KHSblog.net- Glow Up With Qur’an, Mengawali Tahun Dengan Cahaya Al-Qur’an. Bismillahirrahmanirahim. Dengan niat mengikuti acara itu karena ingin mengetahui lebih dalam tentang Al-Qur’an, 1 jam sebelum acara kami (kakak laki-laki saya dan saya) sudah berangkat. Memakan waktu 15-20 menit, akhirnya kami tiba di SDIT PERMATA.
Setelah pendaftaran, saya langsung masuk ke Mushalla SDIT PERMATA. Sambil menunggu acara dimulai, saya dan teman-teman sekelas saya menghafal surah Al-Hasyr ayat 18 beserta artinya. alhamdulillah, saya sudah menghafal surah itu sebelumnya.
Pukul 08.00 WIB, acara dimulai. Disambut oleh meriahnya dan menggelegarnya suara MC di mushalla. Semua memperhatikan dengan baik, dan dilanjutkan dengan muraja’ah bersama. Lalu semua kakak pendamping memperkenalkan namanya. Ada kak Rosyi yang menjadi MC, kak Ami, kak Ima, kak Wiwik, kak Bonny, dan beberapa kakak pendamping yang lain. Selanjutnya adalah pembagian kelompok beserta pendampingnya, an-nisa’ (perempuan) menjadi 5 kelompok dan ar-rijal (laki-laki) menjadi 1 kelompok.

Setelah pembagian kelompok, saya bertemu dengan kakak kelas saya sebelumnya (Angkatan 12) namanya mbak Fira. Mbak Fira begitu ramah dan murah senyum. “Eh,..ini Dipta ya? Udah lama kita ga ketemu ya,” ucap mbak Fira sambil tersenyum ramah kepada saya. Saya membalas senyum sambil sedikit tertawa kecil karena sudah lama tak jumpa.
MC mengarahkan untuk membentuk lingkaran di setiap kelompok, dan pendamping kelompok kami adalah kak Ami. Di sesi membentuk lingkaran ini, setiap orang memperkenalkan biodata/profil tentang dirinya. Tidak terlalu detail, tapi bisa dipahami banyak orang.
Kelompok kami, mulai memperkenalkan dirinya masing-masing. Di sebelah kiriku, namanya Ilma, dia sepantaranku. Sama-sama kelas 6, dan disebelah kananku, mbak Fira yang tadi menyapaku di saat awal kegiatan dimulai.
Lalu ada mbak Aul, mbak Fafa, dan mbak Hafizah. Kelompok kita sudah memperkenalkan diri semua, awal-awalnya memang cangung tapi lama-lama sudah biasa.
Ta’aaruf sudah selesai. Sesi materi pun dimulai, kali ini pematerinya sangat istimewa, yaitu kak Ismail Halim, S.T seorang Hafidz Qur’an dan aktivitas kepemudaan Surabaya. Materi seputar kenapa kita harus cinta Qur’an, saya dan Ilma teman sebelah kiri saya mulai mendengarkan dan menyimak dengan baik. Saya mulai mengeluarkan buku tulis dan bulpen saya. Tinta bulpen menari-nari di kertas putih itu.

Telinga saya, otak saya, dan tangan saya sedang bekerja di sesi materi itu. Di layar projector, slide pertama yaitu tentang profile/biodata kak Halim. Ternyata beliau sangat hebat dan keren, saya melihat lebih detail tentang profile kak Halim.
Sungguh beliau telah banyak melewati ujian yang sangat menantang dan menarik! Lalu slide selanjutnya tentang Qur’an. Saya merasakan beberapa hal yang dibahas kak Halim merasa relate dengan diri saya sendiri. Mulai dari bahwa Al-qur’an menjadi obat hati dan jiwa, dampak besar Al-qur’an di kehidupan kita, doa lebih cepat dikabulkan saat kita sering berinteraksi dengan Al-qur’an, dll. Dan tips yang dibagikan kak Halim ke kita, sungguh membuat saya ingin sering berinteraksi bersama Al-qur’an dan termotivasi.
Tidak terasa, sesi materi pun usai. Alhamdulillah saya bisa lebih mengenal dalam tentang Al-qur’an, dan insyallah saya akan lebih konsisten membaca/menghafal/memahami Al-qur’an.
Adzan berkumandang, kegiatan sudah memasuki ishoma, yaitu istirahat, sholat, makan. Dan para ar-rijal pun diarahkan untuk sholat jum’at dan menuju ke masjid terdekat. Untuk para an-nisa’ diarahkan untuk makan terlebih dahulu. Saya dan yang lainnya mengantri untuk mengambil semangkuk bakso hangat, sambil berbincang dengan 4 teman se-angkatan saya (Inara, Shofa, Aisy, Qonita) dengan penuh tawa, karena sudah lama sejak liburan tak berjumpa. Melepaskan rindu yang tertahan.

Ke-empat temanku saling berbincang-bincang dengan hangat termasuk aku juga. Tentang bagaimana saat liburan, apakah tugas liburan mereka sudah selesai, dan topik pembicaraan lainnya yang menarik. ‘’Alhamdulillah’’ terdengar dari mulut mereka, selepas memakan semangkuk bakso hangat yang mungkin porsinya lumayan banyak.
Mangkuk-mangkuk ditumpuk, kami berlima mulai membereskan tempat yang kami buat untuk makan bersama tadi. Temanku yang lain bersegera untuk mengambil air wudhu, Bersiap-siap sholat dzhuhur. Begitu pula an-nisa’ yang lain.
Usai sholat dzuhur, langkah kaki ar-rijal terdengar sudah datang selesai sholat jum’at, beberapa an-nisa’ ada yang sudah selesai sholat, dan ada yang bergegas sholat. Semua menunggu selesai makan dan sholat.
Pergantian jam pun terasa, sekarang saatnya untuk memulai acara lagi, yang pasti lebih seru dan menarik di sesi ini. Perut kami pun sudah terisi makanan favorit sebagian orang, begitu pun energi kita untuk melanjutkan acaranya. Di sesi ini, kita perlu memahami makna dan arti dari sebuah kertas putih yang menuliskan 1 ayat al-qur’an yang dibagikan oleh kakak pendamping.
Semua kelompok mulai membentuk lingkaran lagi, dan mendiskusikan apa hikmah atau makna dari ayat tersebut. Kelompok Maryam, yaitu kelompok kami mendapatkan 1 kertas putih kecil dan bertuliskan “perubahan dimulai dari diri sendiri, Q.S Ar-Ra’d ayat 11.’’ Kak Ami membantu kita untuk memahami arti dari ayat tersebut. Satu demi satu orang di kelompok kami menjelaskan dengan waktu yang lumayan singkat, tapi detail.
Arti dari Q.S Ar-Ra’d ayat 11 : “Baginya manusia ada malaikat-malaikat yang selalu menjaganya bergiliran,dari depan dan belakangnya. Mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.’’ Firman-Nya yang Maha Benar, lagi Maha Bijaksana.

Pendapatku, di sini ada 2 makna. Yang pertama tentang makhluk yang Allah ciptakan untuk mengawasi para manusia di bumi (malaikat), dan malaikat yang selalu mengawasi, menjaga, menilai, dan mencatat baik buruk diri kita. Dan yang kedua, tentang kemauan berubah menjadi manusia lebih baik itu harus dari diri kita sendiri, dan pasti Allah akan bantu hamba-Nya itu.
Selesai mendiskusikan hikmah, makna, dan pendapat masing-masing, kita diberi sebuah kertas untuk menulis janji atau komitmen di awal tahun 2026 ini, semua kelompok fokus menulis komitmen untuk dirinya sendiri dan karena Allah ia lakukan kebaikan itu.
Komitmen itu bukan hanya kita tuliskan pada kertas putih itu, tapi itu adalah “janji’’ dan “rencana” di tahun yang mungkin akan lebih seru dari tahun sebelumnya. Memang tidak mudah, tapi insyallah pasti bisa. Ada Dia yang tak kasat mata, tapi menjadi dukungan dan tempat berharap di saat semua tak peduli kepada kita.
Semua kembali ke posisi awal, waktu presentasi akan segera dimulai. Mulailah semua kelompok maju satu persatu, saya yang ditunjuk oleh kelompok saya, mulai takut dan minder saat melihat para perwakilan kelompok mereka yang bagus, public speakingnya keren, dan kata-katanya yang begitu indah dan enak didengar.
Tapi aku percaya bahwa diri ku bisa, tidak apa-apa jika tidak menang yang penting sudah mencoba. “Kelompok 1! Atau kelompok Maryam!’’ kak Rosyi mengucap penuh dengan semangat. Deg-deg jantung saya tiba-tiba berdetak dengan kencang, tapi saya mencoba untuk percaya diri saja. Saya membaca dengan sedikit keberanian dari hati saya, saya hanya membaca lalu sesekali melihat audiens. Akhirnya selesai membaca makna dari ayat tersebut.

‘’Alhamdulillah, sudah saya lawan ketakutan saya tadi, tidak apa-apa jika tidak menang.’’ Ucap saya dalam hati dengan kelegaan.
Selesai sudah sesi itu, kakak pendamping membawa sebuah nampan yang berisikan buah-buah yang melihatnya saja sudah ingin dimakan,dan ada bumbu yang lezat. Ya! Sekarang waktunya untuk Rujak Party! Sebenarnya saya tidak terlalu suka rujak, tapi setelah saya mencoba dengan bumbu manis dan pedasnya, wah… sangat enak.
Semua merasakan dan menikmati manis dan pedasnya dari bumbu rujak itu, buah yang sangat segar dan enak itu. Tapi di kelompok Maryam, yang paling best itu kerupuknya, satu kelompok saya mungkin sangat suka kerupuk, sampai-sampai minta refill kerupuknya lagi, hihi..
Kali ini, semua kenyang dan rujak party pun usai, saatnya untuk sholat ashar. Ar-rijal merapatkan shaf, juga an-nisa.’ Usai shalat ashar, mereka berkumpul dan berbincang sebentar dengan teman barunya atau teman sepantara mereka. MC menyuruh untuk segera berkumpul dan bersiap untuk pulang. Acara pun usai, tapi sebelum itu kita perlu menulis untuk refleksi acara hari ini. “Setiap pertemuan pasti ada perpisahan, setiap perpisahan pasti menciptakan kenangan.’’ Tulisku di kertas kecil berwarna itu. Terimakasih telah menciptakan acara yang membuat saya termotivasi lagi untuk membaca, menghafal, memahami Qur’an. Terimakasih telah mempertemukan saya dengan teman surga baru saya, dan mempererat tali silaturrahim kita. (Syifa)

baca juga :
- Liburan Kuatkan Bonding Keluarga, Al-Qur’an Terus Dijaga
- Jangan asal putar kran ke kanan atau ke kiri kalau dihotel yah…hehehe (bagi pemula)
- Liburan akhir tahun 2016 dan Tahun Baru 2017….hindari pantai wilayah selatan mantemans…
- Ini profil Wahyu Dewanto Suripman, kolega Yuddy Chrisnandi MenPANRB yang minta difasilitasi ketika berlibur di Australia.
- Daftar Hari Libur, Cuti Bersama dan Long Weekend tahun 2016