Advertisements

Blog Archives

Mewarisi Semangat Kepahlawanan Islam

Mewarisi Semangat Kepahlawanan Islam. Rasulullah sesungguhnya pahlawan Islam. Umar bin Khattab, Hamzah bin Abdul Muthalib, Abu Bakar As-Shiddiq, Abdurrahman bin Auf juga para sahabat yang lainnya. Begitu banyak nama-nama para pahlawan islam. Bisa jadi saat kita ditanya sudah mengenal dan sudah pernah membaca sejarah hidupnya sahabat Rasulullah? kita mengaku ada yang pernah mendengar namanya saja, namun belum pernah mengetahui sejarah perjuangannya. Read the rest of this entry

Advertisements

Memaafkan Masa Lalu

Memaafkan Masa Lalu. Memaafkan bisa menjadi hal yang tidak mudah bagi orang yang pernah mengalami kedzoliman tingkat dunia. Korban pelecehan seksual, KDRT, ditelantarkan orangtuanya, ditipu ratusan juta rupiah oleh sohib sendiri. Berat. Pastinya berat banget. Tapi memilih untuk bersikukuh untuk tidak memaafkan masa lalu, akan menjadikan hidup lebih berat. Ibaratnya itu seperti kamu pengen lari kenceng tapi kamu bawa tas ransel yang berat banget. Nggak enak banget. Kamu butuh meletakkan ranselmu itu. Ransel berat itu adalah masa lalumu. Masa lalumu yang tidak termaafkan. Read the rest of this entry

Kisah nyata anak dokter ingin jadi ustadz

Kisah nyata anak dokter ingin jadi ustadz. Kadang antara keinginan anak dan orang tua tidak selalu sejalan meskipun setiap orang tua pasti mendamba yang terbaik buat anak. Hal berbeda justru direspon anak bahwa tidak semua yang terbaik menurut orang tua belum tentu terbaik dan cocok untuk anak yang bersangkuta. Sebuah kisah epik tentang Kisah nyata anak dokter ingin jadi ustadz. Monggo disimak brosis…

Read the rest of this entry

Aku bangga meskipun anakku rangking tetap ke-23

Sebuah cerita nyata inspiratif yang dituliskan Muhammad Yassin Soepardi tentang sisi lain buah hatinya. Cerita ini didedikasikan untuk nanda Noor Annisa Maulicha yang ditulisnya pada hari rabu tepat pada hari kemerdekaan, 17 Agustus 2016.  Tulisan yang berjudul Anakku yang Rangking ke-23 ini menceritakan sisi lain anaknya yang ternyata memiliki kecerdasan sosial dibandingkan dengan kecerdasan intektual. Menariknya si anak tidak mau bercita-cita menjadi pahlawan…tetapi menjadi orang dipinggir jalan yang menyambut ketika pahlawan datang…hehehe. Monggo dibaca tulisan inspiratif ini mantemans…

Read the rest of this entry

%d bloggers like this: