Nasihat Sahabat (1)

Alhamdulillah akhir bulan Nopember 2021 Bimasakti mengikuti lomba literasi. Lomba membuat cerita pendek bertema Surabayaku Harapanku. Seleksi dilakukan dua kali. Tahap pertama menulis cerita pendek sebanyak dua halaman ukuran A4. Lomba yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Surabaya ini mengajak seluruh sekolah se-Surabaya. Mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama.

Bersyukur sekali Sulung kami mendapatkan kesempatan baik ini. Mewakili sekolahnya di wilayah Surabaya Barat. Tepatnya di SD Permata Pakal Kecamatan Pakal Surabaya Barat. Kabar yang menggembirakan berikutnya usai ikut seleksi pertama, Sulung kami berhasil masuk ke tahapan berikutnya. Bersama 50 peserta lainnya berjuang kembali mengasah dan melatih literasi cerita pendeknya.

Awal Desember, Bimasakti yang penyuka permainan bola ini berhasil merampungkan naskah cerita pendek. Syarat di tahapan kedua memang harus menulis cerita pendek lebih mencapai tujuh halaman. Sesuai tema dan keuruntutan cerita dari dua halaman sebelumnya (seleksi tahap satu).

Tanggal 23 Desember 2021, sekolah mengabarkan karya Bimasakti masuk 13 besar se-Surabaya. Bahagia mendengar kabarnya. Apresiasi buat perjuangan ananda. Meskipun belum masuk menjadi juara. Ananda sudah juara di keluarga. Juara menghidupkan literasi cerita pendek. Juara mencari ide sesuai tema tulisan. Orisinal tulisannya. Semoga literasimu tak berhenti sampai di situ ya nak. Teruslah berkarya dengan literasi. Menyebarkan kebaikan dengan tulisan positif.

Berikut adalah isi cerita pendek karya Bimasakti:

Nasihat Sahabat

(Karya Bima Sakti Setya Rabbani, Kelas 6-SDIT Permata Surabaya)

Bima dan Deva adalah sahabat baik, meski sifat mereka berdua berbeda jauh tapi mereka selalu kompak. Di Minggu pagi yang cerah, saat sinar matahari masih hangat memeluk tubuh. Deva mengajak Bima untuk bermain dan olahraga bersama.

“Bim, kamu ikut ke taman nggak? Nanti main badminton di sana,” ajak Deva kepada Bima

“Boleh, emang taman yang mana?” tanya Bima.

“Ke taman yang baru itu lo, Taman Hutan Raya Lempung,” jawab Deva.

“Oke,” Bima menyetujui ajakan Deva sambil mengacungkan jempolnya

Mereka berjalan bersama menuju Taman Hutan Raya. Di perjalanan, karena haus, mereka berdua berhenti sebentar untuk membeli es.

“Te, es-nya 2 ya,” ujar mereka berdua hampir bersamaan memanggil penjual es. Selesai minum es di warung, tiba-tiba Bima membuang plastik esnya di pinggir jalan.

“Loh, Bim, kok dibuang disitu? Kan ada tempat sampah,” Deva menegur Bima.

“Nggak apa kok, nanti juga ada yang bersihin,” jawab Bima santai.

“Ya juga sih, tapi kalau bisa kita bisa buang sendiri lah di tempat sampah, sekalian meringankan beban para petugas kebersihan,” nasihat Deva. Tapi Bima tak menghiraukannya, sampai di taman, mereka berdua langsung bermain badminton.

”Bim, lain kali jangan gitu ya, sayangkan kota kita  yang bagus ini harus kotor karena kita buang sampah sembarangan,” sambil bermain Deva menasihati Bima karena sikapnya tadi.

“Iya,” jawab Bima.

Usai Bermain, saat  perjalanan pulang, Bima dan Deva melihat beberapa petugas kebersihan yang kelelahan.

“Kasihan ya petugas itu,” ujar Bima.

“Iya, kita bisa meringankan beban mereka dengan cara membuang sampah pada tempatnya,” Deva menjelaskan.

“Maafkan sikapku tadi ya, aku menyesal.” Melihat petugas itu Bima menyesal atas sikapnya tadi.

“Iya, asal jangan di ulangi lagi, biar kota kita ini tetap bersih,” jawab Deva.

“Betul kamu Dev, aku ingin Surabaya bersih dari sampah, agar tidak ada polusi lagi dan sampah yang menyumbat gorong-gorong,” ujar Bima.

Setelah itu, mereka berdua langsung pulang ke rumah masing-masing.

Senin pagi,  saat di sekolah  Bima belajar dengan teman-temannya.  Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga bel istirahat berbunyi. Bima dan Deva pergi ke kantin untuk membeli jajanan. Setelah selesai makan tiba-tiba Bima membuang sampahnya di lantai.

“Bim, kok bungkusnya dibuang di lantai,  kan kemarin kamu  sudah janji nggak ngulangi lagi, kok masih dibuang sembarangan sampahnya?” Deva menegur Bima.

Bersambung….

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 5 March 2022, in anakkita, Catatan Sakti and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: