Advertisements

Tentang I’tikaf Ramadhan

RINGKASAN FIQIH I’TIKAF. Oleh Cahyadi Takariawan, Dewan Pembina LazisQu. Hari ini, Sabtu 25 Mei 2019, adalah hari ke 20 Ramadhan 1440 H. Berarti mulai malam ini, sudah masuk malam ke 21, saatnya mengawali i’tikaf di masjid.

Pengertian I’tikaf

Dalam kitab Lisanul Arab dinyatakan, kata i’tikaf bermakna merutinkan (menjaga) sesuatu.

Maka orang yang mengharuskan dirinya untuk berdiam di masjid dan mengerjakan ibadah di dalamya disebut “mu’takifun” atau ‘akifun. (Shahih Fiqh Sunnah II/150).

Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan

Yang paling utama adalah i’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan. Bukan hanya malamnya saja, tapi juga siang harinya.

Aisyah Ra mengatakan bahwa Nabi Saw biasa beri’tikaf pada 10 hari terakhir di bulan Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau. (HR. Bukhari dan Muslim).

Nabi Saw juga pernah i’tikaf di 10 hari terakhir dari bulan Syawal sebagai qadha’ karena tidak beri’tikaf di bulan Ramadhan. (HR. Bukhari dan Muslim).

I’tikaf Harus di Masjid

I’tikaf disyari’atkan dilaksanakan di masjid, tidak di tempat lain, berdasarkan firman Allah:

وَلَا تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنْتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ

“(Tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”(QS. Al Baqarah : 187)

Demikian juga istri-istri beliau, melakukannya di masjid.

Menurut mayoritas ulama, i’tikaf boleh dilakukan di semua masjid, karena keumuman firman Allah: “Sedang kamu beri’tikaf dalam masjid”.

Adapun hadits dari Hudzaifah yang mengatakan, ”Tidak ada i’tikaf kecuali pada tiga masjid”, hadits ini masih dipersilisihkan apakah statusnya marfu’ atau mauquf. (Shahih Fiqh Sunnah II/151)

I’tikaf Wanita

Dibolehkan bagi wanita untuk melakukan i’tikaf sebagaimana Nabi Saw mengizinkan istri beliau untuk beri’tikaf. (HR. Bukhari dan Muslim).

Namun wanita yang i’tikaf di masjid harus memenuhi dua syarat :

[1] Diizinkan oleh suami,

[2] Tidak menimbulkan fitnah (Shahih Fiqh Sunnah II/151-152)

Adakah Waktu Minimal Lamanya I’tikaf?

Umar Ra pernah berkata kepada Nabi, ”Ya Rasulullah, aku dulu pernah bernadzar di masa jahiliyah untuk beri’tikaf semalam di Masjidil Haram”.

Lalu Nabi Saw mengatakan, ”Tunaikan nadzarmu.” Kemudian Umar beri’tikaf semalam. (HR. Bukhari dan Muslim).

Dari hadits ini boleh bagi seseorang beri’tikaf hanya semalam.

Yang Membatalkan I’tikaf

Beberapa hal yang membatalkan i’tikaf adalah :

[1] Keluar dari masjid tanpa alasan syar’i atau tanpa ada kebutuhan mubah yang mendesak –misalnya untuk mencari makan, mandi yang hanya bisa dilakukan di luar masjid

[2] Jima’ atau bersetubuh dengan istri berdasarkan Surat Al Baqarah : 187 (Shahih Fiqh Sunnah II/155-156)

Selama i’tikaf sibukkan diri dengan melakukan ketaatan, seperti berdo’a, dzikir, membaca Al Qur’an dan lain-lain.

Selamat i’tikaf. Jangan lupa, perbanyak sedekah, mumpung ketemu bulan penuh berkah.

Sumber

1. rumahfiqih.com
2. rumaysho.com

Advertisements

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 25 May 2019, in Tanpa kategori and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: