Balada Bola Pingpong
Bola Pingpong atau juga ada yang menyebut pimpong adalah bola kecil yang dipakai untuk olahraga tenis meja. Biasanya bola kecil seukuran telur ayam ini berwarna orange atau putih. Nah ada sebuah kisah yang penuh misteri dengan bola pingpong ini. Yuuuk simak mantemans.
Alkisah
Di kelas 1 SD, si anak mendapat rangking 1. Sang ayah menawarkan untuk membelikan tas baru sebagai hadiah, tapi si anak meminta bola pingpong.
Sampai kelas 6 SD, si anak selalu rangking 1. Sang ayah selalu menawarkan hadiah menarik seperti sepeda, laptop dsb, tapi si anak selalu menolak hadiah itu dan meminta bola pingpong. “Untuk apa kau meminta bola pingpong?, tanya ayah. “suatu saat nanti akan aku beritahu”, jawab anaknya.
Setelah lulus SMP dengan nilai tertinggi, sang ayah menawarkan motor baru sebagai hadiah, tapi si anak meminta bola pingpong saja. “Untuk apa kau begini banyak meminta bola pingpong?, tanya ayah. “suatu saat nanti akan aku beritahu, ayah…”, jawab anaknya.
Lulus SMA dengan nilai paling baik di sekolah favorit, sang ayah menawarkan mobil pada anaknya, tapi si anak masih meminta bola pingpong. Ketika ditanya, jawabannya masih sama.
Lulus kuliah dengan hasil yang sangat baik dan diterima bekerja di perusahaan ternama, sang ayah menawarkan rumah mewah untuk anaknya, namun si anak masih meminta bola pingpong sebagai hadiah. Saat menikah pun, sang anak masih memilih bola pingpong sebagai hadiah.
Setelah bertahun-tahun, sang ayah sakit dan mendekati ajalnya, dia menelefon anaknya, “sudah saatnya kau beritahu ayah, sebenarnya untuk apa semua bola pingpong yang kau minta selama ini?, tanya sang ayah terbatuk-batuk. “Biar aku yang ke sana ayah, akan aku katakan semuanya”.
Di perjalanan menuju rumah sakit, si anak mengalami kecelakaan yang merenggut ajalnya dan tidak ada seorang pun tahu apa maksud dari bola pingpong yang dimintanya sejak kecil.
Sekian….
Sumber : kaskus
***
Demikianlah cerita tentang balada bola pingpong mantemans. Btw, mungkin ada yang tahu maksud permintaan bola pingpong sianak?hehehe
Maturnuwun
Baca juga :
- Mengapa Lemari Dapurmu Penuh Thinwall Bekas? Rahasia Dibalik Scarcity Mindset dan Solusinya
- Ketika yang Paling Kita Cintai Menjadi Ujian Terbesar Hati
- “Nanti Kalau Sempat Dibetulin”: Jebakan Alibi Simpan Barang Rusak yang Memguras Emosi
- Tumpukan Buku yang Belum Terbaca: Beban Hisab atau Tabungan Kebaikan?
- Rumah Berantakan, Jiwa Kelelahan: Mengapa Decluttering Adalah Bentuk Self-Care dan Ibadah
- Menjadikan Allah Pusat Kehidupan: Insight Tadabbur Surah Al-Ikhlas
- Rumah Bukan Gudang: 8 Langkah Berani Bebas dari Tumpukan Barang
- Bingung Arah Hidup? Ini 5 Langkah Menemukan Panduan Diri yang Hakiki
- Stop Dijajah Pikiran Negatif! Ini Cara Bikin Hati Lebih Adem dan Jernih
- Lantai Lapang, Rumah Tenang: Mengapa Barang Berserakan di Rumah Bisa Memicu Tantrum Anak?
Taeeeee
🤗🤓
Coegggggggg!
😁