Skip to main content

Dahsyatnya Pembiasaan pada Anak

KHSblog.net- Dahsyatnya Pembiasaan pada Anak. Kepekaan anak terhadap waktu perlu dilatih sejak dalam kandungan. Apabila orang tua menginginkan anaknya bisa bangun pagi maka janin harus dibangunkan pada pagi hari dengan cara sang ibu dalam keadaan tidak tidur di waktu tersebut, demikian pula dengan kedisplinan dalam mengatur waktu sehari-hari.

Dahsyatnya Pembiasaan pada Anak

Nah, bagaimana caranya? Ada seorang teman yang sudah mempraktekkan membiasakan ini pada masa kehamilan pertama maupun kedua, yaitu dengan cara melakukan manajemen waktu yang disiplin sejak awal kehamilan.

Seperti bangun pagi secara teratur, makan teratur, sholat tepat pada waktunya, serta aktivitas rutin yang lain.

Dibutuhkan perjuangan keras melawan kondisi hamil yang terkadang mengalami mual, pusing dan lemas. Alhamdulillah hasilnya nampak setelah bayi lahir, anak-anaknya mudah sekali untuk mengikuti jadwal harian dengan baik.

Kisah di atas mengingatkan kita sebagai orang tua pentingnya pembiasaan pada anak. Bisa karena biasa.

Pembiasaan adalah pola pendekatan pendidikan anak yang sangat efektif untuk membentuk perilaku anak sejak dini.

Seperti pada pendidikan Kelompok Bermain dan Taman Kanak-kanak yang juga menekankan pembiasaan.

Di usia pra sekolah anak-anak dikenalkan dengan berbagai perilaku baru di sekolah, yaitu memakai sepatu, mengucapkan salam, menata dan meletakkan mainan di tempat semula.

khsblog main tenis bersama anak di gresik

Mengenalkan perilaku baru memang penting, tetapi lebih penting lagi proses selanjutnya yaitu membiasakan perilaku tersebut, dan hal-hal baru yang sudah diajarkan oleh sekolah perlu didukung dengan pembiasaan di rumah.

Semisal, seorang anak yang dikenalkan dengan belajar makan sendiri tanpa disuapi, ternyata anak langsung bisa. Lantas keesokan harinya anak merengek tidak mau karena tidak tega akhirnya sang ibu menyuapinya. Hal ini menyebabkan perilaku makan secara mandiri akan tertunda pembentukannya.

Penulis buku Pendidikan Anak Dalam Islam yaitu Abdullah Nasih Ulwan menyatakan bahwa pendidikan dengan proses pembiasaan merupakan cara yang sangat efektif dalam membentuk iman, akhlak mulia, keutamaan jiwa, dan untuk melakukan syariat yang lurus. Ini artinya apabila kita menginginkan anak menunjukkan sikap dan perilaku baik, maka pembiasaan menjadi cara cepat, mudah dan ampuh.

Proses pembiasaan pada intinya adalah pengulangan perilaku, artinya ketika kita mengenalkan suatu perilaku baru pada anak proses penting berikutnya adalah mengkondisikannya untuk mengulang-ulang perilaku tersebut sampai akhirnya menjadi kebiasaan.

Pembiasaan dikatakan berhasil ketika perilaku yang diharapkan bisa dilakukan anak secara terus-menerus, konsisten di setiap waktu maupun keadaan, bahkan menjadi perilaku otomatis berjalan dengan sendirinya.

Apa saja area pembiasaan yang perlu kita perhatikan untuk anak usia dini? Berikut Ani Christina sarjana psikologi Universitas Airlangga memberikan penjelasannya.

1. Pembiasaan ketaatan pada aturan.
Konsep moralitas baik dan buruk dimulai dengan mengenalkan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh. Seperti aturan sederhana yang perlu kita biasakan yaitu membuang sampah pada tempatnya, mengembalikan barang di tempatnya atau tidak duduk di atas meja.

2. Pembiasaan aktivitas kemandirian.
Kemandirian dibangun sejak usia dini, dimulai dari aktivitas-aktivitas yang dapat dilakukan sendiri oleh anak tanpa bantuan orang tua. Seperti mencuci tangan sendiri di umur 2 tahun, ke kamar kecil untuk buang air ketika usia 3 tahun, makan tanpa disuapi ketika umur 4 tahun, dan seterusnya.

3. Pembiasaan berkomunikasi dalam sosialisasi.
Dalam proses interaksi sosial, berbagai norma atau etika perlu dikenalkan sejak dini pada anak, misalnya sabar menunggu giliran, berbagi makanan atau mainan, meminta maaf jika punya salah, mengucapkan terimakasih jika diberi sesuatu, dll.

Pembiasaan yang kita lakukan bisa sukses, bisa juga gagal. Kuncinya adalah peran orang tua dalam proses mengawal pembiasaan pada anak. Iringi juga dengan keteladanan dari rumah serta jangan lupa doakan anak-anak.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan