Skip to main content

Lima Racun Pernikahan

KHSblog.net – Lima Racun Pernikahan . Salah satu bab di buku berjudul Toxic Marriage karya Cahyadi Takariawan menyebutkan ada lima jenis racun yang membahayakan kehidupan pernikahan. Pasangan suami istri hendaknya saling menjaga dan menguatkan, untuk mewaspadai dan menghindari 5 racun berikut ini:

1. Mengabaikan Komitmen

Salah satu pengikat hubungan antara suami dan istri adalah komitmen. Pasangan suami istri terikat oleh komitmen, sejak mereka melakukan prosesi akad nikah, untuk bersama-sama menjalani kehidupan berumah tangga sesuai ajaran agama. Semestinya komitmen ini selalu dijaga dan tidak diabaikan, sehingga menjadi ikatan sakral yang tidak mudah dirusak dan diurai oleh keduanya.

Paling tidak ada 4 komitmen pasangan suami istri yaitu: komitmen untuk menjalankan ketaatan kepada Allah, komitmen untuk bersama-sama meraih keberkahan dalam kehidupan, komitmen untuk bersama-sama melaksanakan peran kerumahtanggaan, komitmen untuk menghadirkan kebahagiaan.

2. Mengembangkan Kebencian
Ketika perasaan benci mulai menyelinap dalam kehidupan pernikahan, hendaknya segera dijauhi dan dihilangkan, bukan dikembangkan.

Rasa benci semula muncul karena adanya ucapan atau perbuatan pasangan yang menyakitkan hati dan perasaan. Jika perasaan ini terus menerus dikembangkan akan berubah menjadi kebencian terhadap pribadi pasangan.

Rasa benci yang berkembang akan mematikan cinta yang sudah ditumbuhkan dan dijaga sejak awal mula hidup berumah tangga. Kebencian yang dikembangkan adalah racun dalam pernikahan. Jangan biarkan racun ini merusak kebahagiaan rumah tangga anda.

3. Memelihara Pemisah Jarak
Menurut John M. Gottman, ada empat perilaku interaksi yang potensial memisahkan jarak antara suami dan istri makin jauh, yaitu banyak mengkritik, banyak mencela, menyalahkan pasangan serta membangun benteng untuk menunjukkan eksistensi diri dihadapan pasangan.

4. Mengizinkan Banjir Emosi
Yang dimaksud dengan “banjir emosi” adalah dominasi emosi yang melimpah dalam setiap titik interaksi dan komunikasi di antara mereka. Suatu suasana ketika suami dan istri sangat mudah untuk bersikap emosional, bahkan untuk hal-hal yang remeh & sepele sekalipun.

5. Merawat Kenangan Buruk

baca juga :

Tinggalkan Balasan