Blog Archives

Apa itu PCC (Parasetamol, Carisoprodol, dan Cafein)? Ini penjelasan BPOM RI brosis

Apa itu PCC (Parasetamol, Carisoprodol, dan Cafein)? Ini penjelasan BPOM RI brosis.  Kasus anak muda yang menjadi korban PCC di Kendari mengundang keprihatinan banyak pihak termasuk BPOM RI. Hasil uji laboratorium ternyata tablet PCC yang dikonsumsi korban mengandung 2 jenis tablet. Sekilas info bahwa PCC itu obat yang harus memakai resep dokter dimana siapapun yang mengkonsumi tidak boleh sembarangan. Memang sih ini obat beredar luar dimasyarakat namun dalam pemakaian tidak wajar akan menimbulkan efek layaknya NAPZA. Berikut penjelasan dari BPOM via siaran pers nya

Read the rest of this entry

Waspada sampul buku anak sekolah nuansa cabul seperti kejadian di Kendari

Waspada sampul buku anak sekolah nuansa cabul seperti kejadian di Kendari. Bagi orang tua harap waspada dengan sampul buku anak-anaknya yang masih sekolah. Bagi mantemans yang pernah sekolah SD tentu pernah memberikan sampul pada bukunya dengan sampul dari kertas warna kecoklatan. Biasanya sampul-sampul ini terdapat kata-kata mutiara dan peribahan. Namun apa yang di Kendari, Sulawesi Tenggara ini ditemukan sampul buku anak yang bernuansa gambar cabul. Warganet Asminar menyampaikan uneg-ungenya di laman facebooknya pada hari sabtu, 1 Juli 2017. Monggo disimak mantemans…

Read the rest of this entry

30 orang berganti menandu ibu selama 9 jam perjalanan ketika mau melahirkan di Sulawesi Tenggara….syukurlah lahir dengan selamat

Perjuangan seorang ibu yang akan melahirkan di Dusun 6 Desa Parutellang, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara. Dia mesti ditandu oleh 30 orang warga desa secara bergantian selama 9 jam. Akses jalan yang terjal dan licin tidak memungkinkan kendaraan memasuki wilayah ini. Warga secara gotong royong menandu ibu bernama Nining ini untuk menuju puskesmas yang berjarak 15 km. Namun sayang dia mesti dirujuk ke Rumah Sakit terdekat yang berjarak 40 km. Demikian kisah perjuangan mengharukan seorang ibu bersama warga yang bergotong royong menandunya. Kisah ini diceritakan oleh Arham Kendari dalam laman facebooknya (9/6).

Read the rest of this entry

%d bloggers like this: