Advertisements

Belajar Sikap Kepemimpinan dari Peribahasa Jawa

Belajar Sikap Kepemimpinan dari Peribahasa Jawa. Pemimpin adalah mereka yang menduduki puncak sebuah jabatan dan kekuasaan baik sifat formal, non formal, informal maupun gak formal-formalan. Mereka diangkat, ditunjuk dan dipilih dengan beragam pertimbangan maupun beragam alasan. Nah ada sebuah tulisan menarik dari warganet yakni KH Ahmad Ishomuddin mengenai bagaimana seharusnya pemimpin dalam bersikap yang bersumber dari peribahasa Jawa. Monggo disimak gans..

SIKAP PEMIMPIN YANG BAIK (Belajar dari Peribahasa Jawa)

Oleh: Ahmad Ishomuddin

Bila kita mau meneliti nilai-nilai kepemimpinan itu mungkin bisa didapati ada pada setiap suku di Indonesia, bukan saja pada suku Jawa. Namun budaya Jawa memiliki perhatian yang tinggi terhadap kepemimpinan. Suku Jawa atau lainnya dalam hal ini bisa saling mengambil pelajaran demi keharmonisan hidup bersama sebagai saudara sebangsa, bangsa yang satu, Indonesia.

Berikut ini beberapa peribahasa Jawa yang terkait dengan sikap pemimpin yang baik yang tentunya bernilai penting dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari:

(1) “Rukun agawe santosa, crah agawe bubrah“, artinya bahwa rukun membuat hidup sentosa, sedangkan konflik mengakibatkan kerusakan/kehancuran. Peribahasa ini menggambarkan cita-cita dan arti penting meraih kehidupan yang rukun, aman dan damai. Sebaliknya konflik, perseteruan, saling bermusuhan menimbulkan banyak bahaya seperti perpecahan yang membawa kelemahan dan kehancuran hidup berbangsa dan bernegara. Oleh sebab itu, pemimpin berkewajiban memprioritaskan terwujudnya kehidupan yang rukun, berdamai dengan dirinya sendiri, dan rukun terhadap siapa saja.

(2) “Curiga manjing warangka, warangka manjing curiga”. Peribahasa ini menggambarkan sikap ideal pemimpin terhadap bawahannya (baca : rakyat), yakni gemar menyantuni rakyat. Sikap ideal ini ditandai dengan kesediaan pemimpin yang mau menerima aspirasi bawahan/rakyatnya dan melayani mereka sebaik-baiknya. Pemimpin yang memerhatikan nasib dan dekat dengan mereka biasanya sangat dicintai dan ditaati rakyat, sedangkan rakyatnya pun dengan sukarela turut serta membantu kesulitan-kesulitannya.

(3) “Aja rumangsa bisa, nanging bisa rumangsa“, artinya seorang pemimpin itu tidak boleh jumawa (sombong) dan merasa serba bisa, namun ia harus bisa merasakan. Merasa mampu melakukan sesuatu bukan berarti telah pasti bisa berbuat sesuatu hingga ia sukses membuktikannya. Jika ia telah berhasil dengan sukses berbuat sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak yang dipimpinnya barulah ia boleh dan pantas menyatakan bahwa dirinya “bisa”.

Saat ini banyak “calon” pemimpin yang sibuk mengumbar janji-janji karena merasa bisa, namun sungguh rakyat tidak butuh sekedar janji, melainkan bukti. Jangan sekali-kali bicara dengan banyak janji, karena nanti buktilah yang akan berbicara.

(4) “Aja waton ngomong, nanging ngomongo nanggo waton“. Maknanya, seorang pemimpin berkewajiban untuk menjaga setiap kata-katanya, jangan asal berbicara, tidak boleh asal bunyi “ngawur”. Pembicaraan seorang pemimpin itu harus diiringi kehati-hatian, memiliki argumentasi, berdasarkan fakta-fakta dan landasan yang kokoh serta disampaikan dengan penuh rasa tanggung jawab. Peribahasa ini biasanya ditujukan kepada orang yang suka menyampaikan berita penuh kebohongan, mudah menyalahkan orang lain atas dasar informasi yang masih samar, mudah berburuk sangka dan dengan entengnya melontarkan statemen yang merendahkan orang lain.

Sumber fb : Ahmad Ishomuddin (24 Maret 2018)

Itulah mantemans postingan mengenai Belajar Sikap Kepemimpinan dari Peribahasa Jawa. Siapapun Anda adalah pemimpin termasuk memimpin diri Anda sendiri. Mari berikan yang terbaik dalam kepemimpinan kita sehingga orang-orang yang dipimpin merasakan kehadiran dan kebersamaan seorang pemimpin.

Maturnuwun

baca juga :

***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0

Advertisements

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 27 March 2018, in inspiring and tagged , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: