Masjid Sumber Menemukan Kawan di Dunia Hingga Ke Surga

Masjid Sumber Menemukan Kawan di Dunia Hingga Ke Surga. Sejak pindah dari kota pudak ke kota pahlawan sebulan yang lalu, alhamdulillah anak-anak sudah mulai banyak temannya. Allah memudahkan keluarga kami untuk beradaptasi dengan lingkungan baru. Baru tempat tinggalnya, tetangganya, hingga kawan sholat berjama’ah di masjid. Awalnya saya sebagai bundanya cukup ketar-ketir bagaimana anak-anak nanti memulai menyesuaikan dengan tempat barunya. Akhirnya Allah berikan solusi keren saat itu.

Solusi Allah memanglah yang terbaik. Tak ada yang diberikan olehNya tanpa ada hikmah dan manfaatnya. Tinggal kita cerdas memahami pesan, pelajaran yang terselip dibalik pemberianNya. Tempat tinggal kami letaknya cukup strategis. Dekat dengan tempat ibadah. Masjid yang ramah anak. Pasar pun tak jauh dari rumah. Jalan kaki lebih pas untuk berbelanja ke pasar pagi. Setiap hari pasar tradisional ini selalu ramai (baca postingan pasar pagi kelurahan Manukan Kulon). Bicara soal masjid, ini adalah tempat yang selalu kami cari saat dalam perjalanan (safar), saat jalan-jalan pun kami selalu mengutamakan mencari masjid terdekat. Agar adazan tiba kami segera memenuhi panggilanNya. Masjid juga kami prioritaskan sejak awal mencari tempat tinggal di kota Pahlawan.

Masjid ternyata menjadi ide keren untuk mencarikan anak-anak teman baru. Awalnya saya ragu apakah di tempat yang rumah-rumahnya berpagar tinggi akan ada interaksi anak-anak sebaya anak kami. Ternyata keraguan terjawab seiring dengan kumandang adzan duhur kala itu. Sabtu saat itu masih suasana libur sekolah juga. Kakaknya sudah mengajak adiknya untuk pergi ke masjid. Ternyata tetangga sebelah punya anak usia SMP. Menyapa dan mengajak si kakak untuk menunjukkan masjid terdekat. Usai sholat duhur, anak-anak lari memeluk saya. Bercerita dengan raut bahagia. “Bunda aku punya teman baru, banyak lho ternyata teman-teman di masjid.” Si adek pun demikian menirukan kakaknya bercerita. Meski saat saya tanya balik siapa saja nama teman barunya. Si adek terdiam. Lantas saya menguatkan ucapan si kakak: “Nah anak-anak yang suka sholat berjama’ah di masjid Allah akan mudahkan baginya menemukan kawan baru..”. Masjid memang luar biasa saat fungsinya dipergunakan sesuai dengan tuntunan Islam.

Pusat kegiatan umat Islam adalah masjid. Ibadah yang utama memang di masjid. Namun ibadah tak sebatas sholat fardhu dan sunnah, pengajian, taklim, ceramah, dll. Masjid pun mampu dipergunakan sebagai pusat kegiatan sosial masyarakat. Kegiatan sosial yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Mendekatkan anak-anak dengan masjid ini juga program keren masjid ini. Masjid Muhajirin ramah anak. Sholat maghrib, isya biasanya ramai dengan anak-anak. Adapula kegiatan kreatif dan atraktif dari takmir masjid yaitu mendengarkan dongeng/kisah islami. Menghadirkan narasumber yang sesuai dengan segmentasi anak-anak. Ada juga komunitas remaja yang kretaif dengan membuat program main ke masjid. Bukan main yang begejekan (banyak guyonan kata orang jawa). Tapi main ke masjid yang produktif, diisi dengan kegiatan positif bagi yang berkunjung ke masjid.

Ayah bunda, ingin anak-anak mendapat kawan terbaiknya untuk di dunia hingga ke surgaNya ajak anak-anak ke masjid. Setelah keluarga sebagai batu pertama menumbuh kembangkan fitah anak, maka lingkungan juga faktor yang cukup berpengaruh. Buat jadwal membersamai anak untuk ke masjid. Sesuaikan usianya. Tak harus mengintruksi  lengkap lima waktu sholat untuk anak usia dini. Minimal tahapan dia mengenal masjid. Lalu senang hadir di masjid. Hingga muncul rasa kalo ndak ke masjid ada yang kurang. Puncaknya adalah cinta masjid. Karena di masjid pasti anak-anak ada yang membuat dia bahagia, gembira. Entah itu mendapat kawan baru, nasehat temannya, teman ngobrol, teman bersosialisasi sehari-hari. Masjid adalah solusi terbaikNya untuk menambah kawan baru. Anak-anak yang belum mau sholat akan ditularkan kawannya yang lain untuk turut serta berjama’ah si masjid. Yuk ajak anak-anak kita pergi ke masjid. Cinta masjid sejak usia dini. (nra)

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami perkenankanlah doaku.” (Q.S. Ibrahim:40)

#satuharisatutulisan

#terusmenulis

#anakcintamasjid

#day31

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 31 July 2019, in anakkita, asalnulis, caricara, inspiring, keluargaharmonis and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: