Advertisements

Berhentilah menjadi bangsa penghujat pada presidennya

Berhentilah menjadi bangsa penghujat pada presidennya. Presiden adalah salah satu simbol suatu negara, namun anehnya ternyata simbol ini tak lepas dari kritik dan hujatan dari rakyatnya sendiri. Sejak era Presiden Pertama yakni Soekarno hingga Presiden Ketuju yakni Joko Widodo semuanya tak lepas dari hujatan. Setiap presiden memiliki prestasi, kelebihan maupun kekurangan dan sisi gelap yang lain. Sebuah tulisan menarik dari warganet eri Rahman untuk kontemplasi menyudahi hujatan kepada Presiden. Biarlah Presiden bekerja dengan tenang untuk memakmurkan rakyatnya kawans…

BANGSA PENGHUJAT.

Oleh : Eri Rahman

.
Mudah-mudahan cukup sekali ini bicara politik, karena makin lama makin jengah buka time line di social media ini.
.
Saya sih yakin, siapapun Presiden di Indonesia akan tetap dihujat oleh rakyatnya sendiri.
Mau bukti?

Soekarno awalnya disanjung sebagai Proklamator dan Founding Father. Tapi lihatlah kemudian beliau habis-habisan dihujat sampai akhirnya wafat dalam keprihatinan.
.
Soeharto juga demikian. Dikenal sebagai Bapak Pembangunan dengan REPELITA dan GBHN yang tersusun rapi untuk Indonesia siap tinggal landas menjadi negara maju. Namun akhirnya dihujat karena KKN yg merajalela. Semua tiba-tiba amnesia dengan segala pencapaian yg beliau buat selama 35 tahun memimpin negeri.
.
Lalu bagaimana dengan BJ Habibie? Pencapaian terbesarnya adalah mengembalikan kurs yg saat itu mencapai Rp15.000 – Rp16.000 ke Rp7.000 akibat krisis moneter. Namun beliau punya kesalahan fatal yang menyebabkan Timor Leste lepas dari Indonesia. Beliau juga habis dihujat pada saat itu. Alhamdulillah, sekarang banyak millenial yg kembali memujanya karena terbuai drama percintaannya yang tayang di layar bioskop Indonesia.
.
Sekarang lihatlah Gus Dur. Seorang Ulama Besar, seorang Guru Bangsa, seorang visioner yang mengedepankan keberagaman dalam berbangsa. Namun akhirnya dilengserkan oleh intrik politik sejak pernyataan-pernyataannya yg kontroversial soal DPR yang seperti Taman Kanak-Kanak. Semoga sekarang bangsa ini melihat faktanya.
.
Pemerintahan kemudian dilanjutkan oleh Megawati. Memang tidak banyak pencapaian saat itu, karena negara ini kembali diguncang oleh pertikaian politik. Akhirnya beliau gagal kembali terpilih akibat banyaknya issue seputar penjualan asset negara. Beliau banyak dihujat soal itu sampai sekarang.
.
Bagaimana dengan pemerintahan di masa SBY? Harus jujur diakui, dibawah kepemimpinan SBY negara ini sedikit kembali ke kestabilan politik. Ekonomi bertumbuh. IHSG terus mencatat rekor pencapaian tertinggi. Namun di periode ke dua pemerintahannya mulai terbongkar praktek-praktek korupsi para kader Partainya. Beliau juga dihujat habis-habisan setelah itu. Kasus Korupsi Hambalang telah menyeret banyak petinggi Partai dan Pejabat negeri ini ke balik jeruji penjara.
.
Bagaimana dengan Presiden Jokowi sekarang? Kita bisa menyaksikan sendiri, hujatan tiada henti bahkan sejak awal pencalonannya sebagai Presiden RI di thn 2014.

Hoax, hasutan, fitnah seakan tidak ada habisnya diarahkan ke beliau. Memang di masa pemerintahannya ada beberapa kebijakan tidak populer yang mengguncang kehidupan masyarakat. Namun haruskah kita menafikan pembangunan yang kembali giat dilaksanakan setelah pemerintahan SBY berjuang menjaga kestabilan politik dan ekonomi?
.
.
Haruskah kita menghujat kebijakannya yang memberikan perhatian dan porsi pembangunan yang lebih besar kepada masyarakat di luar pulau Jawa?

Mengapa kita tidak belajar untuk menghargai hasil kerja para pemimpin kita? Yakinlah, tidak ada pemimpin negeri ini yang ingin namanya buruk selama masa pemerintahannya. Semuanya pasti berusaha menorehkan tinta emas di dalam catatan sejarah bangsa ini.

Maka, salahkanlah para politisi yang terus menggoreng issue utk menarik simpati atau menyudutkan lawan politiknya. Salahkanlah mereka yang hanya berkoar-koar tanpa berbuat sesuatu yang berarti utk bangsa ini.
.
Lalu, buat apa kita ikut tenggelam dalam debat-debat tak penting karena berbeda pandangan politik. Yang untung itu hanya politisi yang kamu idolakan. Sedangkan kamu, bisa jadi kehilangan simpati orang-orang yang pernah dekat denganmu.

Biarkanlah pemerintah sekarang bekerja dengan tenang. Hargai apa yg mereka usahakan. Jika hasilnya tidak sesuai harapanmu, maka manfaatkan senjata terakhirmu, yaitu suaramu di Pemilu yang akan datang.

Gak perlu mengumbar kemarahanmu ke orang-orang, apalagi di social media.
.
Ayolah… Berhentilah berdebat.
Sampai kapan kita mau jadi bangsa penghujat?

Bagi yang masih aktif di media sosial maka akan melihat hujatan antara para pendukung presiden ketika masih kampanye dulu. Taruhlah pendukung Prabowo dan Jokowi yang seakan saling menunjukkan kekuatannya dengan saling serang dan saling sindir. Seakan semua yang dilakukan oleh junjungannya semuanya benar tanpa ada kritik dan skeptisme. Kritik yang membangun itu boleh tetapi kritik mestilah disampaikan secara santun dan bermartabat.

Sudahilah menghujat presiden yang sedang menjalankan tugas negara. Berilah saran dan masukkan agar langkah kaki presiden sesuai dengan amanat UUD untuk mensejahterakan rakyat. Hindari adu domba sesama anak bangsa karena bangsa lain justru tertawa dengan tingkah kita.

Maturnuwun

baca juga :

sumber : fb Eri Rahman (20/4/2018)

Advertisements

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 23 April 2018, in asalnulis and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 10 Comments.

  1. Ya begitulah bangsa ini , siapa pun yang sedang menjadi presiden, maka lawan politiknya akan mencoba mnghalalkan segala cara untuk menjatuhkan

    Like

  2. Mari kita dukung jokowi menyelesaikan tugasnya hingga 2019… Dan kita ganti dgn yg lebih baik di tahun tsb…#eh

    Liked by 1 person

    • Mau tak mau ..tahun 2019 tetap ganti presiden…apakah stok lama atau stok baru, mari kita lihat saja… ganti presiden boleh asal legal dan konstitusional 😁

      Like

  3. bukannya masukan itu selama ini sudah ? berjalan sepertinya kurang tepat kalau itu semuanya berupa hujatan.. tapi lebih kepada apakah janji kampanyenya ditepati atau tidak.. masalah TKA, Reklamasi, belum lagi soal lain2nya… hujatan itu akan berhenti sendiri kalau janji2nya ditepati.. lain soal kalau janji tidak ditepati tapi malah suara2 itu diberangus.. sedikit bersuara dianggap lawan politik yang mau menjatuhkan

    Like

  4. Skilas terlihat bermartabat dan santun. Tp ada yg salah dgn pemerintah kita.
    Seperti kasus seorang teman saya yg kehilangan motor saat main kerumah kami. Hampir semua org menyalahkan pemilik motor…entah gak dikunci ganda sih…knapa gak di masukin krumah..knapa gak di liatin…dan tak satupun yg menyalahkam maling.

    Liked by 1 person

  5. #2019 ganti presiden – ganti jokowi dengan JOKO WIDODO – viralkan
    #ganti presiden PKS
    #ganti presiden FPI
    #ganti presiden lainnya

    Like

  6. Kayanya dari generasi sebelumnya pasti ada kekurangan ya… Presiden jga manusia salah bkn hal aneh deh kayanya 😊 https://hargajual20.wordpress.com/2018/04/27/jual-cover-agenda-murah-ready-stok-jakarta-timur-bekasi/

    Liked by 1 person

  1. Pingback: Kisah Gus Dur dan mata Allah | khsblog :-D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

%d bloggers like this: