KHSblog.net- Agar Melesat di Bulan Ramadhan. Dia yang merutinkan tilawah Al-qur’an setiap hari di luar ramadhan, berapapun lembar/halaman yang ia baca, akan melesat jauh melakukan hal yang sama di ramadhan dibanding orang yang meninggalkan tilawah Al-qur’an di luar ramadhan. Tak lain karena ia sudah terbiasa.

Pemanasannya sudah matang, ya tinggal melesat jauh. Akan banyak bagian dari Al-qur’an yang siap dia habiskan setiap harinya di bulan mulia itu. Ibarat orang yang terbiasa lari setiap hari, maka di hari H ia tinggal memaksimalkan energi dan fokus.
Berbeda dengan mereka yang tidak pernah lari, tiba-tiba disuruh lari kencang. Bisa lari ya bisa. Tapi napasnya akan ngos-ngosan, tidak maksimal, badannya akan pegel-pegel dan segera berhenti karena tak sanggup lagi.
Hari-hari luar ramadhan adalah hari-hari persiapan, latihan dan penempaan sehingga ketika ramadhan tiba dan Allah panjangkan umur seorang hamba bisa melesat jauh dalam beribadah sekaligus mendapat kenikmatan yang jauh lebih lezat.
Sungguh, mestilah diri ditempa perlahan-lahan.

Hari ini kita berusaha mulai membiasakan lisan untuk berdoa agar di ramadhan lisan sudah terbiasa mengeja pinta-pinta kepada Allah azza wajalla.
Hari ini, sesibuk apapun, mestilah ibadah kita terjaga. Tak lain agar kebahagiaan lebih dini terbit di jiwa sehingga di ramadhan itu tak letih kita menyelami samudera kebahagiaan dan kenikmatan dalam beribadah. Semoga Allah mengampuni segala kelalaian dan kealfaan.
Istighfar dan taubat pun mestilah diusahakan. Ada banyak dosa pada diri kita. Harapannya saat ramadhan tiba, hati lebih bening dan sensitif dengan kebaikan.
Mari jadikan hari-hari luar ramadhan sebagai ramadhan agar ketika ramadhan tiba, seorang hamba lebih siap, matang, maksimal, enerjik dan tentunya lebih menuai kebaikan dan kebahagiaan.

Terimakasih ya Allah masih Engkau berikan kami berkumpul bersama orang-orang baik, yang senantiasa saling mengingatkan dan menguatkan dalam meluaskan kebermanfaatan. Termasuk tulisan pagi ini adalah nasehat dari seorang guru yang berusaha penulis tuangkan di sini sebagai bentuk kontribusi terkecil kebaikan melalui literasi blog ini. Semoga bermanfaat dan menjadi jembatan kebaikan bagi orang-orang sekitar. Termasuk pembaca setia blog ini. Aamiin.
Wallahu a’lam
baca juga :
- Saat Doa Terasa Kaku: Ubah Cara Memohon dan Rasakan Keajaiban Asmaul Husna
- Mengubah Cara Pandang Ujian: Saat Masalah Datang untuk Menaikkan Kelas Kehidupan
- Aksi Kecil, Dampak Besar: Mengapa Motivasi Berbenah Baru Datang Setelah Kamu Bergerak?
- Mengejar Kesenangan atau Menemukan Kebahagiaan Sejati?
- Mengapa Harus Lelah Mengejar Validasi? Hidup Bukan untuk Disukai Semua Orang
- Mengapa Lemari Dapurmu Penuh Thinwall Bekas? Rahasia Dibalik Scarcity Mindset dan Solusinya
- Ketika yang Paling Kita Cintai Menjadi Ujian Terbesar Hati
- “Nanti Kalau Sempat Dibetulin”: Jebakan Alibi Simpan Barang Rusak yang Memguras Emosi
- Tumpukan Buku yang Belum Terbaca: Beban Hisab atau Tabungan Kebaikan?
- Rumah Berantakan, Jiwa Kelelahan: Mengapa Decluttering Adalah Bentuk Self-Care dan Ibadah
One thought to “Agar Melesat di Bulan Ramadhan”