KHSblog.net-Bagaimana Menciptakan Percakapan yang Tidak Membosankan di Sepanjang Kehidupan Pernikahan? Menuliskan tentang pernikahan adalah bahasan yang tidakĀ ada habisnya. Mengapa? Karena menikah adalah ibadah sepanjang masa. Menikah adalah berinteraksi sepanjang waktu bersama pasangan.
Menikah adalah long conversation. Marriage is one long conversation, chequered by disputes. Pernikahan adalah satu percakapan panjang, yang diselingi dengan perselisihan.(Robert Stevenson)
Ustad Cahyadi Takariawan memberikan nasihat kepada pasangan suami istri tentang bagaimana menciptakan percakapan yang tidak membosankan di sepanjang kehidupan pernikahan. Berikut ringkasan catatannya. Semoga bermanfaat dan menjadi nasihat untuk penulis dan keluarga khsblog.net

MENIKAH ARTINYA MELAKUKAN HAL SAMA BERKALI-KALI
- Menikah itu artinya mengobrol berkali-kali. Bercerita hal yang sama berkali-kali. Ngegombal
juga berkali-kali.
- Menikah itu artinya pergi berdua berkali-kali. Bercengkerama berkali-kali. Betah menemani
pasangan berkali-kali.
- Menikah itu artinya bertengkar berkali-kali. Berjuang meredakan amarah berkali-kali. Berusaha
mencari dan menemukan solusi berkali-kali.
- Menikah itu artinya membangun komitmen berkali-kali. Berjanji berkali-kali. Kecewa berkali-
kali. Terluka berkali-kali. Sakit hati berkali-kali.
- Menikah itu artinya salah paham berkali-kali. Tak bisa memahami pasangan berkali-kali. Tidak
dipahami pasangan berkali-kali.
- Menikah itu artinya meminta maaf berkali-kali. Memaafkan berkali-kali. Berlapang hati berkali-
kali. Menyembuhkan diri sendiri berkali-kali.
- Menikah itu artinya mengucap cinta berkali-kali. Membangun rindu berkali-kali. Memadu kasih
berkali-kali.
- Menikah itu artinya bersyukur setiap hari. Bersabar setiap hari. Merayakan cinta setiap
hari. Bergandengan tangan meniti ridhaNya setiap hari. Bahagia setiap hari.

MENGAPA HARUS SELALU MENGOBROL?
Karena…
- āEverything that happens to you happens to me. Segala yang terjadipadamu, terjadi pula padakuā
Keluarga adalah sebuah sistem. Semua saling terhubung. Apa yang terjadi pada satu anggota keluarga, akan berpengaruh terhadap yang lainnya. (DeFrain, 2019)
Ā
- āHubungan yang kuat antara pasangan merupakan hal sentral di banyak keluargaā
Hal ini menunjukkan, bahwa sentral kondisi keluarga, adalah kebaikan kondisi hubungan antara suami dan istri. Meskipun ini bukan satu-satunya faktor.
- āKeluarga yang kuat cenderungmenghasilkan generasi yang kuatā
Namun pada keluarga yang tidak kuat, masih memiliki peluang untuk menghasilkan generasi yang kuat, apabila mampu menggunakan berbagai kekuatan yang ada. (DeFrain, 2019)

Bagaimana Menciptakan Percakapan yang Tidak Membosankan?
- SALING MENUNJUKKAN APRESIASI
Di antara bentuk apresiasi adalah saling peduli satu dengan yang lain,menunjukkan sikap antusias terhadap kondisi pasangan, terbentuk suasana persahabatan antar anggota keluarga, mampu memberikan penghargaan terhadap pihak lain, saling memberikan pujian yang tulus, mampu menciptakan suasana humor dan aktivitas yang menyenangkan.
- SALING MENUNJUKKAN AFEKSI
Di antara bentuk afeksi dalam keluarga adalah saling memberikan perhatian satu dengan yang lain dengan cara dan bentuk yang tepat, ekspresi cinta sesuai harapan pasangan, memenuhi kebutuhan pasangan, mengerti bahasa cinta diri dan pasangan, memenuhi kebutuhan cinta pasangan, dan lain sebagainya. Ini menjadi aplikasi dari perintah Qurāan untuk muāasyarah bil maāruf.
- SALING MENUNJUKKAN SIKAP POSITIF
Saat mengobrol dengan pasangan. Hindari sikap negatif: saling menyakiti, saling melukai, saling menuduh, saling merendahkan, saling menyalahkan, saling menghujat, saling menyerang. Tunjukkan sikap positif : saling memberi kesempatan untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan pujian secara tulus, saling sharing terhadap berbagai hal, mampu berkompromi dalam hal-hal yang berbeda, saling mendukung
- SALING MENUNJUKKAN KOMITMEN
Menunjukkan sikap mengutamakankeluarga. Komitmen pada keluargabisa berwujud saling percaya satu dengan yang lain, tidak mudah curiga, mengembangkan kejujuran, memiliki sisisaling bergantung atau saling membutuhkan satu dengan yang lain, memiliki tingkat kesetiaan yang tinggi, menghindari tindakan yang menghancurkan kepercayaan.

- SIKAP MENIKMATI QUALITY TIME
Meluangkanwaktu berkualitas untuk keluarga, menunjukkan prioritas terhadap kegiatan kumpul keluarga, mampu menikmati kehadiran anggota keluarga, mampu mengoptimalkan waktu berkualitas bersama keluarga dengan hal-hal sederhana, mampu berbagi hal-hal yang menyenangkan, makan malam bersama, beribadah bersama, rekreasi keluarga, berkegiatan bersama keluarga.
- TETAP MENJAGA SPIRITUALITAS
Keluarga berada dalam ketaatan dan kedekatan kepada Allah. Saat mengobrol bersama pasangan, suami istri saling mengingatkan dalam melakukan ibadah, saling menjaga, saling ridha menunaikan perintah Allah dan meninggalkan laranganNya. Mereka memilikipenghayatan dan pemaknaan yang mendalam atas ajaran agama.
- MAMPU MENGELOLA STRES DAN KRISIS
Keluarga mampu membahas hal-hal yang tidak menyenangkan, mampu menemukan solusi saat terjadi krisis, adaptabilitas keluarga dalam setiap menghadapi permasalahan, memandang krisis sebagai tantangan, mampu tetap berkembang saat tengah melalui krisis, terbuka akan perubahan, sekaligus memiliki daya lenting atau resiliensi yang tinggi.
- TIDAK FOKUS KEPADA MASALAH
āJika fokus mencari permasalahan, maka Anda hanya akan menemukan masalahā. Kalau kita hanya mencari masalah, maka yang kita dapatkan adalah masalah. Maka carilah kekuatan, dan kita akan menemukan sangat banyak kekuatan.(DeFrain, 2019)
baca juga :
[display-posts tag = pernikahan]