Melawan ‘kutukan’ orang pekerja kantoran. “Kutukan’ ini menyerang mereka khususnya kaum laki-laki yang bekerja kantoran dan pada umumnya mereka yang telah menikah. ‘Kutukan’ ini menghinggapi mereka-mereka yang berada di zona nyaman serta jauh dari konflik-konflik. ‘Kutukan’ ini tidak menyebabkan luka atau celaka namun lebih tidak sedap dipandang mata. ‘Kutukan’ itu adalah perut buncit alias one pack….xixixixi. Mau dan Siap Melawan?
Sadar atau tidak, lambat laun mereka yang bekerja di kantoran atau berada pada zona nyaman biasanya akan merasakan dan memperlihatkan lemak perut yang semakin menggendut. Perut terlihat lebih berisi dan buncit yang bikin ukuran celana tambah hari mesti tambah centi. Dahulu ketika masih lajang biasanya perut terlihat size pack kini berubah tanpa pemberitahuan dahulu menjadi one pack alias bulat telur…xixixii. Bagi beberapa orang ini merupakan tanda kesuburan dan kemakmuran namun tidak sedikit yang menganggap mengganggu pandangan. Bahkan kadang adagium perut ‘mendahului’ karir dimana maksudnya posisi jabatan masih karyawan tetapi perut menunjukkan ‘kemajuan’ yang biasanya dimiliki para bos alias manajer…hehehe
Ya…Kutukan pekerja kantoran itu berupa perut yang membuncit menggemaskan. Bagi mantemans yang menganggap itu takdir Tuhan yang perlu disyukuri ya monggo. Tetapi mungkin ada sebagian yang menganggap mengganggu pandangan sehingga harus direduksi tanpa harus mengganggu nafsu makan. Cara melawan menurut KHS yakni dengan berolah raga, mengatur nafsu dan gairah makan serta melakukan diet sehat.
Beberapa bulan terakhir ini KHS membiasakan atau lebih tepatnya memaksakan diri melakukan olah raga.Hal ini tidak lain karena melihat ada gundukan lemak perut mulai tumbuh. Olah raga diharapkan mampu membakar lemak perut dengan rajin gowes seminggu sekali maupun joging seminggu sekali. Selain itu mencoba mengontrol nafsu makan serta porsi makanan agar tidak terlalu kenyang. Dan proses melawan ‘kutukan’ ini masih berjalan kawans…
Monggo mantemans yang merasa kena ‘kutukan’ bisa dibagi pengalaman menghalaunya tanpa harus berdarah-darah…hehehe.
maturnuwun
baca juga :
- Mengapa Lemari Dapurmu Penuh Thinwall Bekas? Rahasia Dibalik Scarcity Mindset dan Solusinya
- Rumah Berantakan, Jiwa Kelelahan: Mengapa Decluttering Adalah Bentuk Self-Care dan Ibadah
- Menjadikan Allah Pusat Kehidupan: Insight Tadabbur Surah Al-Ikhlas
- Rumah Bukan Gudang: 8 Langkah Berani Bebas dari Tumpukan Barang
- Bingung Arah Hidup? Ini 5 Langkah Menemukan Panduan Diri yang Hakiki
- Stop Dijajah Pikiran Negatif! Ini Cara Bikin Hati Lebih Adem dan Jernih
- Lantai Lapang, Rumah Tenang: Mengapa Barang Berserakan di Rumah Bisa Memicu Tantrum Anak?
- Menjaga Hati di Tengah Riuh Dunia: Memeluk Tazkiyatun Nafs Menuju Nafs Muthmainnah
- Bukti Cinta Adalah Kinerja: Saat Perasaan Berubah Menjadi Amal Nyata
- Ketika Kebaikan Tak Terbalas: Belajar Ketulusan dari Nabi Nuh dan Filosofi Akar
***\Contact KHS Go Blog/***
Main blog : http://www.setia1heri.com
Secondary blog : http://www.khsblog.net
Email : setia1heri@gmail.com ; kangherisetiawan@gmail.com
Facebook : http://www.facebook.com/setia1heri
Twitter : @setia1heri
Instagram : @setia1heri
Youtube: @setia1heri
Line@ : @ setia1heri.com
PIN BBM : 5E3C45A0