Dompet Asmara

Dompet Asmara. Profesi apapun saat disyukuri maka akan bahagia. Pekerja kantoran, pegawai negeri, pedagang, wirausaha, dokter, pengusaha, guru, dst. Semua profesi itu saat dijalani dengan tulus, meniatkan untuk meraih cinta Allah maka akan serasa bahagia. Begitupun dengan profesi suami-istri yang satu ini.

Ya, suami-istri berwirausaha memproduksi dompet. Home industri sederhana. Ditekuni oleh suami istri ini sejak tahun 2012. Di desa Kenongosari Tuban Jawa Timur. Berbekal alat sederhana untuk menyelesaikan target dompetnya. Mulai dari mesin pres, mesin jahit, hingga alat pelengkap lainnya. Selama dua minggu suami istri ini bisa menghasilkan 280 dompet. Lantas hasil dompet yang sudah terselesaikan itu didistribusikan ke kota untuk dijual.

Saat penulis melihat bagaimana proses awal pembuatan dompet, ada perasaan iri sesaat. Profesi yang tak semua orang bisa menjalaninya dengan tulus, dan enjoy. Iri karena mereka berdua selalu bersama menghabiskan waktunya bekerja di rumah. Tanpa harus meninggalkan anak dan istrinya. Menyelesaikan dompet-dompetnya dengan waktu yang fleksibel sesuai kesepakatan mereka. Dompet asmara, yang merekatkan komunikasi setiap saat. Tak perlu ber-WhatsApp ria, telepon di saat jarak pekerjaan yang menjadi tantangan tersendiri bagi mereka yang bekerja di luar rumah.

Meskipun hasil satu dompetnya bagi pekerja lain nampak sedikit hasilnya, namun tak menyurutkan semangat pasutri ini untuk tetap menekuni profesinya. Satu dompet dihargai  empat ribu rupiah. Tak selalu dengan target yang sama setiap dua minggu sekali terselesaikan dompetnya. Pernah sekali waktu menhasilkan 180 dompet. Ada masa sepi juga di penjualan dompetnya.

Dompet asmara. Mengakrabkan jalinan ikatan pasangan suami istri ini. Bekerja tak mengenal tempat formal. Tak harus di kantor ber-AC. Tak meminta gaji dari pemilik perusahaan. Tak menunggu akhir bulan atau awal bulan untuk menerima bayaran. Bekerja sesuai dengan target mereka.

Dompet asmara menjadi jalan merekatkan dan menguatkan komunikasi keluarga. Bisa mendampingi anak-anak setiap waktu, ngobrol setiap saat dengan pasangan. Tanpa harus meninggalkan rumah. Semua profesi adalah pilihan. Dan setiap pilihan tentu saja ada konsekuensi. Tak perlu risau dengan setiap pilihan yang sudah kita jalani tanpa harus membandingkan dengan profesi orang lain. Tak perlu ada istilah ,” rumput tetangga lebih hijau”. Karena setiap pilihan profesi kita saat dijalani dengan niat ikhas, berharap ridho-Nya, menikmatinya dan selalu berpikir positif atas setiap pilihan profesi kita.

Nah, inilah salah satu profesi untuk kian merekatkan hubungan suami-istri agar tetap sakinah, mawadah wa rohmah melalui dompet asmara. Tentu saja di luar sana ada banyak profesi yang juga tak kalah menguatkan keharmonisan keluarganya. Tinggal pandai-pandainya seseorang selalu melihat dari sudut pandang positif atas pilihan profesinya. Syukuri atas setiap pilihan profesi kita.

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 2 January 2020, in asalnulis, inspiring and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. Pokoknya kalau suami istri itu kompak..keren deh 🤗

    Like

  2. sepakat, saling mensupport

    Like

  3. Bikin dompetnya udah bareng bareng, ngisi dompet asmaranya juga moga kompak dan syahdu bersama

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: