Advertisements

Menikah Ibadah Sepanjang Masa

Menikah Ibadah Sepanjang Masa. Berumah tangga sudah berapa lama? Lima tahun? Sepuluh tahun? Lima belas tahun? Atau sudah lebih dari 20 tahun?itu artinya kita sudah membersamai suami atau istri serta anak-anak kita sepanjang kurun waktu itu. Sepanjang itulah kita beribadah. Beribadah dengan menikah. Bersyukur bagi yang sudah menikah. Membangun rumah tangga yang kokoh karena cinta-Nya. Bagi para jomblo yang belum menikah, semoga tiba waktu yang terbaik dari-Nya dengan jodoh terbaik.

Pantas apabila menikah disebut sebagai separuh dari agama. Karena dengan menikah kita akan beribadah sepanjang masa. Ya sepanjang masa, bangunan rumah tangga yang terdiri dari suami, istri dan anak-anak tentunya akan mendatangkan banyak sumber ibadah. Suami yang berbeda karakter dan istri yang juga membawa karakternya masing-masing tentunya akan menyesuaikan satu sama lain. Tak mengutamakan apa yang menjadi keinginan pribadinya. Karena sudah ada pasangan hidupnya yang juga punya keinginan. Penyesuaian antara suami dan istri ini juga disebut ibadah. Penyesuaian yang tak hanya bisa diukur dari kuantitas berapa jam, berapa hari, berapa bulan atau bahkan tahun. Penyesuaian sepanjang masa. Selama membersamai dalam berumah tangga.

Terkadang harus menahan ego pribadi agar biduk rumah tangga tetap terjaga. Istri tak mendominasi. Suami tidak bersikap otoriter. Maka perahu rumah tangga akan terus berjalan. Lapang dada juga menjadi ladang ibadah dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Komunikasi juga kunci harmonisasi keluarga. Komunikasi berkualitas. Semua anggota keluarga saling menuangkan keluh-kesahnya kepada sang bunda dan ayahnya. Ayah juga selalu berusaha menjadi imam terbaik keluarga. Tak hanya mencari nafkah sepanjang hari. Kala bunda dan anak-anak butuh didengar maka ayah bersiap mendengar. Bermain, bercengkerama bersama keluarga. Semuanya adalah bentuk ibadah. Ibadah seperti ini hanya ada dalam  wadah pernikahan.

Menurut nasehat KH. Samsul Huda dari Bojonegoro saat memberikan nasehat pernikahan: bahwa apabila ada anak muda yang taat beribadah , sregep neng mesjid (rajin ke masjid) itu belum dikatakan baik, mengapa? Karena baiknya dia belum terbukti apabila belum menikah. Menikah akan membuktikan apakah dia benar-benar baik seperti apa yang dibicarakan orang-orang sekitarnya. Saat sudah menikah maka baiknya akan ketahuan. Apabila dia seorang suami bagaimana dia memperlakukan istrinya akan tahu baik atau tidaknya. Apakah saat meminta tolong istrinya menggunakan kata yang santun, tidak kasar. Inilah yang disebut pemuda baik. Pemuda yang sudah menggenapkan setengah dari agamanya dengan menikah. Menikah karena ibadah. Ibadah sepanjang masa karena Lillah.

Mengapa menikah disebut sebagai ibadah sepanjang masa? Antara suami istri yang pasti punya perbedaan kebiasaan, sifat dan kultur keluarga sampai kapanpun tidak akan bisa disamakan. Nah, inilah letak ibadahnya  agar suami istri bisa melakukan adaptasi. Bagaimana menyikapi perilaku dari suami maupun istri saat mengalami dan merasakan perbedaan yang ada. Maka selayaknya kita suami serta istri harus mau saling memahami dan mengerti. Tak perlu merasa saling heran dengan perbedaan pasangan.

InsyaAllah apabila kita mau terus menikmati amanah menjadi istri dan suami maka Allah akan memudahkan keduanya untuk saling menyesuaikan. Kokoh dalam rumah tangga. Saling memberi perhatian, saling menasehati dalam kebaikan dan kesabaran, mengingatkan apabila suami atau istri mengendur semangatnya dalam kebaikan. Betapa menikah memang ladang ibadah sepanjang masa. Berbekal keimanan serta taat kepada Sang Pemilik Semesta Dzat Maha Kekal agar pernikahan berkah di dunia hingga bahagia menuju surga-Nya. (nra)

“Mencintailah karena iman. Bukan karena nyaman. Sebab, nyaman bisa datang dan pergi kapan saja, nyaman bisa datang dari orang ketiga dan seterusnya. Sedangkan cinta karena iman adalah ibadah, adalah amanah, yang dengan iman itu Allah menjaga keutuhan cinta dua insan yang saling mencintai karena Allah. “ (nasehat seseorang)   

#Agustusbulanmerdeka

#Menikahibadahsepanjangmasa

#day5

Advertisements

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 20 August 2019, in asalnulis, inspiring, keluargaharmonis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: