KHSblog.net- Menghentikan Langkah Sejenak: Menghitung Karunia di Antara Usia yang Berkurang. Di tengah riuhnya rutinitas dan derap langkah yang tak pernah berhenti, pernahkah kita benar-benar jeda? Pagi berganti malam, kalender berganti lembaran, dan angka usia kita terus bertambah. Tanpa disadari, setiap kali detik berdetik, ada jatah hidup yang telah Allah SWT tetapkan di dunia ini yang kian berkurang dan berlalu meninggalkan kita.

Sebuah nasihat berdaging yang patut menjadi sarana muhasabah (evaluasi diri) datang dari pemikiran hangat Teh Dara Dharmayanti melalui unggahan Instagram-nya. Nasihat ini mengajak kita untuk menyebarkan jeda di tengah kepungan rasa kurang:
Hari ini, coba deh berhenti sebentar. Bukan untuk melihat aneka hal yang belum kita miliki, tetapi untuk melihat betapa baiknya Allah kepada kita selama ini.
Sering kali mata kita terlalu silau menatap apa yang ada di tangan orang lain, hingga lupa memandang melimpahnya kasih sayang-Nya yang melingkupi diri sendiri. Jika kita mau jujur dan merenung mendalam, diri kita sejatinya adalah gambaran nyata dari betapa luasnya kebaikan Allah SWT.
Betapa banyak aib dan dosa kelam yang dengan lembut Allah tutup rapi dari pandangan manusia. Betapa banyak kesalahan dan kekhilafan yang terus Ia ampuni tanpa henti. Betapa banyak doa-doa yang terbisik pasrah lalu Allah kabulkan dengan cara paling indah. Betapa banyak jalan buntu yang sempat membuat kita putus asa, namun kemudian Ia bukakan jalurnya satu per satu. Serta betapa tak terhingganya musibah dan bahaya yang telah Ia palingkan dari hidup kita tanpa pernah kita sadari.
Kenyataan ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang mengingatkan betapa tak terbatasnya nikmat yang telah tercurah:
“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).” (QS. Ibrahim: 34)

Ketidakmampuan kita menghitung nikmat seharusnya melahirkan rasa malu sekaligus syukur yang mendalam. Kebanyakan dari kita kerap mengeluh atas satu atau dua keinginan yang belum terwujud, padahal jutaan helai napas, ketenangan hati, dan perlindungan-Nya mengalir tanpa henti setiap detik. Rasulullah juga mengingatkan kita untuk selalu melihat ke bawah agar hati senantiasa diliputi rasa syukur:
“Lihatlah kepada orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat kepada orang yang berada di atas kalian, karena hal itu lebih layak agar kalian tidak memandang hina nikmat Allah yang telah diberikan kepada kalian.” (HR. Muslim)
Maka, setelah sejenak menepi dan mengusap dada dengan rasa syukur, kumpulkan kembali sisa kekuatan yang ada. Jangan biarkan hari-hari berlalu tanpa makna. Mari kita lanjutkan perjalanan panjang ini dengan langkah yang lebih mantap, niat yang lebih lurus, dan hati yang lebih terikat pada-Nya. Sebab pada akhirnya, seluruh hidup kita adalah Journey from Allah to Allah, sebuah perjalanan mulia yang dimulai dari Allah dan kelak akan kembali kepada Allah.
baca juga :