Category Archives: Tanpa kategori

 8 Hari yang Istimewa (1)

 8 Hari yang Istimewa

#part 1

“Semangat sehat ya, semoga segera negatif dan bisa pulang ke rumah”. Pesanku pada teman-teman seperjuangan di Hotel Asrama Haji saat berpamitan pulang.

Delapan hari kami sekeluarga diberikan takdir terbaik dari Sang Maha Rahman. Allah memberikan kami incip menikmati positif covid 19. Ya, kami sekeluarga di awal bulan Juni merasakan bagaimana awal virus ini menyapa. Tepatnya mulai hari selasa, 1 Juni 2021 suami merasakan badannya demam. Panas tinggi hingga mencapai 39 derajat celsius. Saya yang malam harinya khawatir dengan kondisi suami, terus memantau suhu demamnya. Tidak ada tanda-tanda turun panasnya. Masih di angka yang sama. Meskipu turun hanya di angka 38 derajat celcius. Mencoba mengompres juga. Tapi hasilnya masih sama.

Read the rest of this entry

Menyambut Tamu Istimewa

Menyambut Tamu Istimewa. Sudah berapa kali kita diizinkan Allah berjumpa Ramadhan? Sudah usia segini Ramadhannya masih begitu-begitu saja. Ah..betapa meruginya. Padahal tamu istimewa tahunan bernama Ramadhan banyak bertabur berkah dan ampunan.

Read the rest of this entry

Rahmat dan Kebaikan Rasulullah

Rahmat dan Kebaikan Rasulullah

Dalam semua pergaulan, Rasulullah sangat ramah dan menjaga perasaan serta nama baik sesama manusia.

Beliau berlemah lembut dalam berhubungan dengan orang lain. Dalam suatu keterangan, dijelaskan, “Tahukah kamu siapa yang diharamkan bagi neraka?” Para sahabat menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih tau.”

Read the rest of this entry

Pembela Rasulullah

Pembela Rasulullah

Zubair bin Awwam. Salah satu dari assaabiquunal awwaluun, yaitu orang-orang yang pertama memeluk Islam. Dari Abu Bakar Islam menyapa Zubair.

Read the rest of this entry

Hidup Ini Rahmat

Hidup Ini Rahmat

Rasulullah bersabda, “ Bagi seorang muslim, semua kehidupan ini adalah rahmat. Hanya orang yang beriman sajalah yang merasakan hal ini. Jika kebahagiaan datang kepadanya ia bersyukur, niscaya ia akan menerima lebih banyak lagi rahmat dan barokah dari Allah. Demikian pula sebaliknya, jika ia menerima kesengsaraan dan musibah dengan sabar, niscaya ia akan menerima rahmat dan barakah dari Allah karena kesabarannya. (Muhammad Teladanku Jilid 12, hal: 30)

Masalah dan musibah datang, idealnya kita hadapi dengan tenang. Dianjurkan pula oleh Rasulullah untuk bersabar. Bicara dan menasehati mudah memang. Apabila tak  ada yang mengingatkan dan menasehati bagaimana orang-orang tercinta di sekitar kita tak tercerahkan dengan kebaikan. Begitupun saat kita diberikan curahan kebahagiaan. Rasa syukur hendaknya terucapkan.

Bukan bersikap seperti Qarun yang merasa dirinyalah yang sudah hebat mengumpulkan harta.  Naudzubillah. Semoga Allah singkirkan diri kita dari penyakit kufur nikmat. Tak ingat pada yang Maha Kuat. Bahwa harta dan kebahagiaan adalah titipan sesaat. Sejatinya kebahagiaan hakiki adalah di kehidupan kampung akhirat. Ingat Allah yang memberikan semua nikmat. Nikmat, anak, istri, suami, juga nikmat sehat. Semuanya bersumber dari campur tangan  Allah Sang Pemilik jagad.

Hidup ini rahmat. Bagi mereka yang beriman yang terus  taat. Terus bersukur akan semua karunia Allah wahai sabahat. Rasulullah yang maksum saja masih terus mensyukuri nikmat. Kaki beliau sampai bengkak saat shalat. Hal itu beliau tunjukkan karena rasa syukurnya agar selalu dekat dengan Allah Yang Ahad.

Wahai diri ini sudahkah banyak bersyukur? Atau malah lupa diri? Jangan menunggu untuk ditegur agar bersyukur. Yuk berlomba diri untuk bersyukur. Puncak dari rasa syukur adalah deng an mengajak orang tercinta, terdekat untuk di rel kebaikan. Jadi jangan jadi baik sendiri ya sahabat.

%d bloggers like this: