Blog Archives

Menulis Sebagai Kebutuhan

Menulis Sebagai Kebutuhan. “Jadikanlah menulis sebagai sebuah kebutuhan. Sebagaimana kita merasa lapar karena butuh asupan makan, maka menulis juga demikian. Ada metabolisme dalam intelektualitas sehingga merasa dinamis, ada kalanya kenyang dan ada kalanya lapar. Seringkali orang enggan untuk makan hanya karena yang bersangkutan tidak punya selera makan. Dalam konteks penulisan lebih banyak hal demikian terjadi. Banyak orang pandai enggan menulis karena tidak punya selera menulis. Selera butuh rangsangan untuk menumbuhkannya.” (Redi Panuju)

Maksud hati kasih uang beli makan eh ternyata dibelikan rokok…dasar kids jaman now

Maksud hati kasih uang beli makan eh ternyata dibelikan rokok…dasar kids jaman now. Kadang antara harapan dan kenyataan itu berbeda kawans. Sebuah cerita menggelitik dari warganet Ricky yang merasa iba dengan anak kecil yang mengaku belum makan sehingga terketuklah untuk mengulurkan selembar uang warna hijau. Weladalah ternyata tidak beli makan justru sianak malah beli rokok…ahihihihi. Terus piye jum?.. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: