Advertisements

Siswa berambut gimbal asal Lombok Timur ini tetap dapat sekolah mantemans

Siswa berambut gimbal asal Lombok Timur ini tetap dapat sekolah mantemans. Aturan di sekolah pada umumnya menghendaki kerapian pada siswa terutama terkait rambut. Nah ada pengecualian khusus bagi siswa bernama Ibrahim Ali, SMPN 1 Sakra Barat, Lombok Timur, NTB. Dia mendapatkan dispensasi untuk tetap berambut gimbal. Lha kok ?

Mengutip jpnn.com (18/7/2017), siswa yang lahir tanggal 28 November tahun 2004 mengaku, sejak kecil rambutnya tidak pernah dipotong. Ada pantangan tersendiri. Jika rambutnya dipotong, badannya langsung demam. “Kalau ini dipotong berarti ingin melihat saya sakit, dan penyakit pertama yang saya rasakan adalah panas,” katanya. Bahkan bila rambutnya rontok sehelai pun dia akan mengalami sakit.

Rambut gimbal ini ternyata dialami kakak dari Ibrahim ini. Siswa kelas I ini bercita-cita ingin menjadi seorang polisi meski saat ini rambut belum bisa rapi. “Seperti kakak saya dulu, kalau sudah besar rambut gimbal perlahan – lahan akan rontok sendiri dan akan diganti dengan rambut yang bagus dan rapi,” akunya.

Untuk memotong rambut Ibrahim ada ritual khusus dan bulan-bulan tertentu untuk menghindari rasa sakit tersebut. Memotongnya pun hanya sedikit saja alias tidak semuanya.

Kepala SMPN 1 Sakra Barat Mashyudi mengatakan, Ibrahim memang lain dengan siswa baru lainnya yang masuk sekolah dengan tampilan rapi. Namun pihaknya memakluminya setelah mengetahui riwayatnya. “Kalau rambut siswa (Ibrahim,red) ini kita akan potong, itu berarti membuat anaknya akan jatuh sakit, sehingga kita berikan dia kebijakan khusus di sekolah,” ujarnya.

Keberadaan rambut gimbal memang bukan sembarang orang. Di sekitaran dataran tinggi Dieng, Wonosobo terdapat kepercayaan bahwa rambut gimbal merupakan titipan dari Kyai Kolo Dete. Kyai Kolo Dete merupakan salah seorang punggawa pada masa Mataram Islam (sekitar abad 14). Selain itu ada juga yang mempercayai anak-anak yang rambutnya gimbal merupakan titipan Anak Bajang dari Samudra Kidul. Mereka merupakan titisan dari Eyang Agung Kolo Dete bagi anak laki-laki dan perempuan merupakan titisan dari Nini Dewi Roro Ronce.

Masyarakat Dieng menyebut anak-anak berambut gimbal dengan sebutan ‘anak gembel’. Ini karena rambut gimbal sering dikaitkan dengan orang yang jarang mandi atau malas mengurus tubuh mereka. Padahal, anak-anak berambut gimbal di Dieng merupakan anak-anak yang terawat.

Ada prosesi ruwatan tersendiri untuk melakukan pemotongan rambut gimbal tersebut. Prosesi pemotongan dilakukan di Kompleks Candi Arjuna, Dieng, Jawa Tengah. Namun sebelumnya permintaan anak-anak berambut gimbal ini mesti dituruti terlebih dahulu agar prosesi pemotongan berjalan lancar.

Maturnuwun

foto :http://www.bbc.com/indonesia

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

 

 

Advertisements

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 18 July 2017, in justinpoh and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: