KHSblog.net- Apa yang Sebaiknya Dilakukan pada Tanggal 1-10 Dzulhijjah? Banyak orang menunggu Ramadhan untuk memperbanyak ibadah, padahal dalam Islam ada sepuluh hari yang sangat agung dan dicintai Allah, yaitu tanggal 1 sampai 10 Dzulhijjah, yang insya Allah akan jatuh mulai tanggal 18 Mei 2026. Hari-hari ini adalah musim pahala, musim ampunan, dan kesempatan besar untuk mendekat kepada Allah. Rasulullah saw bersabda:
“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini (maksudnya: sepuluh hari pertama Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya, “Apakah tidak juga jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Tidak juga jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya kemudian ia tidak pernah kembali lagi (mati syahid).” (HR. Bukhari)

Bahkan para sahabat bertanya, apakah lebih utama daripada jihad? Rasulullah saw menjawab bahwa amal di hari-hari itu sangat besar nilainya di sisi Allah.
Lalu apa yang sebaiknya dilakukan pada tanggal 1–10 Dzulhijjah? Satria Hadi Lubis memberikan apa saja yang harus dilakukan pada tanggal tersebut. Yuk baca sampai selesai.
1. Memperbanyak Shalat dan Ibadah
Jangan biarkan hari-hari mulia ini berlalu seperti hari biasa. Perbanyak shalat sunnah, jaga shalat berjamaah, perbanyak membaca Al-Qur’an, dan hidupkan malam dengan doa serta dzikir.
Bisa jadi satu rakaat yang kita lakukan di hari-hari ini lebih dicintai Allah daripada banyak amal di hari lain.
2. Memperbanyak Dzikir
Hari-hari Dzulhijah adalah hari untuk membesarkan nama Allah. Karena itu para ulama menganjurkan memperbanyak tahlil, takbir, dan tahmid. Rasulullah saw bersabda
“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad)
3. Berpuasa, Terutama di Hari Arafah
Puasa di sembilan hari pertama Dzulhijah sangat dianjurkan, terutama tanggal 9 Dzulhijah yaitu puasa Arafah. Rasulullah saw bersabda tentang puasa Arafah:
“Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim)
Betapa besar rahmat Allah. Satu hari puasa menjadi sebab diampuninya dosa dua tahun.
4. Menjaga Lisan dan Akhlak
Jangan sampai kita rajin ibadah tetapi masih gemar menyakiti orang lain, menyebar fitnah, berkata kasar, atau sibuk menghina di media sosial.
Amal saleh bukan hanya shalat dan puasa, tetapi juga akhlak yang baik. Bisa jadi dosa lisan menghapus keberkahan ibadah yang sedang kita kumpulkan.
5. Memperbanyak Sedekah
Hari-hari mulia adalah waktu terbaik untuk berbagi. Bantu fakir miskin, bantu keluarga, bantu dakwah, bantu orang yang kesulitan. Rasulullah saw adalah manusia paling dermawan, dan beliau semakin dermawan di waktu-waktu mulia.
Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Kadang yang membuat hidup sempit bukan kurangnya harta, tetapi kurangnya keberkahan.

6. Berkurban Bagi yang Mampu
Ibadah kurban adalah syiar besar dalam Islam dan bentuk ketakwaan kepada Allah. Allah Ta’ala berfirman:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Bagi yang berniat berkurban, Rasulullah saw menganjurkan untuk tidak memotong rambut dan kuku sejak masuk 1 Dzulhijah sampai hewan kurbannya disembelih.
7. Memperbanyak Taubat
Tidak ada manusia yang bersih dari dosa. Karena itu jadikan 10 hari pertama Dzulhijah sebagai momentum kembali kepada Allah.
Mungkin selama ini kita lalai. Mungkin hati kita terlalu cinta dunia. Mungkin shalat masih berantakan. Mungkin masih banyak dosa tersembunyi.
8. Merayakan Idul Adha
Akhirnya pada tanggal 10 Dzulhijah kita merayakan Hari Raya Idul Adha. Hari untuk memperingati peristiwa kurban dan sejarah pengorbanan Nabi Ibrahim a.s. yang bersedia menyembelih putranya, Nabi Ismail a.s., sebagai wujud ketaatan kepada Allah SWT, yang kemudian digantikan dengan seekor domba.
“Tidak ada suatu amalan yang dikerjakan anak Adam (manusia) pada hari raya Idul Adha yang lebih dicintai oleh Allah dari menyembelih hewan. Karena hewan itu akan datang pada hari kiamat dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya, dan kuku-kukunya. Sesungguhnya darah hewan tersebut telah sampai di sisi Allah sebelum jatuh ke tanah, maka hiasilah dirimu dengan menyembelihnya.” (HR.Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Tanggal 1 sampai 10 Dzulhijah bukan hari biasa. Ia adalah kesempatan emas yang Allah berikan kepada umat Islam untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada-Nya.

Jangan sampai hari-hari mulia ini berlalu hanya dengan scroll media sosial, sibuk dunia, dan aktivitas tanpa nilai akhirat. Bisa jadi inilah sepuluh hari yang menentukan nasib kita di hadapan Allah.
Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk menghidupkan Dzulhijah dengan amal saleh, dzikir, taubat, dan ketakwaan. Aamiin.
baca juga :