Advertisements

Blog Archives

Komunikasi Efektif dengan Anak

Komunikasi Efektif dengan Anak. “ ayo bangun, nanti terlambat ke sekolah…”. (sambil mengomel terus-terusan)

Bunda, pastinya kita sudah pernah atau bahkan ada yang hampir setiap pagi mengomel demikian. Astaghfirullah. Termasuk saya sendiri pastinya pernah melakukan hal ini. “Khutbah pagi” istilahnya. Khutbah yang tak ada kunjung selesainya. Bunda terus nyerocos di depan anak-anak. Namun anak tak bergeming juga dari tempat tidurnya. Bagaimana sih agar anak disiplin tanpa bunda harus mengomel berulang-ulang? Yuk simak catatan dialog pagi ini bersama  konselor TK Al Falah Surabaya dengan tema Komunikasi Efektif dengan Anak. Read the rest of this entry

Advertisements

Tujuh Pilar Pengasuhan Untuk Anak (Bagian #2)

Tujuh Pilar Pengasuhan Untuk Anak (Bagian #2). Ayah sebagai pemimpin dan penentu Garis Besar Haluan Keluarga (GBHK).  Anak-anak yang banyak mengalami masalah di luar rumahnya tawuran remaja misalnya, bahkan narkoba dll ini adalah karena kurangnya bounding peran ayah di keluarganya. Salah satu penyebab masalah kurangnya bounding antara lain karena ayah dan ibu yang innerchild, ayah diam, ayah keras, ayah jayus, ayah melempar tanggung jawab, dan ayah  menyalahkan ibu. Read the rest of this entry

Tujuh Pilar Pengasuhan Untuk Anak

Tujuh Pilar Pengasuhan Untuk Anak. Keluarga adalah batu bata pertama dalam pembentukan, pengasuhan serta penanaman karakter unggul untuk anak-anak. Negara yang berperadaban diukur dari masyarakatnya yang baik. Demikian juga halnya masyarakat yang baik tercermin dari setiap keluarga yang baik pula. Tentunya keluarga yang baik diawali dari bagaimana figur orangtua dalam mengasuh, mendidik anak-anak mereka. Di rumah orangtua sebagai role model bagi anak-anak. Read the rest of this entry

Ayah bunda, Berikut faktor yang mempengaruhi perkembangan anak….Silahkan disimak ya…

Ayah-Bunda, pernah memperhatikan anak-anak biologis kita pada usia 2 tahun tetapi kok belum bisa ucap kata sederhana, semisal mama, papa, maem dan kata sederhana yang lain. Ada lagi yang usia 3 tahun malah belum bisa sama sekali bicara , ada juga yang melewati tahapan perkembangan yaitu harusnya merangkak, malah sudah bisa berjalan lebih dulu. Kebanyakan orangtua biasanya justru berbangga diri jika si anak lebih cepat bisa berjalan tanpa melakukan proses tahapan merangkak. Padahal harusnya kita sebagai orangtua justru bersikap sebaliknya yakni khawatir bukan malah bangga dengan kondisi yang demikian. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: