Biar Ga Mager (Malas Gerak)

Biar Ga Mager (Malas Gerak). Bagaimana kawan saat lagi dalam kondisi  mager (malas gerak)? Lagi tidak ingin mengerjakan apapun, atau hanya ingin rebahan di rumah seharian. Tanpa memikirkan apapun. Relaksasi sebentar. Sejenak berhenti sesaat dari aktivitas harian. Pernah kawan mengalami hal demikian?

Adakalanya kita mengalami hal di atas. Mager. Malas gerak. Jika dia seorang wanita karir, mungkin dia hanya ingin menghabiskan harinya dengan istirahat di rumah. Selonjoran. Rebahan. Melepaskan semua kepenatan pekerjaan. Atau dia seorang ibu rumah tangga. Yang katanya ibu rumah tangga tidak punya pekerjaan. Tak punya profesi. Karena tidak bersegaram dinas. Saat dia mager wajarlah. Karena seorang ibu rumah tangga pasti amanah domestiknya begitu banyak. Amanah domestik mengurus isi rumahnya. Merawat dan mendampingi semua anak-anak biologisnya.

Sejatinya ibu rumah tangga yang tak bekerja pun juga mengalami mager. Belum move on. Apalagi ibu rumah tangga yang juga bekerja di luar rumah. Huff. Sudah pasti harus pandai mengatur, mensiasati waktunya setiap 24 jam dalam seminggu. Sebulan. Setahun. Selamanya saat dia sudah berumah tangga. Sebelum subuh harus sudah bangun lebih awal dari anggota keluarga yang lain. Bersyukurlah apabila sang suami yang lebih dulu bangun. Karena tegaknnya bangunan rumah tangga kuncinya adalah suami, ayah, imam keluarga bangun paling awal.

Kembali ke bahasan mager. Tak hanya dialami oleh kaum hawa saja, kondisi mager bisa jadi dialami oleh para kaum adam. Tulang punggung keluarga. Paling banyak di luar rumah. Bekerja sejak pagi hari hingga menjelang malam. Ada juga sih yang bekerjanya di rumah. Namun pastinya pernah mengalami kondisi mager. Saat sudah mulai penat dengan banyaknya pikiran, tugas/pekerjaan yang sudah antri menunggu diselesaikan. Tubuh mulai lelah, pikiran mulai tak fokus maka mager ini bisa menghinggapi siapa saja.

Nah kawan, ini ada tips agar move on. Langkah bagaimana agar kita tak lagi malas gerak.

  1. Sadari sepenuhnya (awareness)

Usai relaksasi dengan beristirahat secukupnya, harusnya kita menyadari kembali bahwa semua kejenuhan, kepenatan baik itu terkait masalah pekerjaan, rumah tangga pastilah ada solusi terbaik dari Nya. Sadar bahwa semua permasalahan akan diberikan jalan keluar terbaik dari Sang Maha Bijak. Karena tak setiap orang menyadari dirinya dalam kondisi malas gerak. Lalu berlarut-larut dalam magernya.

  1. Terima sepenuhnya (acceptence)

Setelah menyadari diri, maka pada tahapan berikutnya adalah berani menerima sepenuhnya bahwa segala permasalahan kehidupan memang menghampiri siapa saja. Diterima, lalu bangkit bersemangat untuk menyelesaikan .

  1. Lepaskan sepenuhnya (realase)

Tak perlu berlelah diri untuk memberatkan setiap permasalahan yang ada. Hingga akhirnya membuat diri mager. Sekecil apapun masalahnya apabila disikapi dengan lapang hati, tidak berat hati. Legowo, akan membuat diri tak mager. Maka lepaskan sepenuhnya, lalu carikan solusinya

  1. Berikan makna baru (meaningfull)

Hadirnya setiap permasalahan justru tak akan membuat kita mager. Namun malah bersemangat. Semangat untuk mencari jalan keluar terbaik. Berupaya maksimal untuk bisa menyelesaikan. Tentunya dengan iringan do’a. Karena kebermaknaan setiap permasalahan kehidupan pastilah tak lepas dari pertolongan Sang Khalik. Memberikan makna baru dari setiap persoalan hidup. Bahwa selalu ada hikmah, pesan baik untuk perbaikan diri bagi mereka yang mau mencarinya.

Yukk gerak kawan, no mager!. Karena bergerak itu sehat. Air menggenang, tak mengalir tentunya banyak sarang penyakitnya. Sebaliknya air yang selalu mengalir memberikan manfaat di sekitarnya. Ikan dan kawan-kawannya betah bersama airnya. Tumbuhan, pepohonan tumbuh subur teraliri akarnya oleh air sungai di sepanjang arusnya. Manusia yang selalu ingat Sang Pencipta pasti tak akan berlama-lama mager. Mager sesaat wajarlah. Mager bertujuan positif untuk memulihkan energi, dan tubuh agar fit kembali. Jadi yuk bergerak, memperbaiki diri terus. Mulai dari diri sendiri. Mulai sekarang. (nra)

#BiarGaMager

 

#IngatSangPencipta

 

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 7 October 2019, in asalnulis, biarsehat, caricara and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: