Advertisements

Blog Archives

Melajang hingga 56 tahun, jejaka tua asal Kolaka ini nikahi gadis 17 tahun

Melajang hingga 56 tahun, jejaka tua asal Kolaka, Sulawesi Tenggara ini nikahi gadis 17 tahun. Beritanya sudah jadi viral pertengahan November 2017 kemarin masbrow. Umur 56 tahun memang tidak bisa dikatakan bujang mungkin lebih tepatnya bujang lapuk bahkan mungkin lebah tepat lagi disebut kakek. Tapi jodoh baru menemui sang bujang lapuk asal Kolaka ini di usianya yang ke-56 dan jodohnya perawan ting-ting umur 17 tahun. Demikianlah kisah cinta Badu (56) dan Ika Nurjannah (17) asal Desa Konaweha, Kecamatan Samaturu, Kolaka, Sulawesi Tenggara. Read the rest of this entry

Advertisements

Waspada sampul buku anak sekolah nuansa cabul seperti kejadian di Kendari

Waspada sampul buku anak sekolah nuansa cabul seperti kejadian di Kendari. Bagi orang tua harap waspada dengan sampul buku anak-anaknya yang masih sekolah. Bagi mantemans yang pernah sekolah SD tentu pernah memberikan sampul pada bukunya dengan sampul dari kertas warna kecoklatan. Biasanya sampul-sampul ini terdapat kata-kata mutiara dan peribahan. Namun apa yang di Kendari, Sulawesi Tenggara ini ditemukan sampul buku anak yang bernuansa gambar cabul. Warganet Asminar menyampaikan uneg-ungenya di laman facebooknya pada hari sabtu, 1 Juli 2017. Monggo disimak mantemans…

Read the rest of this entry

30 orang berganti menandu ibu selama 9 jam perjalanan ketika mau melahirkan di Sulawesi Tenggara….syukurlah lahir dengan selamat

Perjuangan seorang ibu yang akan melahirkan di Dusun 6 Desa Parutellang, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Dia mesti ditandu oleh 30 orang warga desa secara bergantian selama 9 jam. Akses jalan yang terjal dan licin tidak memungkinkan kendaraan memasuki wilayah ini. Warga secara gotong royong menandu ibu bernama Nining ini untuk menuju puskesmas yang berjarak 15 km. Namun sayang dia mesti dirujuk ke Rumah Sakit terdekat yang berjarak 40 km. Demikian kisah perjuangan mengharukan seorang ibu bersama warga yang bergotong royong menandunya. Kisah ini diceritakan oleh Arham Kendari dalam laman facebooknya (9/6).

Read the rest of this entry

%d bloggers like this: