Advertisements

Mertua

Mertua. Seusai ijab kabul di hari yang Allah takdirkan bagi pasangan laki-laki dan perempuan, maka halal sudah hubungan keduanya. Begitupun label singgel sudah tak melekat pada keduanya. Laki-laki sudah disebut sebagai suami. Istri pun menjadi sebutan bagi perempuan yang sudah menikah. Orangtua dari suami ataupun istri berganti sebutan bukan lagi orang tua pada umumnya. Ya beliau orangtua itu sudah menjadi mertua bagi keduanya.

Mertua adalah orangtua kita juga. Hak nya juga sama selayaknya orangtua kita sendiri. Sikap menghormati, santun dan berkata yang baik sudah menjadi keharusan dari kita sebagai menantunya. Awal menikah biasanya masuk pada tahap mengenal dulu bagaimana mertua kita baik itu bapak maupun ibu. Tak mudah untuk setiap menantu bisa memulai tahap ini. Terlihatnya mudah hanya mengenal saja. Namun bagi sebagian menantu yang kurang  supel bisa menjadi hal yang rumit.

Mulai mengenal kesukaan mertua, dan apa-apa yang kurang berkenan baginya. Berbeda-beda karakter setiap mertua. Ada model mertua yang dengan mudah kita menyesuaikan diri. Ada pula yang berkebalikan dengan kebiasaan kita hingga menjadi penyebab kita kurang dekat. Tak menjadi masalah. Karena setiap mertua pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Menantu yang cerdas adalah mereka yang mampu dan mau mencari seribu ide untuk bisa dekat dengan mertuanya.

Mendekat agar akrab dengan mertua banyak caranya. Mulai dari berkegiatan bareng, pergi bareng, hingga ngobrol gayeng. Salah satu kegiatan bareng mertua memasak misalnya. Lewat memasak kita jadi tahu bagaimana beliau menyiapkan menu anak laki-lakinya dari mulai bumbunya, cara mengolah hingga menyajikan di meja hidangan. Terkadang disela-sela kegiatan uprek memasak ada pesan dan nasehat yang bagi beliau penting untuk menantunya agar bisa diterapkan dalam berumah tangga. Tak hanya nasehat dan petuah-petuahnya, apabila sudah dekat mertua bisa sampai curhat.

Saat kita sudah kenal dan betul-betul paham karakter ibu mertua, kita pasti akan diberikan kemudahan Allah untuk bisa dekat dengannya. Menjadi menantu yang siap mendengarkan semua apa yang diceritakannya. Menjadi pendengar yang baik bagi mertua ini juga kunci agar kita bisa semakin lekat. Mertua yang sering didengar maka akan menaruh hati pada menantunya, karena beliau merasa diperhatikan hanya dengan cukup mendengarkan. Tentunya tak hanya bengong mendengarkan. Saat butuh respon bicara, maka sampaikan secukupnya.

Bersyukurlah para menantu yang tinggal bersama mertuanya. Disitulah letak bakti kita pada beliau. Allah siapkan seluas lautan amal-amal baik lewat mertua saat kita bersamanya. Memang pasti ada saja hal-hal yang berseberangan antara kebiasaan menantu dengan mertuanya. Namun disinilah kita bisa belajar dan latihan ketulusan , kesabaran dan ketelatenan bagaimana menyikapi perbedaan baik itu kebiasaan, sikap dan perilaku. Terus berbenah menjadi menantu yang tak hanya cerdas mengelola rumah tangganya sendiri, tapi cerdas pula membersamai mertuanya.

Mertua adalah ladang pahala bagi menantu. Berbakti kepada kedua mertua adalah amal kebaikan yang Allah siapkan bagi pasangan suami-istri. Jangan sampai rumah tangga tidak barokah karena mertua terlantar. Mertua jarang disilaturrahimi. Sekedar menyempatkan untuk menghubunginya lewat komunikasi seluler bahkan tak sempat. Naudzubillah min dzalik. Rindunya mertua dengan anak-anaknya kadang hanya bisa disimpan dalam hati,mertua yang juga berstatus kakek-nenek pasti juga merindukan memeluk cucu-cucunya. Berikan waktu khusus untuk bakti kepada mertua. Jangan menunda-nunda apabila sudah waktunya tiba untuk mengunjunginya. Mertua menunggu kehadiran anak, menantu dan cucu-cucunya.

Jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan berlatih menjadi menantu idaman mertua. Menantu yang solutif bagi keluarga besar. Menantu yang dirindukan mertua. Menantu dengan amal-amal terbaik untuk mertua. Hingga Allah pun mencintai mertua dan menantu yang saling menyayangi karenaNya.

Mari kita birrul walidain (berbakti kepada orangtua) termasuk mertua kita. Allah sengaja mencipta surga dengan memiliki banyak pintu. Karena surga diraih dari amal-amal istimewa  hambanya. Amal dengan niatan ridho-Nya. Maka bisa jadi bakti dan kasih sayang menantu terhadap mertua adalah amal istimewa yang akan mengantar kita pada salah satu pintu surga-Nya. Aamiin. (nra)

#agustusbulanmerdeka

#baktimertua

#day4

Advertisements

About khsblog

Manusia yang sedang belajar menjadi Ayah bagi 2 buah hatinya. Tinggal di altar suci Sunan Giri dengan makanan khas Nasi Krawu dan camilan Pudak. Tunggangan setia yakni Milestone dan MT-03...ini alternatif personal blog dari www.setia1heri.com I @ setia1heri I kangherisetiawan@gmail.com

Posted on 19 August 2019, in asalnulis, caricara, inspiring, keluargaharmonis and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: