Advertisements

Apa maksud kendi dipinggir nisan kuburan?

Apa maksud kendi dipinggir nisan kuburan?. Menjadi pemandangan rutin kuburan di Tanah Jawa, bila disamping nisan kadang terdapat kendi dan kadang pula ada payung. Kendi adalah tempat air seperti teko yang terbuat dari tanah liat. Biasanya kendi akan diisi air dan disandingkan disamping nisan. Apakah maksudnya gerangan kawan? jujur KHS sendiri tidak tahu sehingga hanya mencoba menerka-nerka sahadja.

Seorang warganet mempertanyakan maksud kendi di nisan kuburan ini. “Om Tante … Nderek tangklet ngoten niki kanggene nopo nggehhh ????? Kog enten kendi teng kuburan. Ojo di bully q nangisan (Bapak-Ibu …numpang nanya benda ini gunanya untuk apa ya? Kok ada kendi di kuburan. Jangan dibully saya mudah menangis) ”  tanya Sholeh Ae Wezt di grup facebook ‎Media Informasi Orang Tuban pada hari minggu, 18 Juni 2017.

Menutip id.wikipedia.org, Sebutan ‘kendi’ pada umumnya dikenal di seluruh Asia Tenggara. Kata kendi berasal dari bahasa Sansekerta (dari India) yakni kundika yang artinya ‘wadah air minum’. Dalam ikonografi Hindu, ‘kundika’ merupakan atribut dari Dewa Brahma dan Dewa Siwa. Sedangkan pada agama Budha, ‘kundika’ merupakan atribut Awalokiteswara dan peziarah Budha juga membawa ‘kundika’ yang dianggap sebagai salah satu dari delapan belas wadah suci yang dibawa seorang rahib dalam perjalanannya mencari kitab suci.

Sebutan kendi di Indonesia bermacam-macam khususnya untuk kendi tanpa corot (kendi seperti buah labu/botol). Di Sumatera Barat wadah ini disebut labu tanah, di Jawa ada yang menyebutnya gogok, atau glogok yang katanya berasal dari bunyi yang keluar saat air dituang, di Batak disebut kandi, di Bali disebut kundi atau caratan, di Sulawesi Selatan busu, di Aceh geupet bahlaboh dan di Lampung disebut hibu.

Komentar warganet terkait kendi disamping nisan kuburan

Farid Muheri : 
Itu kearifan lokal karena pada pengertian org jawa kuno bahwa org meninggal itu lelaku jauh maka di bawain air, mungkin kalo bisa diganti mending bawain kulkas aja

Muhammad Maskuri : 
ini adalah doa bil haal..doa dengan disertai perbuatan…. maksudnya orang yang meninggal itu ibarat orang yang kehausan yang selalu mengharap pemberian air minum..lah air minum yang dimaksudkan adalah doa dari keluarga nya.. Wallahu ‘a’lam

Mbah Kliwon : 
kendi kuwi digawe soko lempung utowo tanah….nang jero isine banyu utowo air…. dadi nek digatukno jenenge TANAH AIR…….

Heri Setiawan : 
Iku pitutur….Urip iku mung mampir ngombe lurr

Galang Aditya : 
kendi kui menangkap roh2 jahat yg mengincar perwan dikegelapan malam. biasanya air mengandung sumber dari nirwana yg bekhasiat memberi cahaya di atas surya mboh piye pegel nulis e……

Mbah Kliwon : 
menurut tutur tinular kabeh mau ono maknane lur…… kendi iku maknane wong iku digawe soko lemah yo mbalik nang lemah maneh….. kenek opo kendi iku kok diisi banyu…. maknane wong urip nang donyo iku cuman mampir ngombe ae……..

Teguh Arifianto : 
Alhamdulillah

Dianjurkan menyiram kuburan setelah mayat dikuburkan untuk menjaga tanah agar tidak berterbangan. Terdapat dalam ‘Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah, 32250: “Kalangan mazhab Hanafi, Syafii dan Hanbali dengan tegas mengatakan, disunnahkan memercikkan air di atas kuburan (mayat) setelah dikuburkan. Karena Nabi sallallahu alaihi wa sallam melakukan hal itu terhadap kuburan Saad bin Muaz. Dan beliau memerintahkan hal itu kepada kuburan Utsman bin Maz’un. Ulama dalam mazhab Syafii dan Hanbali menambahkan agar meletakkan kerikil kecil di atasnya. Sebagaimana diriwayatkan oleh Ja’far bin Muhammad dari ayahnya, “Sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam memercikkan (air) di atas kuburan anaknya Ibrahim dan menaruh kerikil (di atasnya). Karena hal itu lebih menguatkan dan tidak cepat menyusut serta lebih menahan tanah dari sapuan angin.” (Silakan lihat Tabyinul Haqaiq, 1/246. Asna Al-Mathalib, 1/328. Kasyful Qana, 2/138)

Syekh Al-Albany rahimahullah mengatakan, “Dalam memercikkan air di kuburan banyak hadits, akan tetapi ada cacatnya –sebagaimana saya telah jelaskan hal itu dalam kitab Irwa’ul Ghalil (3/205 – 206) kemudian saya dapatkan di Mu’jam Al-Ausat, oleh Ath-Thabrani hadits dengan sanad kuat bahwa Nabi sallallahu alaihi wa sallam memercikan air di kuburan anaknya Ibrahim, maka saya kutip riwayat tersebut dalam Silsilah Al-Ahadits As-Shahihah (Kumpulan Hadits Shahih, no. 3045).” (Silsilah Al-Ahadits Ad-Dhaifah, 13/994)

Adapun keyakinan sebagian orang bahwa memercikkan air di atas kuburan itu bermanfaat bagi mayat. Maka keyakinan seperti ini adalah batil tidak ada asalnya. Anjurkan tentang hal tersebut semata agar dapat menguatkan tanah.

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah berkata, “Adapun memercikkan air di atas kuburan, maksudnya adalah menguatkan tanah. Bukan seperti persangkaan orang awam bahwa maksudnya adalah mendinginkan mayat. Karena mayat tidak dingin dengan air. Akan tetapi dapat didinginkan dengan pahalanya. Akan tetapi karena untuk menguatkan tanah.” (As-Syarh Al-Kafi)

Beliau rahimahullah juga ditanya, “Apakah memercikkan air di atas kuburan dapat bermanfaat untuk mayat?”

Beliau menjawab, “Tidak bermanfaat untuk mayat, barangsiapa yang melakukan hal itu dengan berkeyakinan seperti itu, maka keyakinannya tidak benar. Sesungguhnya memercikkan air di kuburan ketika menguburkan agar komponen tanah tidak berterbangan karena angin atau lainnya. Ini adalah maksud dari memercikkan air di kuburan ketika mengubur. Sementara apakah mayat dapat mengambil manfaat, maka mayat tidak dapat mengambil manfaat darinya. Air juga tidak sampai kepadanya. Dan jasadnya juga tidak membutuhkan air.” (Nurun Ala Ad-Darbi)

Wallahua’lam .

sumber : https://islamqa.info/id/156412

Ismail : 
Iku mono nduweni arti …urip iku ibarat mampir ngombe . Nang ndonyo mung sedelok ojo kakean polah gaeyo tumindak seng sae … yen wis mati ora bakal urip maneh

Siska Mey Ningsih : 
wong jowo podo raroh jowone…iku artine urip iku ibarat mampir ngombe simbole wong bien iku kendi gawe ngombe dadi yo kendi seng di gawe…mboh nek sak iki galon :v

***

Demikianlah mantemans postingan singkat terkait maksud kendi di pinggir nisan kuburan. Mungkin mantemans lain yang punya informasi lebih bisa dishare dimari.

Maturnuwun

baca juga :

[display-posts tag=

 

Advertisements

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 18 June 2017, in inspiring and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. 1 Comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: