Sepuluh tahun sudah berlalu sejak terjadinya peristiwa penyerangan ka’bah, disebuah rumah salah seorang keluarga bani Zuhrah. Tampak seorang laki laki sedang gelisah, dia tengah menanti kelahiran puteranya. Tidak lama kemudian bayi itu lahir, bayi itulah yang kemudian dikenal dengan nama Abdurrahman bin Auf.
Berbenah Menyenangkan
Berbenah Menyenangkan
Berbenah? Ah tidak….! Pasti capek, tidak asyik, malas, menyebalkan. Itu tanggapan sebagian besar orang. Berbenah rumah terutama. Rumah tempat kita tinggal. Rumah tempat kita melepas lelah dan kerinduan pada keluarga. Dari rumahlah kita menemukan semangat. Semangat menjalani aktivitas sehari-hari. Namun tak semua orang begitu perhatian dengan rumahnya. Rumah yang ditinggalinya kerap kali hanya menjadi tempat istirahat untuk melepas penat. Penat dari bekerja di luar rumah.
Padahal rumah yang rapi, bersih, nyaman adalah idaman setiap pasangan. Pasangan suami istri yang bahagia itu juga terlihat dari bagaimana dia memperlakukan rumahnya. Rumah idaman bukan hanya angan. Rumah idaman bukan hanya impian. Tetapi rumah idaman akan bisa diwujudkan dengan berbenah yang asyik tanpa bosan namun justru menyenangkan.
Bagaimana Setan Merusak Keluarga
Ibu adalah kunci keluarga. ibu adalah madrasah anak pertama dan utama. Ibu adalah peran mulia sepanjang waktu. 24 jam sehari ada peran ibu di sana. Bersyukurlah atas peran mulia ibu. Eits, tapi berhati-hatilah wahai ibu ada musuh yang akan ikut di semua peranmu. Berikut ada tulisan keren pengingat diri untuk para ibu.
8 Hari yang Istimewa (5-selesai)
Part #5
Pukul 10.00 WIB ambulan Puskesmas meluncur menuju Hotel Asrama Haji. Mengantar ibu dan kedua anak kami. Di hari ke empat kami isoman, akhirnya semua keluarga yang ada di rumah menyusul ke asrama haji. Kecuali bapak negatif.
8 Hari yang Istimewa (4)
“Kelas berapa dek?” Tanyaku pada seorang anak perempuan yang duduk di depan lobi hotel.
“Lima…”, jawabnya singkat.
Sambil saya lihat lagi sekelilingnya. Rupanya dia isoman ke Hotel Asrama Haji sendirian. Hati semakin pilu. Kelas lima usia anak pertama saya. Yang hari ini berangkat swab ke Puskesmas beserta uyut, bapak dan ibu.
8 Hari yang Istimewa (3)
Sore di hari pertama, kami saling bersapa dengan beberapa tamu yang duduk di depan lobi hotel sebelum cek kesehatan. Menanyakan dari mana alamatnya, berapa anggota keluarga yang masuk sini hingga berlanjut ngobrol gayeng. Beberapa jam setelah kedatangan kami, dari Puskesmas yang sama yaitu Manukan membawa tamu terkonfirmasi positif juga satu keluarga.
8 Hari yang Istimewa (2)
Sejak tahu hasil swab saya dan adik bayi positif, teman dokter menyarankan hari itu juga segera berangkat isolasi mandiri ke rumaha sakit yang beliau rekomendasikan. Dengan berat hari Ahad pagi, 6 Juni 2021 saya mulai menyiapkan perlengkapan apa saja yang akan dibawa. Kembali saya buka chat whatsapp dari teman dokter saya. Saya scroll dari awal hingga ke chat paling akhir. Sejenak saya berpikir, kalo saya berangkat isolasi hari ini, besok anak pertama kami tidak ada yang support ujian akhir semesternya.
8 Hari yang Istimewa (1)
8 Hari yang Istimewa #part 1 “Semangat sehat ya, semoga segera negatif dan bisa pulang ke rumah”. Pesanku pada teman-teman seperjuangan di Hotel Asrama Haji saat berpamitan pulang. Delapan hari kami sekeluarga diberikan takdir terbaik dari Sang Maha Rahman. Allah memberikan kami incip menikmati positif covid 19. Ya, kami sekeluarga di awal bulan Juni merasakan […]
Menyambut Tamu Istimewa
Menyambut Tamu Istimewa. Sudah berapa kali kita diizinkan Allah berjumpa Ramadhan? Sudah usia segini Ramadhannya masih begitu-begitu saja. Ah..betapa meruginya. Padahal tamu istimewa tahunan bernama Ramadhan banyak bertabur berkah dan ampunan.
Rahmat dan Kebaikan Rasulullah
Rahmat dan Kebaikan Rasulullah Dalam semua pergaulan, Rasulullah sangat ramah dan menjaga perasaan serta nama baik sesama manusia. Beliau berlemah lembut dalam berhubungan dengan orang lain. Dalam suatu keterangan, dijelaskan, “Tahukah kamu siapa yang diharamkan bagi neraka?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tau.”









