Advertisements

Cara belajar naik sepeda tanpa roda penyangga bagi anak..dijamin sukses

Cara belajar naik sepeda tanpa roda penyangga bagi anak ..dijamin sukses. Tips naik sepeda alias gowes ini bisa digunakan untuk anak-anak maupun bagi orang dewasasa. Inti dari dari belajar naik sepeda adalah keseimbangan antara tubuh dan sepeda sehingga hal tersebut harus dipegang. Salah seorang warganet Edy Tanto membagikan pengalamannnya dalam mengajari anak-anak naik sepeda tanpa roda penyangga. Menariknya hanya dibutuhkan waktu 30 – 60 menit agar bisa…hehehe. Monggo disimak gans.. CARA MENGAJARI ANAK NAIK SEPEDA RODA DUA. DIJAMIN BISA DALAM 30-60 MENIT. TANPA JATUH, TANPA LUKA. (BISA JUGA UNTUK ORANG DEWASA)

Cara ini sudah saya terapkan pada 6-7 orang anak kecil, 2 anak saya dan anak-anak tetangga. Rata-rata usia 5-7 tahun. Semuanya bisa gowes sepeda roda 2 seperti jagoan hanya dalam 30 – 60 menit. Tanpa jatuh, tanpa luka.

Syarat:

1. Buka roda kecil yang di belakang jika sepeda anak Anda adalah sepeda roda 4 sehingga hanya tersisa 2 roda utama

2. Buka pedal. WAJIB! Ini kunci utamanya. Sehingga yang tertinggal hanya tuas pengengkol (lihat gambar). Jika ini tidak lakukan, kemungkinan besar teknik ini akan gagal

3. Turunkan sadel sepeda serendahnya sehingga kedua kaki anak bisa menyentuh tanah dengan mudah. Penting!

4. Cari jalan yang sedikit landai di mana sepeda bisa bergerak maju dengan sendirinya tanpa diengkol/digowes.

Caranya:

1. Taruh sepeda di bagian tertinggi dari jalan yang agak landai tadi dan minta anak menaikinya

2. Pastikan ia bisa menjejakkan kedua kakinya dengan mudah ke tanah ketika ia merasa kehilangan keseimbangan agar tidak terjatuh

3. Bilang kepada anak agar segera menjejakkan kedua kakinya ke tanah begitu ia kehilangan kesimbangan. Disinilah pentingnya membuka kedua pedal pengengkol/penggowes tadi. Jika ada pedal, setiap kali anak menjejakkan kedua kakinya ke tanah, betisnya pasti akan terbentur dengan pedal. Ini tidak mengenakkan dan secara tidak sadar ia akan ketakutan untuk menjejakkan kakinya ke tanah saat ia kehilangan kesempatan yang akan berakibat membuatnya jatuh. Sekali jatuh, anak akan mulai ketakutan dan semangatnya akan menurun.

4. Setelah anak berada pada posisi, minta ia mengangkat kedua telapak kakinya dari tanah. Karena jalan agak landai, otomatis sepeda akan bergerak maju ke depan dengan sendirinya

5. Ketika anak mulai kehilangan keseimbangan, otomatis ia akan menjejakkan kedua kakinya ke tanah sehingga ia tidak akan terjatuh.

6. Taruh kembali sepeda di posisi start dan ulangi terus beberapa kali

7. Setelah beberapa kali, anak akan mulai menemukan titik kesimbangannya sehingga ia bisa menaikkan kedua kakinya dan sepeda bergerak maju hingga 5 – 6 meter tanpa sekalipun ia menjejakkan kedua kakinya ke tanah

8. Setelah anak tampak mulai menemukan titik kesimbangannya ini, bawa ia ke jalan biasa yang tidak landai

9. Minta anak duduk seperti sebelumnya tapi kali ini Anda yang mendorongnya dari belakang

10. Minta anak mengangkat kedua kakinya dari tanah dan Anda dorong dia maju perlahan. Karena anak sudah menemukan titik kesimbangannya, ia pasti akan bisa melaju sampai sepedanya melamban sendiri

11. Setelah beberapa kali mendorongnya dengan perlahan, kali ini dorong dia dan Anda lari mengikutinya dari belakang. Ketika tampak sepeda mulai melamban, dorong lagi agar sepeda maju agar anak tidak menurunkan kakinya

12. Setelah tampak anak mulai lancar, dorong dia dengan agak kuat sehingga sepeda bisa melaju lebih jauh

13. Setelah anak bisa melaju dengan lancar, pasang kembali pedal penggowesnya

14. Minta anak menaruh kedua kakinya di pedal dan bilang ketika ia mulai merasa sepeda melamban, segera gowes.

15. Dorong ia perlahan saja sebagai bantuan untuk mulai. Anak akan menggowes dengan sendirinya ketika ia merasa sepeda mulai melamban

16. Terakhir, minta anak menaruh kaki kanannya di pedal dan kaki kiri di tanah. Minta dia mendorong sepedanya maju dengan menekan keras pedal di kaki kanannya sambil dibantu dorong dengan kaki kirinya yang berada di tanah

Yesss! Anda akan melihat sendiri bagaimana ia sudah bisa menggowes seperti jagoan. Terakhir tinggal mengajarinya mengerem.

Semoga bermanfaat

sumber : fb Edy Tanto tanggal 12 Maret 2018

****

Itulah mantemans Cara belajar naik sepeda tanpa roda penyangga bagi anak..dijamin sukses. Memang beragam cara mengajari anak naik sepeda diantaranya memakai roda penyangga kiri dan kanan. Selanjutnya roda penyangga sebelah kanan diambil dan terakhir roda kiri juga ketika anak sudah mendapatkan keseimbangan dan rasa percaya diri ketika menggowes.

Ada pula yang langsung dilepas tanpa roda penyangga tapi tetap didampingi disebelahnya untuk jagani sang anak terjatuh.

Maturnuwun

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

*” Yuuuk like & share brosis….”*

Advertisements

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 18 March 2018, in caricara and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Betul, coba juga balance/push bike ..

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: