KHSblog.net-Kapan Terakhir Kali Mengingat-Nya di Tengah Sibukmu? Semakin padat aktivitas dan rentetan target harian kita, sudahkah setiap detaknya membawanya makin dekat kepada Sang Pencipta? Di tengah hiruk-pikuk rutinitas, deadline yang saling mengejar, serta deretan impian yang ingin segera diwujudkan, kita sering kali terjebak dalam pusaran kesibukan tanpa sempat melempar pandang pada arah tujuan yang hakiki.

Saat ini, bisa jadi kita punya banyak hal yang pengen banget dicapai. Banyak urusan yang perlu diselesaiin dari pagi hingga malam. Tapi, coba deh refleksiin lagi: ke mana sebenarnya semua kesibukan itu membawa kita?
Jangan sampai dunia semakin menuhin pikiran kita, sementara Allah semakin jarang hadir dalam ingatan. Sholat jadi sekedarnya, asal gugur kewajiban. Ngaji yang penting ada halaman yang dibaca tanpa sempat meresapi makna. Doa seadanya di sela-sela waktu luang. Bahkan sholat malam pun perlahan kehilangan rasa dan kedalamannya.
Fenomena ini mengingatkan kita pada peringatan tegas dalam Al-Qur’an agar tidak terperdaya oleh megahnya urusan duniawi:
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barangsiapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” (QS. Al-Munafiqun: 9)
Semakin banyak yang kita perjuangkan, idealnya bikin kita semakin aware. Kita punya banyak kebutuhan, dan kita butuh banget pertolongan Allah di setiap jengkal langkah. Gaees, ini bukan tentang seberapa banyak yang berhasil kita raih. Seberapa luar biasa prestasi kita di hadapan orang lain. Tapi, apakah dalam proses meraihnya, bikin kita semakin dekat dengan Allah?

Perjuangan yang sejati bukanlah tentang seberapa keras kita mengandalkan kekuatan diri sendiri, melainkan seberapa besar kita menggantungkan segala urusan kepada-Nya. Rasulullah SAW mengisyaratkan betapa pentingnya kebergantungan ini dalam sebuah hadits:
“Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon, memohonlah kepada Allah; dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, no. 2516)
Semoga dunia yang kita perjuangkan ga bikin kita lupa kepada Allah yang kita tuju. Semoga semakin banyak yang kita upayakan, semakin banyak pula kita berdoa, meminta pertolongan, dan menggantungkan harapan kepada-Nya.
Mari kita jadikan setiap peluh, langkah, dan pencapaian sebagai jembatan menuju keridhaan-Nya, bukan pemisah yang menjauhkan hati dari Sang Pemilik Kehidupan. Sebab pada akhirnya, pencapaian tertinggi seorang hamba bukanlah puncak karir atau pujian manusia, melainkan hati yang senantiasa tenang karena selalu terhubung dengan Allah. Semoga Allah senantiasa menjaga keikhlasan niat kita di tengah riuhnya dunia.
(Tulisan inspirasi dari laman Instagram Teh @dara_dharmayanti)

baca juga :
- Kapan Terakhir Kali Mengingat-Nya di Tengah Sibukmu?
- Saat Doa Terasa Kaku: Ubah Cara Memohon dan Rasakan Keajaiban Asmaul Husna
- Mengubah Cara Pandang Ujian: Saat Masalah Datang untuk Menaikkan Kelas Kehidupan
- Mengejar Kesenangan atau Menemukan Kebahagiaan Sejati?
- Mengapa Harus Lelah Mengejar Validasi? Hidup Bukan untuk Disukai Semua Orang
- Ketika yang Paling Kita Cintai Menjadi Ujian Terbesar Hati
- Menjadikan Allah Pusat Kehidupan: Insight Tadabbur Surah Al-Ikhlas
- Saat Kemudahan Menguji Hati: Menemukan Kedekatan dengan Allah di Kala Sulit
- Ramai Belum Tentu Terhubung: Menemukan Makna di Balik Circle yang Mengecil
- Saat Dunia Bising, Hatimu Punya Ruang Hening (8 Langkah Praktis Menemukan Keberkahan Hidup di Tengah Beratnya Amanah)