak semeriah fase sebelumnya. Di sinilah kita diajak untuk menyelami dua pilar utama dalam kehidupan: syukur dan sabar.

Kita belajar bersyukur ketika Allah memberi banyak kemudahan, dan belajar bersabar ketika jalan terasa lebih panjang. Syukur bukan hanya hadir saat hidup sedang gemerlap, dan sabar bukan hanya dibutuhkan saat hidup dihimpit kesulitan. Keduanya adalah pasokan energi yang kita butuhkan di sepanjang perjalanan.

Allah SWT berfirman mengenai indahnya menyikapi setiap ketetapan-Nya:

“Dan (ingatlah juga), ketika Tuhanmu memaklumkan; ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.'” (QS. Ibrahim: 7)

Prinsip ini beriringan dengan dinamika mukmin yang menakjubkan dalam merespons roda kehidupan, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin, sungguh semua urusannya adalah baik baginya. Hal itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kesenangan ia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan jika ia tertimpa kesusahan ia bersabar, maka itu baik baginya.” (HR. Muslim No. 2999)

Menjalani hidup ini ibarat menaiki anak tangga. Ada anak tangga yang tinggi, ada yang rendah. Ada yang terasa ringan diinjak, ada pula yang menuntut kita mengumpulkan sisa tenaga. Namun ingatlah, setinggi atau serendah apa pun bentuknya, semuanya tetaplah sebuah langkah maju.

Jadi, kita tidak harus selalu kelihatan penuh spark di mata manusia. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga kedalaman hati: tetap bersyukur saat diberi, tetap bersabar saat diuji, dan terus melangkah agar setiap pijakan membawa kita semakin dekat kepada Allah SWT.

Inspirasi tulisan disarikan dari ucapan teh @dara_dharmayanti.

baca juga :

Tinggalkan Balasan